
"apa kau menangis karena ciumanku Ell?" tanya Akio dengan lembut sembari menghapus air matanya
Ellia hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan
"lalu mengapa kau menangis hatiku?" tanya Akio sambil mengusap rambutnya dengan halus
"gak ada kok Kin.. aku cuman lagi pengen nangis aja hehe" jawab Ellia dengan senyuman dan air mata yang masih terus keluar
Akio yang bingung dengan situasi sekarang, tak tau harus berbuat apa ketika seorang gadis yang sangat dicintainya menangis. Dengan lembut, Akio kembali memeluk Ellia dalam kehangatan tubuhnya.
"ohh iya Ell kamu mau sarapan apa? Biar aku masakin deg" ucap Akio mencairkan suasana yang terasa panas dikeduanya
"apa aja Kin, asal kamu yang buat" jawab Ellia yang masih terisak akan tangisnya
"heem okedeh, kita cek isi kulkas nanti yah apa yang bisa dimasak hehe"
Setelah beberapa menit mereka berpelukan, akhirnya Ellia melepaskan pelukannya dari Akio dengan perlahan sambil mengusap matanya
"oh iya Kin, bagaimana dengan sekolah kita?" tanya Ellia yang terlintas pikirannya dengan sekolah
"tenang kok Ell, semuanya udah diurus sama Ketua.. kita tinggal menikmati waktu kita dulu selama sebulan ini" ucap Akio dengan tersenyum menghiasi jawabannya.
"syukur deh kalo gitu, yook Kin masak.. jadi laper deh pas kamu bilang mau masak hehe" ucap Ellia sambil bangkit dari duduknya
"okedehh.. kalo aku masak, kamu ngapain Ell?"
"iya aku merhatiin kamu aja Kin hihihi, siaoa tau kamu bisa gantiin peran istri kan hahaha"
"heemm kalo aku yanh berperan sebagai istri, berarti kamu yang cari uang buat keluarga kita nanti yah hahaha"
"yaah gapapa Kin, asal kamu juga sanggup gantiin aku yang melahirkan anak kita nanti"
"buseett... Ampuun deh Ell" ucap Akio mengaku kalah
"dasar lemah sekali kau ini kalo soal berkata kata Kin Kinnn"
Setelah beberapa langkah ke dapur, Ellia yang dari tadi penasaran dengan apa saja isi kulkas seorang cowok yang selalu ditinggal sendiri ini, menantikannya sambil mengambil buah pir yang tersedia di atas meja makan.
Akio yang perlahan membuka kulkasnya, diam sementara menatap isi kulkasnya mencari bahan apa yang akan dimasaknya nanti.
Di sisi lain, Ellia yang cukup bangga dengan persiapan makanan yang ada dibalik kulkas Akio.. Memantapkan pilihannya jika Akio benar-benar orang yang cocok untuk suaminya nanti.
"kamu mau Ayam apa ikan sebagai bahan utamanya Ell?" tanya Akio sambil mencari rempah rembah sebagai bahan tambahan
"heem.. Keduanya boleh Kin? Hehe"
"yaa satu aja atuh neng, kalo ikan yah ikan.. Kalo ayam yah ayam, jangan banyak masakan nanti nggak habis lohh"
"heemmm padahal pengen dua duanya huhuh, yaudah aku mau ikan aja deh.. Terserah sang koki mau masaknya di gimanakan, jangan tanya penikmat yah hehehe"
__ADS_1
"hooeeehh dasar kau ini"
Setelah Akio mendapatkan bahan apa saja yang dibutuhkan, Akio mulai memasak sambil mengambil clemek yang tergantung didekat kulkas.
"iihh.. Nggak pakai baju dulu kamu Kin, pede banget dengan bentuk tubuhmu" ucap Ellia sambil memaikan bibirnya menggoda Akio
"males ngambilnya Ell, kamu aja ambilin baju aku di lemari yah" ucap Akio tak melihat Ellia yang sibuk memasak
"okaayy Jendrall!!" jawab Ellia tegas
Ellia yang langsung pergi kembali ke kamar, langsung mengecek isi lemari pakaian Akio memilih baju yang pas dari balik lemari.
"ewww.. Hitam semua warna bajunya" gumam Ellia dengan ekspresi lemas
"benar-benar gak ada warna bajunya kayak orangnya ini hihihi"
Ellia yang telah memilih baju, langsung mengambilnya dan bergegas kembali ke dapur.
"Kiiinnn tangkap" teriak Ellia sambil melempar baju yang telah diambilnya dari lemari Akio
"haaappp... terimakasih Ell" sahut Akio yang membuka clemek nya oerlahan dan memakai baju yang di berikan padanya itu
"tuuh kan enak liatnya hehehe"
"udaah Ell, kamu tunggu aja di ruang keluarga situ.. Nonton kek, apa kek, bisa salah fokus aku nanti pas masak"
"yah nggak sih, cuman aneh aja rasanya kalo masak sambil diliatin oleh kamu.. Apalagi oleh gadis yang sangat mempesona kayak kamu" ucap Akio menggoda Ellia
"heelleeh.. Udah masaklah aja Kin, anggap aja aku gak ada"
"jangan dong.. Kamu selalu ada disini (menujuk dada) El heheh bahaya kalo pacar terbaik sepertinya nggak dianggap walau hanya seditk yang terlewatkan hahaha" ucap Akio gombal
"haduuuh nih anak" gumam Ellia hanya menunduk dan menggelengkan kepalanya
"yaudah deh, aku tunggu di depan yah" ucap Ellia yang perlahan meninggalkan Akio sendiri di dapur
Ellia yang merasa bosan dengan isi tontonan telvisi yang disiarkan, hanya stay di siaran musik sambil merebahkan tubuhnya di sofa sambil tiduran.
Setelah hamoir setengah jam lewat Ellia menunggu, Akio masih juga belum selesai dari masaknya membuat Ellia menjadi jenuh.
"coba nonton berita ajadeh" gumam Ellia sendiri sambil mencari Chanel berita di televisi
'telah resmi dipastikan, Baskoro selaku Ketua PCI menyatakan bahwa akan ada pertempuran besar melawan Pires dalam beberapa bulan kedepan..untukk masyarakat... " suara presenter di televisi membacakan berita
"gerakan awal biar nggak panik yah.." gumam Ellia pelan
Bau harum yang terciuk sampai ke ruang keluarga, membuat Ellia langsung berlari kedapur mengecek apa yang dimasak oleh calon suaminya ini.
"eehh Ell... Tunggu bentar yah, dikit lagi selesai kok" ucap Akio dengan senyuman tipis pada Ellia
__ADS_1
"waaahhh kayaknya enak nih rasanya, baunya aja udah kek gini" ucap Ellia tak sabar menyantap masakan Akio
"Ell... Bisa tolong kamu siapkan piring dan lainnya?"
"amaan Kiinn..." jawab Ellia menyiapkan apa yang dibutuhkan untuk masakan yang akan dihidangkan oleh Akio nanti
"Kiinn... mau makan disini apa di ruang keluarga aja?"
"heemmm kayaknya di ruang keluarga aja deh Ell, lebih nyaman disitu soalnya aku"
"okeeh kalo gituu, aku tunggu didepan yahh... Hihihi" jawab Elli yang telah menyiapkan oiring dan sebaganminya di atas meja makan
Setelah Akio selesai memasak, ia langsung membawa hidangan yang siap disantap oleh mereka ke ruang keluarga menyusul Ellia.
"jrengg jrenggg... Makanan sudahh siapp sayang" ucap Akio dengan senangnya
tentu saja ucapan dan panggilan sayang oleh Akio membuat hatinya menjadi terang karena baru kali ini Akio memanggilnya dengan panggilan sayang.
"iihhh gak mau ahh... norak manggil sayang sayang.." ucap Ellia yang menyanggahnya
Ellia yang sebenarnya sangat senang dengan panggilan yang menyejukkan hatinya, berpura pura menolak panggilan itu karena malu.
"heeemm gak romantis banget ahhh" sahut Akio sambil menghidangkan masakannya di piring
"heem, panggil aku sayang lagi Akintutt bodoooh" teriak Ellia dalam hatinya berharap
"yook Ell, cuci tanganmu lalu kita makan sama-sama" ucao Akio lembut
"heemm padahal pengen dipanggil sayang lagi, gak peka banget si Kintut" gumam Ellia kecewa dalam hatinya.
Ellia yang pergi ke dapur dengan wajah tak senang, mencuci tangannya dengan kesedihan.
"heemm nggak salah dia juga sih, akunya yang bodooh gak bisa berbaur pas dia lagi romantis romantisnya.. Huaaaaa Ellia bego bego begooo ahhhhhhhhhh" teriak Ellia pada hatinya yang lemah namun bersikap sok kuat
Setelah Ellia mencuci tangannya, Ellia kembali ke ruang keluarga dan duduk di sofa bersiap makan dengan wajah yang masam
"loohh kenapa denganmu Ell? Kok cemberut gituu.." tanya Akio heran
"gak ada Kin" jawab Ellia Ketus
Panggilan yang diharapkan Ellia tak juga muncul dari mukut akio membuat mimik muka Ellia semakin masam.
"bodookkk ahhh!!! Berhenti sok kerasss!" teriak Ellia dalam hatinya
"heemm aromanya nikmat sekali... yookk makan sayang" ucap Ellia sambil tersenyum bahagia pada Akio
----------------------------------------
Bersambung...
__ADS_1