
"ii..iya Ell.. sesuai dugaanmu, aku disini menggantikan kakakmu untuk menjemputmu”
“bagaimana bisa...??? haduhh, kau pasti kena jebakannya kan?" tanya Ellia penasaran.
“yaa bisa dibilang begitu sihh... panjang ceritanya Ell nanti aja kuceritakan padamu yah. Soalnya aku masih di jam sekolah sekarang ini” ucap Akio dengan nada pelan.
“hahaha... kau ini Kin masih aja gak berubah yah, selalu berbuat kebaikan dan menyulitkanmu sendir. Jdi membuatmu terlihat bodoh loh Kin, yah senggaknya pikirkan juga dirimu” ucap Ellia sambil tersenyum dan menyentil kening Akio tanpa tersadar.
"eehh maaf Kin.." ucap Ellia tak sengaja menyentil kening Akio karena kebiasaannya ketika Akio berbuat ceroboh saat masih menjalin hubungan bersama.
Dengan apa yang dilakukan Ellia barusan membuat pikiran Akio terlintas ingat akan
kenangan-kenangan indah mereka dulu.
Dengan mimik muka sedih, Akio melangkahkan kakinya berjalan diikuti Ellia dibelakangnya.
Sesampainya di dalam mobil, Akio dan Ellia hanya terdiam tanpa satu kata pun terucap dari mereka berdua karena tak ada yang berani membuka topik pembicaraan, hanya lagu-lagu yang terputar di mobil saja menjadi suara selama perjalanan mereka menuju rumah Ellia.
Akio yang kebingungan untuk memulai percakapan apa, begitu juga dengan Ellia yang pipinya dari tadi memerah dari pertama ia bertemu dengan Akio, memberanikan dirinya untuk memulai pembicaraan.
“anuu.. Ell kenapa kau kembali ke palembang? Memangnya kau tidak lagi tinggal di Bandung, atau hanya berlibur disini?” tanya Akio memulai percakapan karena suasana didalam mobil sungguh mencekam.
“emm.. aku pindah kesini Kin, aku tak mampu berlama-lama jauh dari ibuku, aku juga mau ketemu kakak perempuanku, lalu pacarku hihihi” ucap Ellia sambil tertawa kecil.
“apaa?? pacar??? Serius kau Ell?? cepet banget kau melupakanku Ell" ucap Akio terkejut yang tak terima Ellia sudah ada pacar baru.
Ellia hnya diam saja tak menanggapi.
"tapi baguslah kalo kau sudah menemukan sosok baru yang dapat mengembalikan senyummu Ell” ucap Akio berusaha tegar.
“iya kuharap juga begitu Kin, semoga dia bisa mengembalikan senyumku lagi seperti
dulu” ucap Akio santai, namun tertawa dalam hatinya.
"iyadeh Ell, semoga saja yah.. Semoga langgeng yah" ucap Akio sok kuat padahal hatinya teriris tak terima.
"emmm.. makasih Kin" ucap Ellia menutup pembicaraan.
Setibanya di rumah Ellia, Akio diam, sembari menunggu Ellia turun dari mobil.
“sampai nanti yah Ell, aku pergi dulu" ucap Akio dengan mimik sedih.
"iya Kin, jangn ngebut-ngebut yah"
"liat nanti yaa Ell hehe.. Soalnya bisa gawat kalau aku terlalu lama bolos pelajaran hahaha”
"iya Kin, makasih yah tumpangannya. Hati-hati dijalan yah kin”
Dengan cepat Akio langsung menginjak pedal gas mobil menuju kembali ke sekolah. Selama perjalanan menuju sekolah, Akio tidak bisa berpikir dengan jernih karena pertemuannya dengan Ellia barusan, apalagi dengan pernyataan Ellia yang sudah ada pacar membuat hati Akio bersedih.
“bagaimana mungkin ia sudah mendapatkan pacar baru, tapi bukan salahnya juga sih,
tapi tetap saja tidak adil kan? Huaaaaaa mengapa dia bisa memulai hubungan baru dan aku gak hufftt” ucap Akio dengan nafas berat.
Akio bergumam dengan dirinya sendiri.
Setibanya di depan toko 606, Akio berpikir bahwa akan lebih baik dia membalas
kejahilan Mishall yang tadi. Apalagi dengan suasana hatinya yang masih bersedih, Akio memarkir mobil Mishall di depan studio Reta, yang cukup jauh jaraknya dari toko 606.
Pukul 12:15
__ADS_1
5 menit lagi sebelum istirahat kedua dimulai.
Sembari menunggu bel istirahat kedua berbunyi, Akio kembali memutarkan lagu Endah n Resha “When you love someone” di mobil, karena akan bahaya jika ia keluar dari mobil di area sekitar sekolah dengan seragam sekolah yang dipakainya.
"When you love someone, Just be brave to say... that you want him to be with you~"
Lirik demi lirik terus menusuk hati Akio yang masih tak terima.
Namun, lewat lagu ini Akio bisa merasakan ketenangan yang sesungguhnya dari hati lemahnya itu. Perlahan Akio menutup matanya dan mengingat masa-masa indahnya dengan Ellia kembali.
"Tok tok tok..." suara ketukan di kaca mobil terdengar dengan keras dari dalam mobil.
Akio yang tak sadar karena ketiduran, terbangun dari tidurnya dan memelekkan matanya sembari membuka kunci mobil yang terkunci dari dalam.
Setelah cukup lama sadar, barulah Akio ingat kalo dia masih di jam sekolah... betapa terkejutnya Akio melihat siapa yang ada didepan kaca mobil tersebut.
"Miiiii... Mishall??? Gakk mungkin!!!” ucap Akio sambil melihat jam ditangan kirinya, waktu menunjukkan pukul 14:18.
“Matilahh aku, kenapa aku bisa tertidur di saat masa depanku sedang terancam seperti
ini!!!!”
"pluuggh..." Suara pintu mobil sebelah kiri yang terbuka.
Mishall yang masuk dengan tertawa tak terbahak bahak duduk di dalam mobil.
“bhahaha begook begoook...bagaimana tidurmu Akio, lelapkah? Enakkah??? Hahaha” Mishal yang bicara sambil tertawa pun tak bisa menghentikan tawanya sampai nangis tak bisa menahan.
“Siaallll!!! gumana mungkin aku bisa ketiduran yang cuma dalam hitungan menit sampai aku berteleport ke atap sekolahh. Mati aku,
habislah nasibku di sekolah ini!!” teriak Akio dengan wajah yang cemas.
SMA Tunas Bangsa adalah sekolah yang dikenal dengan kedisiplinannya,
sekolah ini tidak akan mentoleransi perbuatan buruk yang dilakukan siswa.
“bagaimana mungkin bisa aku gak ketahuan Shell???”
“aku menggunakan kekuatan pikiranku pada guru-guru yang mengajar tadi”
Akio terheran, karena tidak sadar kalau ternyata mereka berdua berada dikelas yang
sama. Memang Akio adalah orang tidak memperdulikan sekitarnya, karena di dalam kelas hanya Keyla yang menjadi teman bicara sekaligus penggagunya.
"makasihh lohh Shall... Hiks hiks hiks" ucap Akio merengek yang langsung memegang tangan Mishal dengan kedua tangannya.
"iihhhh... udahh ahh" ucap Mishall melepas pegangan tangan Akio
“baiklah.. Kau mau kuantar pulang atau mau kemana Akio? Atau kau mau mampir
kerumahku dulu?? Hahaha”
“gak perlu, aku bisa pulang sendiri kok"
"hahaha gimana tadi ceritanya? Lancar? " ucap Mishall menggoda
"apaansihh.. Udah ah aku pulang dulu Mishall
sampai nanti” ucap Akio sambil membuka pintu mobil.
“heii Akiooo....”
Mendengar panggilan Mishall, Akio membalikan wajahnya ke arah Mishall.
__ADS_1
"kleetokk!!!" Tak disangka Mishall membalas sentilan yang dilakukan Akio saat pelajaran sedang berlangsung tadi.
Mishall yang sangat sulit menemukan mobilnya diparkir dimana juga di jahili Akio.
"Akio yang memarkir mobil Mishall jauh ditempat parkir sebelumnya, lupa karena ketiduran"
“hehehe impas kan” ucap Mishall terkekeh.
Akio yang menerima sentilan dari Mishall hanya menatap dingin dengan mimik yang
flat.
"Hoeehhh.."
Akio membuka pintu mobil dan menutupnya kembali setelah keluar dari mobil.
Akio pun berjalan meninggalkan mobil merah milik Mishall.
Setelah berjalan cukup jauh, Akio yang melihat mobil Mishall cukup dekat disebelahnya menghentikan langkahnya.
“apalagi sih ini” kata Akio dengan nada kesal.
"Ssrittttt..." suara kaca mobil yang turun.
“heii Akio, kau melupakan tasmu” ucap Mishall dengan senyuman.
"tangkap!" ucap Mishall sambil melempar tas cokelat Akio lewat kaca mobil yang terbuka.
“baiklah... Aku duluan yah, sampai nanti Akio” ucap Mishall dan melaju meninggalkan Akio.
Jumat, 1 Maret 2020.
Di kediaman rumah Mishall dan Ellia.
“Elli apa kau serius dengan pilihanmu ini? Kau gak benar-benar akan melakukannya
kan?
“hihihi tenang aja kok kak, aku gak akan menganggumu.. lagian semuanya udah
diatur oleh mama”
“maaaa, bener semuanya udah mama urus? Kok gak bilang-bilang dulu denganku ma?”
“udah tenang aja nak, kau cukup jaga adikmu saja yah nanti. Sudah cepat habiskan sarapan
kalian nanti telat loh” sambil mencubit pipi Mishall yang termanyun.
"Beep.." suara pesan notifikasi dari ponsel Mishall.
Mishall yang mendengarnya spontan mengambil ponselnya yang ada diatas meja makan dekat dengan sarapan Mishall, sesaat ia melihat isi pesan dari ponselnya... Mishall tiba-tiba menjadi kegirangan karena isi pesan yang diterimanya bahwa akan ada pertemuan para Cronites Indonesia pada sabtu sore besok di PCI Bogor.
“uncchh akhirnya~ aku bisa bertemu dengan Azka lagi, bahagianya hihihi” gumam Mishall dengan mata tertutup, sambil menghayalkan wajah Azka”
"helleehh bucin (budak Cinta).." gumam Ellia.
"bodookkk.. weeekkk!!!"
Bel masuk sekolah berbunyi, para siswa mulai berdatangan masuk ke dalam kelas masing-masing.
Suara ribut di kelas 11-B pun masih terdengar, karena guru masih belum masuk untuk memulai pelajaran. Karena mendengar rumor bahwa akan ada siswi pindahan di sekolah, para siswa sibuk memperbincangkan tentang hal tersebut. Banyak sekali siswa laki-laki yang menantikan sosok siswi pindahan tersebut karena jarang sekali ada murid pindahan di sekolah ini.
-----------------------------------------------
__ADS_1
Bersambung...