Arsel Dan Dara

Arsel Dan Dara
(3) Dingin-dingin semanis gula


__ADS_3

Arsel asik bersenanjung, tak mempedulikan para gadis yang tebar pesona. Tangannya merogoh saku jeket mengambil kunci loker. Setelah terbuka, ia menghela nafas karena lokernya penuh akan surat menggelikan.


Sudah capek rasanya ia mengupat penjaga sekolah yg dengan mudahnya meminjamkan kunci cadangan kepada fansnya sehingga mudah bagi mereka untuk memasukan surat surat itu. Tentu saja, pasti mereka Menyogoknya.


Arsel mengambil kantong plastik bekas fotokopi itu, dan memasukan surat surat yang membuat nya mual kedalam tas nya.


Arsel mengambil baju olah raga berwarna abu abu orange. Arsel melanjutkan jalannya ke ruang ganti laki-laki dan mengganti bajunya. Setelah itu, berkumpul dengan yang lain di lapangan.


Ia sempat melirik Dara yang sedang pemanasan sendiri. Tak sadar, bibirnya kembali melukis senyum yang tak di sadari oleh siapapun.


"Baik anak anak, kalian boleh duduk dulu. Karena hari ini hari pertama jam olahraga bagi kelas kalian..." jelas Pak Prapto, guru olah raga yang masih muda.


Setelah penjelasan dari Pak Prapto, Dia menyuruh ketua kelas Kelvin, pemanasan. Lalu lari mengelilingi lapangan.


Deru nafas hampir bebarengan saat semuanya kembali duduk dilapangan. Pak Prapto kembali menjelaskan pembelajaran awal semester yaitu, Voli.


"Karna jumlahnya genap, saya akan membagi pasangan pasangan yang akan berlatih bersama untuk passing banwah, atas, dan smash"


Lantas saja, para gadis berharap berpasangan bersama Arsel. Tapi pengecualian Dara. Dari lubuk hatinya, ia berharap bukan Arsel yang menjadi pasangannya. Tapi sayangnya, doa Dara tidak terkabulkan lagi.


"Selanjutnya, absen 3, Arsel dengan absen 20, Dara. Mana orangnya? " Keluhan tak bersemangat keluar begitu tau bahwa bukanlah salah satu dsri mereka.


Arsel dan Dara mengcungkan tangannya. Dalam hati, Arsel berteriak kegirangan, sedangkan Dara mendengus kecil.


Pak Prapto kembali membagikan pasangan pasangan yang tersisa. Selanjutnya, ia mengintruksi para siswanya untuk bergabung dgn pasangannya.


"Lo bisa gak? Kalo gak bisa, mau gue ajarin? " Alis Arsel naik turun membuat Dara geli.


Dara bersiap dengan posisinya, beberapa meter dihadapan Arsel. Melempar bola ke atas lalu melakukan passing bawah dengan sempurna yang langsung Arsel tangkap.


"Ternyata lo udah bisa? Bilang dong, kalo gitu kita main aja, oke? Eh tapi, passing atas sama smash udah bisa belum? "


Arsel melempar bolanya kearah Dara. Dara menangkap bola itu. Ia kembali memberi ancang-ancang melakukan passing atas dan smash.


Tatapan kagum dari Arsel tak sembuat Dara sedikitpun merasa senang. Ia bahkan menganggap laki-laki itu hanya angin lewat. Lagi lagi Arsel terabaikan. Ia melempar lempar bola ke atas dengan sorot mata menantang gadis itu.


Arsel berjalan mendekat, hanya tersisa dua langkah dari Dara berdiri. "Gue tantang lo, kalo kalah harus mau ngikutin apa yang menang mau. Dan sebaliknya. Gimana? Setuju? "

__ADS_1


Dara mengangkat satu alisnya. Mermperhatikan gelagat laki laki didepannya yg membuat dirinya bingung.


Gadis itu mendengus malas lalu mengambil langkah untuk pergi. Namun sebuah tangan mencekalnya yang mengharuskannya terhenti dan berbalik, menatap Arsel dengan wajah datarnya.


sabar sel, inget dia cewek


Arsel mengampal kan kata kata itu dalam hati. Ingin rasanya ia mencubit wajah gadis itu berubah menjadi senyum.


Dara melirik yang dipegang Arsel dan wajah Arsel bergantian, mengisyaratkan agar laki laki itu melepaskan pegangannya. Arsel tau, tapi ia enggan melepaskan hingga gadis itu mau menuruti kemauannya, mengabaikan beberapa orang yang mencoba untuk mengabadikan momen dengan ponsel di genggamannya.


Tak luput pekikan gadis terdengar sampai telinga Dara, membuat dirinya malu sekaligus kesal. Ia terus memberontak, berusaha melepaskan pegangan itu namun Arsel seperti tak Mengizinkannya.


"Lepas! "


Arsel tak sadar tersenyum kecil. Ia merasa tertarik dengan tatapan Dara yang menyiratkan bahwa ia kesal. How cute


"Lo lucu kalo marah, jadi gemes. " Arsel menggit bibir bawahnya. "Punya muka jangan gini dong, ntar gue suka. "


Dara mergidik akan ucapan Arsel barusan. Ingin rasanya ia menusuk nusuk bola matanya dengan pulpen.


"Jangan kasih ekspresi gitu, ntar gue tambah suka. "


"Gue udah ga kuat, Gue mau kurung lo, ekspresi muka lo gemesin banget"


Cukup sudah Arsel membuatnya risih. Dengan satu hentakan keras, pegangan itu terlepas. Ia melipat tangannya didepan dada supaya Arsel tak lagi bisa memegang tangannya. Tapi kembali memasang wajah super datarnya yang sukses membuat laki laki itu kembali merasa tertantang.


Baru saja Arsel membuka mulut, Dara sudah melangkah kan kaki nya pergi.


Gila tuh cewek, makan apaan sih?


Arsel terkekeh garing.


...****************...


"Nih nasgornya, selamat makan ratu Elsa. " Ghea terkekeh lalu mendudukan dirinya didepan Dara.


Dara yg sudah terbiasa di panggil ratu Elsa oleh Ghea, hanya terdiam lalu menyantap makanannya. Begitu juga dengan Ghea, gadis berbando hitam itu juga turut menyantap pesannannya, soto ayam.

__ADS_1


"Oh iya Dara, lo udah tau belum? Dari kemaren, lo jadi trending topic di SMA garuda. "


Uhuk! Dara segera meminum air putih botol yang tadi dipesankan Ghea.


...Ghea tersenyum manis. "Jadi lo belum tau? Asal lo tau Dar, lo itu digosipin deket sama Arsel dari kemaren. Ada yang bilang sih, kalo Arsel suka sama lo. Ada juga yang bilang kalo lo cuman sok jual mahal sama Arsel. Tadi malem juga ada tanya sama gue, lo mau liat gak? ...


Dara lantas menganguk lalu mengambil tisu untuk mengelap bibirnya. Ghea membuka ponsel nya, Dara membaca pesan itu dalam hati.


Stevi: Ghea, sorry ya kalo ganggu. Gue cumap mau tanya, apa bener sahabat lo itu lagi deketin juna? Itu sih yg gue denger dari kakel kemaren yang asik gosip sama cewek2 famous seangkatan. Bener ga sih? Kasih tau dong


^^^Ghea: Iya ga papa Stev, lo jangan percaya ya ada ada aja omongan mereka. Lo kan tau Dara kayak Gimana, jadi mana mungkin Dara deketin Arsel? Yang gue liat dikelas sih, Arsel yg deketin Dara^^^


Stevi: Oh gitu, makasih ya. Gue kira cewek itu mau ndeketin Arsel kalo tau Arsel yg deketin tuh cewek, gue bisa apa? Hehe, gue bakal ngasih tau yg lain kalo Dara ga kayak gitu. Kalo gitu makasih ya Ghe.


Dara mengembalikan ponselnya. Lalu tersenyum kecil yang membuat Ghea terperangah karena tak menyangka bahwa sedikit Bantuannya bisa membuat gadis itu akhirnya tersenyum walaupun setipis benang.


"Makasih ya Ghe, "


Ghea tersenyum lebar lalu memeluk gadis itu cepat. "Sama sama ratu Elsaku, " ucapnya


Ghea melepaskan pelukannya.


"Dara, " panggilnya "Gue sekarang tau, Kenapa Arsel bisa sampai suka sama lo. "


Mendengar nama itu, Dara yang semula penasaran akan ucapan Ghea kini memainkan ponselnya.


"Karena selain lo cantik, lo dingin dingin semanis gula. Kaya ice-cream, "


"Buktinya, seorang Arsel yang sudah ditaklukin cewek manapun, bisa langsung kepincut sama pesona lo yang jarang atau bahkan gak ada yg punya sifat kayak lo. Kalo Arsel aja bisa kepincut, gue yakin beberapa hari lagi, lo bakal punya banyak penggemar. " sambungnya dengan semangat.


Dara melirik sekilas lalu mendengus. "Ngaco".


Ghea mencondongkan tubuhnya. "Masih ga percaya? Kita buktiin nanti. Kita liat isi laci sama loker lo. "


Dara menggeleng akan sikap Ghea yang percaya diri. Gadis itu selalu saja percaya yg terlintas diotaknya. Jika ia lawan, ia yakin ia kalah. Dara keras kepala, Meskipun Dara juga keras kepala. Tapi, Ghea lebih darinya.


"Terserah"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2