Arsel Dan Dara

Arsel Dan Dara
(6) Bersama Arsel


__ADS_3

Arsel menghampiri meja Dara, membuat Didi dan Ghea yang sibuk membereskan mejanya bingung dengan tingkah Arsel.


"Kantin yuk? "


Dara mendonggak menatapnya datar.


"Lo lupa apa pikun? Lo kan udah setuju kalo mau nurutin kemauan gue, jadi lo harus ikuti kemauan gue"


"Ada apa ini? " Ghea bingung.


Arsel menggeleng dengan senyumnya.


"Ayo! Lama amat!"


Arsel menarik tangan Dara untuk keluar kelas. Di perjalanan menuju kantin, semua orang siswa siswi melihat mereka berjalan bersama. Dara berjalan dengan wajah datar nya. Arsel berjalan dengan wajah berseri nya.


Dara menyadari tatapan itu tertuju pada tangan Dara yg masih belum lepas dari genggaman Arsel. Buru buru Dara melepaskan tangannya.


"Kenapa dilepas? Kan itu kemauan gue? "


Dara memalingkan wajahnya.


Sesampainya di kantin. Dara disambut oleh teman teman Arsel yang begitu banyak. Saking banyak nya, kantin disini kepenuhan sampe sampe engak kebagian.


Arsel mempunyai teman teman yang banyak, terutama laki laki.


"Weh bro! " Salah satu temannya yang bernama Diego itu mengangkat tangannya.


"Heii! " Arsel bertos tangan ala laki laki ke teman teman nya.


Dara hendak pergi membalikkan badannya. Tentu saja, Arsel tidak akan melepaskannya.


"Ets! Mau kemana hm? "


Dara menggeleng kecil.


"Sel! Duduk sini, gue nyisain tempat duduk buat lo" Arsel menggaguk atas ucapan Oji.


Arsel menghampiri Oji, Didi, dan Zaki. Tak lupa mereka membawa pacar pacarnya Fira, Zahra. Btw, Didi jomloo. "Lo bawa Dara? Ga salah liat kan gue? Beneran ini? "Didi mengucek nucek matanya.

__ADS_1


"Iya dong" Ucap Arsel merangkul pundak Dara, namun ditepis oleh pemiliknya.


"Hahaha, kasian ditolak rangkulan nya" Tawa Zaki.


"Apa lo? Iri bilang kawan"


"Siapa yang iri? Kan gue punya bebeb Fira, iya ga beb? "


"ihh jijik banget jadi orang, lagian gue nerima lo karna gabut." Fira memutar bola matanya malas.


"Hahaha, kasian dia nerima nya karna gabut". Tunjuk Arsel.


Usai Ketawa, Arsel duduk disamping Dara dan Oji. Mereka duduk dibangku yang panjang. "Mau makan apa? "


Dara menggeleng.


"Gak mau makan?"


Dara terdiam membaca buku catatannya yang ukuran kecil dan membuka bukanya. Arsel menghela nafas lembut. Arsel memesan minuman saja untuk Dara, mungkin dia sudah kenyang. Setiba minuman dan mie bakso untuk Dara dan bakso untuk dirinya. Arsel menyodorkannya ke arah Dara.


"Nih diminum, gue tau lo ga laper. Jadi, gue mesenin jus stawberry aja."


Dara langsung menatap jusnya. Arsel tidak tau Dara menyukai berbau stawberry. Dara langsung meminum jusnya tersisa setengahnya. Arsel tersenyum penuh arti.


Dara menggeleng.


"Eh, lo kenapa bisa bawa dia? Kan dia biasanya nolak lo? " Tanya Oji dengan nasi di mulutnya.


"Kepo"


"Ih lo mah pelit banget jadi orang." Kesal Oji.


"Biarin Wlee" Arsel nyulurkan lidahnya.


"Dara," Dara menoleh kearah Fira.


"Karna lo itu pacarnya Arsel, jadi lo bisa temenan kan sama kita? Karna teman Arsel juga pacarnya kita?"


Dara mengangguk.

__ADS_1


"Gue bukan pacar dia"


Fira, dan zahra pun tersenyum lebar. Fira mengulurkan tangannya berniat bersalaman, Dara menerimanya. Diikuti Zahra.


"Mau lo pacarnya atau bukan, kita bisa temenan".


"Kita kapan kapan main ya? Kita ajak si Ghea. Kita juga udah temenan sama Ghea"


Dara hanya mengangguk.


Fira, dan Zahra lanjut memakan makannanya yang tadi tersisa.


Arsel melirik Dara yang tampak bosan. Arsel merasa kasihan ke Dara. "Lo kalo bosen, kekelas aja. Nanti gue nyusul"


Tanpa banyak bicara, Dara mengangkat kaki nya berjalan keluar area kantin. Hendak melangkah, langkahnya terhenti karna sebuah tangan mencegah lengannya. "Jangan lupain gue" Arsel dengan celtilnya mengedipkan satu matanya.


Dara meringis karna merasa jijik, Dara menepis tangan Arsel. Berjalan kekelasnya yang sangat jauh dari sini. Karna SMA garuda ini sekolah sangat besar.


Merasa sudah pergi, Arsel melamjutkan makannya. "Lo mau gue bantu ga? Cara ngedapetin hati cewe? " Tanya Zahra.


Merasa pertanyaan nya masuk akal. Arsel menatap Zahra. "Apa? " Antusias Arsel.


"Gini ya, Gue jelasin. Kalo lo mau bikin cewe lo baper, misal caranya jika si Dara mau ngambil buku yang letaknya ketinggian, Lo harus ambil in. Itu caranya untuk si dara mungkin bisa anggep lo sabagai penolong. Atau lo bisa jadi penolongnya juga kalo si Dara bawa buku berat gitu, lo harus tolong bawain. "


Arsel menganguk.


"Siapa dulu dong? Pacar gue gitu loh" Oji menepuk pundak Zahra. "Tapi lo gapernah gitu sama gue." Yang mendengar itu pun lantas ketawa.


Arsel memutar bola matanya.


"Gue juga punya, kan Gue sama Zahra itu sekelas sama Dara. Pas lo mau beri makanan ke dia jangan bunga dan coklat. Karna kan dua itu alergi dan gasuka coklat. Lo sebaiknya beri dia kue Red Velvet yang waktu itu lo kasih. Gue liat, Dia suka banget sama Red velvet. Ya kan Zah? " Zahra mengangguk dengan ucapan Fira.


Arsel hanya menggaguk mantap.


"Baiklah gue akan coba."


Arsel bangkit dari duduk nya. "Thanks ya? " Arsel mengedipkan matanya dengan berlari kecil. Membuat Fira dan Zahra heboh, bersorak kegiranggan.


"Mata lo!! " Zaki dan Oji melototi mereka.

__ADS_1


Dulu, Fira dan Zahra mencintai Arsel karna ketampanan nya, karna Kekayaannya, karna keramahannya, dan karna kepintarannya. Tapi sekarang tidak, berita Arsel sudah menyebar karna dia menurut romor, Arsel mencintai Dara. Mereka hanya pasrah menuruti kehendak harti Arsel.


...****************...


__ADS_2