Askar — Para Remi

Askar — Para Remi
Prolog


__ADS_3

Carta da Gioco—sistem penggolongan yang berlaku di dunia ini. Bukan, bukan kasta. Penggolongan ditentukan berdasarkan watak tiap orang dan golongan mereka akan diberitahu saat umur mereka genap 18 tahun. Terdapat 4 golongan yang diketahui: Wajik, Waru, Keriting, dan Hati. Tiap golongan memiliki sifat dan prinsip tersendiri.


 Wajik; orang dalam golongan Wajik dikenal berkuasa, baik dari segi sifat maupun materi. Mereka pintar bernegosiasi. Namun, dibalik kekayaan dan kekuasaan mereka, para Wajik pada umumnya bersifat licik dan tidak dapat diprediksi. Para Wajik biasa ditemukan di pemerintahan, bank, ataupun sebagai pedagang.


 Waru; orang dalam golongan Waru, atau biasa disebut askar, terkenal dengan tekad mereka yang kuat dan berbagai kepandaian mereka dalam bertahan hidup, biasanya dengan bela diri. Mereka tangkas dan cekatan. Namun, dibalik kemampuan mereka, askar Waru terkenal dengan amarah mereka. Mereka kurang mahir menggendalikan emosi mereka dan biasa memulai pertikaian dalam suatu masalah. Askar Waru banyak ditemukan di bidang pertahanan; militer, kepolisian, atau bahkan di kalangan masyarakat biasa.

__ADS_1


 Keriting; orang dalam golongan Keriting terkenal dengan otak mereka yang cemerlang. Mereka pandai memecahkan masalah dan bernegosiasi dengan kata-kata. Hal yang buruk dari mereka umumnya hanyalah kebiasaan mereka yang suka 'menghindari kerugian', dalam arti mereka pelit dari segi manapun. Bukan berarti semua Keriting pelit. Orang Keriting biasa ditemukan di bidang ilmu pendidikan, maupun bidang ilmiah sebagai tenaga pengajar dan ilmuan.


 Hati; orang dalam golongan Hati adalah pecinta kedamaian. Mereka memiliki sifat yang bertolak belakang dengan askar Waru. Mereka baik hati dan mampu mengendalikan emosi mereka. Buruknya para Hati adalah sifat naif mereka—mereka terlalu cepat percaya kepada orang lain dan mudah dibohongi. Para Hati mampu merambah dalam bidang apapun, tetapi umumnya mereka memilih diam dan hanya akan maju jika sangat diperlukan.


 Bertahun-tahun lamanya sistem penggolongan ini diterapkan dan selama ini, tidak ada keluhan apapun. Toh, masyarakat tidak dirugikan dengan pelatihan dari tiap golongan. Justru mereka semakin mahir dan semakin mengasah kemampuan mereka dalam bertahan hidup.

__ADS_1


 Masyarakat bingung. Mereka meminta penjelasan dari kepala pemerintahan, tetapi tidak ada yang tahu-menahu. "Kami tidak menentukan penggolongan," dikutip kepala pemerintahan suatu daerah.


 Karena kericuhan dan keresahan yang terjadi, penggolongan justru menjadi lebih ekstrim. Banyak golongan yang mulai mendirikan basis masing-masing, bahkan menyatakan kekuasaan mereka atas suatu wilayah dan melarang golongan lain bermukim di tempat tersebut. Tapi, hanya golongan Wajik yang sampai mendirikan sebuah dinding tebal yang terbuat dari campuran batu pualam serta semen agar tidak ada golongan lain yang bisa masuk. Tentu saja, tidak semua Wajik memutuskan untuk mengisolasi diri mereka dibalik tembok tersebut. Masih ada Wajik yang lebih memilih untuk berbaur dengan golongan lain.


 Satu pertanyaan yang memegang kunci dari permasalahan ini:

__ADS_1


...Siapa yang menentukan golongan?...


__ADS_2