Awal & Akhir - 8 Juni

Awal & Akhir - 8 Juni
Chapter V - Tidak Mungkin!


__ADS_3


“wahh cantik.. imutnyaa pengen nyubit deh.. woaahh idaman sekalii” ucap banyak siswa di depan kelas 10-A


Banyak sekali siswa yang berbondong melihat murid pindahan tersebut, tak sedikit pula siswi yang melihat seperti apa sosok murid pindahan tersebut.


"Brukkkk,, suara tabrakan antara 2 orang karena banyaknyak siswa-siswi di depan kelas 10-A.


ternyata yang menabrak adalah Keyla yang tak sengaja menabarak siswa di depannya, karena ada dorongan dari murid-murid dibelakangnya yang membuat Keyla tak sengaja menodai baju siswa tersebut kena saos bakso bakar. Yang dipegang Keyla.


Ternyata siswa yang ditabrak oleh Keyla adalah Reko siswa kelas 12 yang dikenal karena kenakalan dan juga dikenal sekolah sebagai banteng merah sekolah.


“maaf, maafin aku,, aku gak sengaja kak aku juga didorong dari belakang kak” ucap


Keyla yang ketakutan karena menodai saos di baju pramuka Reko.


“maaf maaf, matamu maaf kau gak lihat bajuku jadi kotor gini karena ulahmu


haa?” seringai Reko dengan nada kesal.


Siswa-siswi yang melihat amukan Reko pun mencoba untuk melerainya, tapi saat


ada seorang siswa yang mencoba untuk memisahkannya, tiba-tiba..


"Puukkkk,,, suara pukulan yang menghantam siswa tersebut yang mencoba melerai"


“apa kau! jangan sok jadi pahlawan, berani sekali menahanku brengsek” ucap Reko dengan sorot mata tajam


Para murid yang melihat siswa keba pukul oleh Reko sampai jatuh pun menjadi takut untuk menahan amarah Reko.


Keyla yang hanya menunduk dari tadi sambil meminta maaf terus menerus pun tak juga membuat emosi Reko meredam.


“dasar gadis sialan, kau gak tau siapa aku?” ucap Reko sambil memukul dadanya sendiri dengan keras


Tiba-tiba plastik bakso bakar yang dipegang Keyla di tangan kanannya dirampas oleh Reko dengan cepat. Reko yang semakin tak bisa membendung amarahnya karena perbuatan


Keyla membalas perbuatan Keyla tersebut.


Sesaat Reko hendak menumpahkan bakso bakar dan saos di atas kepala Keyla,


tiba-tiba ada sebuah tangan yang mencengkram menahan tangan kanan berkulit gelap Reko. Tentu saja Reko tak terima dengan perlakuan tersebut, lalu memukul siswa yang menahan tangannya dengan tangan kirinya, tetapi pukulan Reko semuanya meleset.


“Membalas perbuatan yang gak disengaja, oleh perempuan pula, parahh” ucap siswa tersebut dengan tatapan yang dingin.


“beraninya kauu brengsek, akan kuhabisi kauuu!!!” teriak Reko melancarkan pukulannya


Tapu tetap saja semua pukulan yang dilancarkan Reko berhasil di hindari oleh siswa tersebut.


Reko yang semakin memanas karena tak juga mengenai siswa tersebut pun menjatuhkan bakso bakar yang dipegang di tangan kanannya itu.

__ADS_1


“cari mati sekali kau ini**!!! ”


tiba-tiba suara lantang dari Keyla menghentikan perkelahian itu sesaat.


“hentikan Akio jangan ikut campur! ini emang salahku, jadi jangan buat dirimu terjebak masalahku” teriak Keyla sambil menangis.


“hey Key, sudah sudah jangan nangis dong lagian kan ini bakso bakar aku yang pesen dari kamu. Jadi, ini juga urusanku Key” ucap Akio lembut sambil mengelus kepala Keyla


“sudah kau kembali saja ke kelas, biar aku yang menyelesaikan masalah ini yah” ucap


Akio dengan tersenyum seakan baik-baik saja nantinya.


“Baiklah baboon, kalau kau memang ingin menyelesaikan masalah ini, kau tunggu di depan gerbang pas pulang sekolah, biar kita selesaikan urusan kita ini nanti”


“hahaha baiklah.. Bakal kuabisin kau nanti” ucap Reko setuju dengan pendapat Akio


Akio pun langsung mengambil bakso bakar nya yang dibeli Keyla di atas lantai dekat dengan kaki Reko. Tapi pas Akio mulai berdiri kembali, betapa terkejutnya Akio saat melihat apa yang ada di depannya.


“gak mungkin..” ucap Akio bergetar


ternyata murid pindahan yang menjadi trending topik sekolah adalah Ellia, mantan kekasih Akio.


"Ell.." gumam Akio


Tak sempat mengobrol dengan Ellia, suara bel masuk kelas berbunyi.


------------------


Bahkan sampai sepulang sekolah, Akio tetap tak bergeming dari tempat duduknya hingga para murid meninggalkan kelas.


"huuufftt, makin berat aja" gumam Akio sambil mengehela nafas dengan panjang


Saat Akio hendak berdiri dari tempat duduknya, dilihatnya Keyla sudah berdiri dekat meja guru dengan ekspresi sedih karena merasa bersalah atas kejadian pas istirahat tadi.


Akio yang melihat Kelya terlihat sedih, berjalan mendekati Keyla dengan senyuman terbaiknya.


"kok jelek banget wajahmu Key, hahaha" ucap Akio bercanda menghibur Keyla


"apa kau benar-benar akan melawan Reko?" ucap Keyla pelan.


"oohhh, kupikir tadi kenapa sampai wajahmu menjadi jelek seperti itu Key, ternyata soal baboon tadi toh"


"udah gak perlu khawatir Key, aku akan mengurusnya... Kau pulanglah saja key" ucao Akio tersenyum


Saat akio berjalan keluar pintu kelas, ternyata sudah ada Mishall yang sedang menunggunya dengan tangan kanan dikantong celana dan tangan kiri memegangi earphone yang menempel ditelinganya. Saat Mishall melihat Akio keluar kelas sonfak Mishall langsung melepas earphone dari telinganya.


"akhirnya kau keluar, lama juga yah menunggumu keluar kelas saja Akio haha" ucap Mishall dengan nada lembut.


"aysss apalagi sih ini huuff, bagaimana mungkin hariku ini penuh gangguan seperti ini" ucap Akio dengan nada kesal sambil menggelengkan kepalanya pelan.

__ADS_1


"hei Akio, sebenarnya ada sesuatu yg ingin kubicarakan denganmu"


"hemmm.. kalo gity aku ada banyak hal yang ingin kubicarakan padamu Mishall" ucap Akio dengan jengkel.


Akio mengajak Mishall ke atap untuk berbicara tentang apa yang ingin disampaikannya.


Setelah sampai di atap sekolah, Skio langsung memulai pembicaraan.


"Baiklah Mishall, apa-apan mengenai Ellia yang pindah ke sekolah ini, kenapa kau tidak memberitahukan ku soal ini? Kenapa harus disekolah ini? Kenapa pula kau bisa jadi kakaknya? Haa?" ucao Akio penuh tanya sejak tadi


"hahaha,, kau ini tidak bisa santai saja apa kalau bertanya, tenang saja aku akan menjawabnya, jadi santeeey saja yah teman" dengan nada mengejek Mishall yang tak tahan melihat mimik wajah Akio


"jadi Akiooo, pertama aku juga terkejut mengenai pindahnya adikku ke sekolah ini, lagian aku juga baru diberitahu saat akan berangkat sekolah pagi tadi "


"ibu dan adik macam apa yang tega bertindak tanpa memberitahukan kepadaku duluu, huaaa" ucap Mishall sambil merengek kepada Akio


"uhuk uhuk! maaf jadi kebawa suasana, terus yang kedua dia pindah kesini karena katanya rindu ingin bertemu denganmu, tapi jangan kau beritahu dia!!!"


"dan yang ketiga, apa maksud pertanyanmu haa? Kau pikir kami ini tidak mirip? Yah walaupun dia terlihat sedikit lebih imut dariku sih hahaha"


"hemmm gitu toh..."


Akio yang merasa kurang puas dengan jawaban Mishall hanya bisa menerima saja dengan jawaban Mishall.


walaupun sebenarnya Akio juga merasa senang karena Ellia berada satu sekolah dengannya, tapi karena gengsi.. Akio menutupinya.


"okedeh Shell, kuterima jawabanmu"


"udah gitu doang?" ucap Mishall terpelongok mendengar respon Akio yang begitu


"Baiklah silahkan apa yang mau kau bicarakan denganku Mishall?"


Dengan tenang...


Mishall mengambil ponsel di kantong tas merahnya, dan langsung mengarahkan pesan dari PCI (Pondasi Cronites Indonesia) ke depan mata Akio.


Nama pengirim: PCI


---------------------------------


'Diberitahukan kepada Cronites, bahwa akan diadakan pertemuan penting di PCI Bogor mengenai pergerakan Pires, pada Sabtu, 2 Maret. Pukul 4:30 WIb. Dimohon kehadirannya wahai Cronites. Sekian terimakasih!'


 


---------------------------------


Bersambung...


 

__ADS_1


__ADS_2