
Pires merupakah mahluk kegelapan yang ada di planet D'Dark, Pires yang merasa tak ada lagi ada sunber untuk kekuatan mereka, mulai melakukan pencarian sumber kekuatan dan kehidupan mereka, menargetkan Bumi sebagai sumber kelangsungan hidup mereka. Lewat bongkahan-bongkahan batu beaar yang diisi oleh jiwa Pires, mereka mendarat ke bumi. Pendaratan mereka ke bumi yang dikenal sebagai Meteor oleh manusia, tak menduga akan kehadiran Pires.
Daratan di bumi hancur berantakan karena pendaratan para Pires tersebut. Namun, bumi memiliki para manusia terpilih dengan bermacam-macam kekuatan supernatural yang mampu menandingi Pires dikenal oleh Dunia Cronites.
Cronites menyambut Pires dengan kekuatannya, mencoba melindungi Bumi dari tujuan Pires yang mengancam kehidupan manusia.
---------7 tahun yang lalu---------
8 juni 2013
Perang besar terjadi di belahan bumi melibatkan Cronites dan Pires yang sangat mengguncang beberapa negara di dunia.
sang penguasa Pires Bhagiah berusaha menginvasi bumi dari manusia. Bhagiah yang menginginkan hunian baru bagi Pires, mengerahkan semua pasukannya ke berbagai negara untuk mengambil alih di beberapa negara.
Penyerangan Pires pada umat manusia yang berlangsung tanpa belas kasih, sedikitput tak diperlihatkan oleh Bhagiah sebagai penguasa Pires.
Peperangan yang penuh akan darah disetiap harinya....
Suara jerit dan tangis yang selaly mengisi tiap harinya...
Membuat umat manusia hanya bisa berharap pada Cronites dan berdoa untuk keselamatan mereka. Karena hanya Croniteslah menjadi satu-satunya harapan manusia melawan Pires...
Peperangan yang terjadi diberbagai negara terus berlangsung tak hentinya.
Ancaman Pires yang selalu membayangi manusia, tak bisa berbuat lebih selain kekuatan para Cronites yang terus menghadapi Pires yang tiada habisnya.
Namun... Selama peperangan maut antara Cronites dan Pires yang berlangsung ada seorang Cronites yang menjadi sorotan besar dunia. Yakni peperangan yang terjadi di Bandung, Indonesia. Bahkan itu tak bisa dianggap sebagai peperangan karena hanya diselesaikan oleh seorang diri Cronites tersebut dalam jangan waktu satu jam.
Seorang Cronites yang identitasnya tak diketahui oleh siapapun itu, menghilang setelah pembasmian Pires di Bandung. Hingga Pires tersebut di juluki HARUMA (Harapan Umat Manusia) oleh Dunia.
Peristiwa awal invasi Pires ini dikenal sebagai 'Tragedi Awal 8 juni'.
Kamis, 28 Febuari 2020.
Bunyi bel sekolah menandakan istirahat kelas berbunyi dengan keras.
Seorang siswa SMA pemalas yang duduk di pojok belakang dekat jendela, terbangun dengan mata yang masih setengah tertutup karena masih menahan kantuknya. Sambil menahan nafas, siswa itu kembali menempelkan kepalanya di meja dan memejamkan matanya.
"Buuukk!!!" suara buku terhempas di atas meja siswa yang tertidur itu.
"Akiooooooo.... Sampai kapan kau ini akan terus-terusan tidur sihh!!!" teriak Keyla teman Akio dengan nada yang keras.
“kau ini selalu saja tertidur tiap kali pelajaran bu Isti, dasar kau ini!!! tidak pernah
berubah sejak pertama masuk sekolah Akio”
Akio yang terbangun oleh teriakan Keyla malah mengabaikannya. Keyla yang melihat Akio terbangun terus mengoceh menceramahi Akio. Tapi Akio tak menanggapi ocehan Keyla satu katapun, Keyla terus saja mengoceh walaupun Akio tak menanggapinya..
Akio memang tersadar namun terlihat seperti raga tanpa jiwa.
“ahhhh sialan kau ini... Sudahlah! Ini buku yang kemarin kubilang padamu, tentang Haruma si Cronites misterius"
Akio masih tak bersuara menanggapi Keyla, dengan tubuh yang kaku, tak bergerak sedikitpun kecuali matanya yang berkedip secara perlahan.
"ngehek juga nih anak.. yasudah! aku ke kantin dulu, ini bekal kalah taruhanku sialan”
Akio dan Keyla selalu bertaruh setiap kali ada pertandingan basket antar sekolah, tapi bukan bertaruh uang melainkan makanan bagi yang memenangkan taruhan.
Keyla pergi dengan wajah yang suram meninggalkan Akio.
Setelah Keyla keluar melewati pintu kelas, Akio perlahan mengambil bekal kotak biru corak panda di atas mejanya dengan tangan kirinya dan mata yang masih tersayup. Akio juga mengambil earphone hitam favoritnya di dalam tas punggung warna cokelat sekolahnya.
__ADS_1
Akio beranjak dari tempat duduknya, lalu pergi ke atap sekolah tempat biasa Akio bersantai menghabiskan jam istirahat sekolah.
Cuaca yang sangat mendukung dengan pemandangan langit biru terang yang menjadi ketenangan hati dan pikiran Akio adalah hal paling disukainya, namun suara orang-orang yang ada di sekitar sekolah mengganggunya.
"Creeekkkk" suara pintu atap sekolah terbuka.
Muncul lah seorang gadis dengan paras cantik nan menawan, dan bermata cokelat serta berambut panjang, dengan botol minuman rasa jeruk ditangan kanannya keluar dari balik pintu dan berjalan mendekati pembatas pagar atap.
Akio yang spontan melihatnya karena suara pintu itu, terpaku untuk sementara.
Lalu Akuo memakai earphone favoritnya yang ada ditangan kirinya sedari tadi dan memutar lagu Indie yang merupakan sumber ketenangannya. Sembari mendengar lagu yang diputar, ia membuka bekal makanan yang ia menangkan dari Keyla dan menyantapnya dengan perlahan.
"tap.. taapp.. tapp.." suara langkah kaki.
Akio yang sedang menikmati makanan, terhenti sementara pada lahapan kelimanya.
Seorang gadis yang tadinya sedang memandangi orang-orang disekitar sekolah dari pembatas atap tersebut, berjalan mendekati Akio langkah demi langkah.
“uhuk... hai.. sedang apa kamu disini emmmm...nama???” ucap gadis itu dengan nada yang lembut dan sopan.
“ehhh??“ Akio hanya menatap gadis itu tanpa kata-kata.
"ewww.. pedih kali" ucap gadis itu termanyun.
"haha.. Akio Denta, panggil saja Akio” ucap Akio dengan memberi senyuman tipis pada gadis itu lalu kembali melahap
makanannya.
“ohh namamu Akio toh.. senang bertemu denganmu Akio, perkenalkan aku Mishall dari kelas 11.. Apa boleh aku duduk gabung disebelahmu?"
Akio merasa kaku dengan ucapan dan ekpresi yang diperlihatkan Mishall. Lebih memilih untuk diam dan mengabaikannya saja.
"cantik sih.. Tapi keliatan cerewet, diemin aja deh" gumam Akio dalam hatinya.
"hmmm.."
Mishall yang melihat respon Akio tersebut hanya diam dan tersenyum saja.
“ya sudah Akio, maaf mengganggu wakyumu.. sampai nanti, kuharap kita bisa bertemu lagi yah nantinya he he” ucap Mishall sambil terkekeh.
Mishall pun melangkah pergi meninggalkan Akio sendiri yang asik sendiri, karena pikir Mishall... Ia hanya akan menganggu Akio yang ingin sendiri.
Akio yang melihat Mishall sepintas telah pergi, terus saja makan hingga Akio habis makanannya.
Tapi Akio baru sadar kalo minumannya masih tertinggal di laci mejanya karena kedua tangannya yang sudah oenuh oleh earphone dan bekal membuatnya lupa dengan minumannya. Dengan nafas yang berat, Akio terengah-engah karena makanan yang masih belum turun sepenuhnya melalui tenggorokannya.
Sampai Akio tak sengaja melihat botol minuman milik Mishall yang tertinggal di atas penyanggah pagar pembatas. Dengan naluri manusia yang sedang tersendat makanan, Akio langsung berlari ke arah botol minuman tersebut. Tanpa pikir panjang lagi Akio langsung meminumnya hingga tak tersisa.
"uwahhh... mantapp hahaha" ucap Akio lega
"creeeakkkk..." tiba-tiba suara pintu atap sekolah kembali terbuka.
Tak disangka ternyata Mishall yang dari tadi menunggu dibalik pintu sambil mengintip Akio.. kembali hadir dihadapan Akio dengan wajah kemenangan.
"setannn!" spontan keluar dari mulut Akio.
Sontak saja Akio terkejut dan tersipu malu makan malu, karena baru saja ia menghabiskan minuman yang ditinggalkan Mishall beberapa saat yang lalu.
Dengan senyum bodoh, Akio hanya bisa menatap Mishall pasrah sembari melepas earphone hitam yang menempel di telinganya.
“ehehehe ada Mishall.. ada apa shall kembali kesini hehe” ucao Akio polos.
Tentu saja Mishall yang melihat ekspresi dan tingkah Akio tertawa tak bisa menahannya. Karena sesuai dugaan Mishall, Akio pasti akan meminum minuman yang ia tinggalkan.
__ADS_1
"ngakaakk hahaha... Ihhh maluu wehhh hahaha" Mishall terus terus tertawa hingga air matanya keluar.
“Akio bodohh, coba kamu perhatikan yang ada dibawah botol itu haha"
Langsung Akio mengecek botol minum itu, benar saja ada kertas yang tertempel di bawah botol minum itu.
‘kena kau bego haha... jangan diminum! Kalau meminumnya, harus mendengarkan apa permintaanku. Tertanda Mishall’
“laknat! konyol sekali.. pasti ini sudah direncanakannya, sialan" ucap Akio setelah membaca yang tertulis dikertas tersebut.
“bahahaha jangan kau sebut rencana dong Akio, terdengar mengerikan hahaha"
"*hoeehh.. gadis laknat, baru ketemu sudah ada mau" gumam Akio pasrah
"eeheeemm! Baiklah Akio, karena kau sudah meminumnya akan kukatakan permintaanku padamu hohoho” ucap Mishall dengan nada yang menggoda*
Akio yang termakan jebakan Mishall hanya bisa pasrah dengan permintaan Mishall padanya. Walaupun jebakan minuman terdengar konyol bagi Akio, tapi ia termakan
jebakannya juga.
"*ehhhh.. bego begooo.." gumam Akio tertawa kecil karena berhasil membuatnya sedikit terhibur.
“baiklah... Jadi apa yang kau minta dariku Mishall ?”
“okeehhh... jadi begini loh Akio Denta, sebenarnya aku mau kau menjemput adikku di bandara jam 11 nanti"
"Laknat.. kau pikir aku apaan hoehh"
"hihihi tolong yah Akio, lagian kan kau cuma tidur dikelas muluu, jadi kepalangam aja hehe, jadi kupikir.. Yaahhh gak apalah kalau kamu bolos dikit” ucap Mishal dengan bola mata yang tak berhenti bergerak ke kiri dan ke kanan.
“Haaaa? Haaaaaa??? Gilaaaaaa!!! aku gak mau! Bagamana mungkin aku menerimanya
hanya untuk sebotol minuman, setengah pula gak penuh. No no no, jangan remehin siswa teladan Mishall”
"yahh.. kasian sekali adikku yang malang" ucap Mishall dengan memelas*
Dengan berekspresi sedih, Mishall menundukkan kepalanya dengan penuh penghayatan ia berbalik dan melangkah perlahan meninggalkan Akio.
Walaupun ini hanya akal-akalan Mishall saja untuk meminta belas kasih dari Akio, karena Mishall tahu Akio pasti akan menolongnya dengan cara seperti ini. Perlahan melangkah hingga mendekati pintu, Mishall mulai khawatir..
"kok gak ada panggilan sih Akio.." gumam Mishall dalam hatinya
Mishall menjadi semakin khawatir...
“Baiklah!“
Mishall langsung berbalik. "yeesssss berhasil... hehehe" Mishall merasa lega
"Baiklah Mishall akan kulakukan permintaanmu. Jadi berhentilah membuatku seperti orang yang laknat sepertimu”
Mishall yang mendengar ucapan dari Akio pun merasa bebas, dengan senyum bahagia karena tugas yang diberikan ibunya Mishall untuk menjemput adiknya, telah terselesaikan.
“tapi mengapa harus aku? kita baru ketemu beberapa menit yang lalu?”
"iyaa karena aku percaya kau Akio hihi"
"haa" Akio terbengong
"yaa bagimu kita baru bertemu beberapa menit yang lalu, tapi bagiku kita sudah bertemu 7 tahun yang lalu Akio, tidak... maksudku HARUMA". Ucap Mishall yang merubah sorot matanya mejadi tajam.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Bersambung...
__ADS_1