Awal & Akhir - 8 Juni

Awal & Akhir - 8 Juni
Chapter XXVIII - Jawaban Hati


__ADS_3

1 maret 2020


Akio yang mendengar suara ponselnya yang terus berbunyi, membuatnya terbangun dari tidur nya lelap. Suara dering ponsel yang terus menerus berbunyi, membuatnya bangkit dari kasur biru mengambil ponsel yang ada di meja bulat sebelah kasurnya.


"hoaam siapa sih menggangu sekali" ucap Akio sambil melihat siapa yang menelponnya di pagi buta


Amarah Akio yang tadinya emosi karena diganggu oleh telepon yang terus berbunyi, mendadak emosinya berubah menjadi lembek


"halo Ell.. tumben kamu nelpon pagi pagi gini hehe"


"udah buruaan bangun Kin, katanya mau nikmati rehat Cronite, malah molor huuf"


"hehe maaf El, lelah banget soalnya"


"udah buruan gih, aku didepan rumahmu tauk buruan keluar"


"eww.. iyaiya tunggu sebentar aku akan keluar" ucap Akio langsung menutup teleponnya


Akio yang masih berantakan dari wajah hingga rambutnya, tak menghiraukannya dan langsung keluar rumah menyambut Ellia


"hehe.. Pagi Ell" salam Akio dengan mimik muka polos


"iihh dasar tukang molor"


"hehe yaudah yok masuk dulu El, aku bersiap bentar"


Ellia yang tak menjawabnya langsung melangkah masuk kerumah Akio tanpa harus diawali oleh Akio.


"hooeehh masih pagi udah suram kayaknya ini" gumam Akio yang juga masuk kerumah


"Kinn mana ayahmu?" tanya Ellia sambil melihat lihat sekitar dalam rumah


"oohhh ayahku masih ada kerjaan katanya, jadi dia nggak bisa pulang untuk 3 hari kedepan" ucap Akio sambil mengambil merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu


"oohh gitu, yaudah buruan mandi gih kok malah bersantai sih Kinnnnnnn" jawab Ellia sambil menarik Akio dari sofa ke kamar mandi


"iyaaa santai aja Ell, ini masih pagi banget loh"ucap Akio sambil menunjuk ke arah jam yang masih pukul 5:45 wib.


"udaah ah Kin, buruan aku tunggu di kamar kamu yah hehe"

__ADS_1


"dimana ajaaa Ell tapi jangan dikamarkuuuuu!!!" teriak Akio spontan menarik tangan Ellia dengan keras


"huaaaa sakiitt Kinn... Kejammm jahaattt" ucap Ellia mengeluarkan akting sedihnya padahal tidak


Akio yang melihat Ellia seperti kesakitan karena genggaman Akio yang spontan tadi, membuat Akio menjadi luluh dan lembek seperti semut terinjak (tak ada suara).


"udah ahh Kin, jahat! aku mau pulang ajalah hiks hiks" ucap Ellia dengan nada keras


"iya deh Ell, anggap rumah sendiri aja huuufft" Akio mengalah


"yasudah aku mandi dulu yah, jangan mengitak atik barang barangku yah Ell" ucap Akio sambil mengambil handuk di dekat kamar mandi lalu masuk kedalam


"siap Kinnn" jawab Ellia sambil tersenyum menanggapi Akio


Ellia yang sudah sngat lama penasaran dengan kamar Akio, akhirnya bisa terwujudkan.


Saat Ellia baru masuk melangkah di kamar Akio, betapa terkejutnya Ellia melihat isi kamar Akio yang dipenuhi dengan foto foto kenangan mereka, dari awal jadian hingga foto terakhir sebelum berpisah.


Tak sampai situ, Ellia mulai terharu dengan foto yang tertempel di bingkai ukuran 24r yang isinya adalah foto foto Ellia yang ia post di sosial media sesudah mereka telah lama putus, sontak membuat hati Ellia menjadi luluh dan tersenyum dengan haru dari hatinya terdalam.


Ellia yang merasa sangat dicintai oleh Akio dengan isi kamarnya, membuat rasa cintanya semakin tumbuh besar.


Suara lagu mulai terdengar cukup keras mengisi kamar Akio, namun disisi lain hati Ellia menjadi semakin luluh karena lagu apa yang terputar.


"Kinnn.. Aku mencintaimu.. Hari ini.. Esok... Dan selamanya" gumam Ellia dengan air mata yang mengalir di pipinya sambil memegang dadanya dengan penuh keharuan.


Ternyata lagu yang terputar tersebut adalah lagu cover dari Ellia yang sudah jauh setelah mereka berpisah, Ellia yang merasa Akio telah melupakannya saat berpisah dulu, ternyata salah besar dengan aa yang dipikirkannya.


Setelah puas dengan apa yang ada dari balik kamar Akio, Ellia kembali ke ruang keluarga dengan keharuan cinta yang besar dari hatinya, perlahan merebahkan tubuh mungilnya ke sofa yang diduduki oleh Akio tadi.


Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Akio telah selesai dengan mandinya. Akio yang keluar dari kamar mandi tanpa baju dan hanya mengenakan boxer hitam, membuat Ellia sedikit malu, apalagi setelah Ellia melihat isi kamar Akio yang membuat hati Ellia menjadi terombak dengan cinta yang semakin besar padanya.


"kau kenapa Ell?" tanya Akio heran dengan mata Ellia yang terlihat sekali kalau habis nangis


"aku gapapa kok Kin hihihi" jawab Ellia dengan senyuman hangatnya


Akio yang penasaran, berjalan mendekati Ellia dan langsung duduk di sofa sebelah Ellia.


"aku buat salah yah Ell?" tanya Akio bingung

__ADS_1


"eeeeemmmmm..." jawab Ellia menggelengkan kepalanya dengan pelan


Ellia yang merasa hatinya sedang terombang ambing oleh yang dikihatnya tadi, langsung memeluk Akio tanpa baju teesebut dengan pelan sembari meluapkan isi hatinya.


"makasih yah Kin.. sudah menerangi hatiku penuh dengan bayang dirimu" gumam Ellia pelan yang masih memeluk Akio


Akio yang tak mengerti dengan apa yang terjadi, hanya membalas pelukan Ellia yang membuat hatinya menjadi adem.


"udah belum Ell?" tanya Akio yang merasa sudah cukup lama ia memeluknya


"jangan dilepas Kin, tahan seperti ini dulu..." jawab Ellia dengan nada yang sangat lembut


Akio hanya menurut saja dengan kata kata Ellia tak menggubris dengan apa sebenarnya terjadi sampai membuat Ellia menjadi seperti sekarang.


"Kinn... boleh aku menciummu?" tanya Ellia dengan segenap perasaannya yang tak terbendung


"eehhhh???" Akio hanya mengeluarkan ekspresi bodoh dengan mata yang membulat besar dan mulut yang sedang bengong.


Wajah Ellia yang menempel di dada Akio, perlahan beralih melihat ke wajah Akio dan dengan pelan Ellia menutup matanya dan bersiap untuk mencium Akio


Akio yang melihat kecantikan luar biasa yang dipancarkan dari Ellia, membuat Jantung Akio berdetak dengan cepat apalagi dengan apa yang akan dilakukan oleh Ellia sekarang.


Dengan tarikan nafas yang berat, Akio menenangkan hatinya dan langsung mencium Ellia yang sedari tadi sudah menunggu untuk jawaban hati.


Dengan lembut, Akio mencium bibir merah nan mungil Ellia dengan perlahan.


"kehangatan ini.. rasa ini... sungguh membuat hati yang gelap menjadi terang benderang" gumam Akio dalam hatinya


Ellia yang menikmati lumatan kecil dari ciuman Akio, sungguh membuat hatinya semakin melayang terbang tak terjangkau oleh pikirannya. Tanpa sadar, Ellia menempelkan dadanya ke dada Akio yang tanpa baju tersebut menikmati ciuman dari Akio tersebut.


Dengan ukuran dada yang ideal pada remaja umumnya, Ellia mulai menaikkan romansa percintaan mereka dari ciuman saat ini.


Jantung Akio yang berdegup sangat cepat sekali, tak bisa mengontrol hasratnya lagi.


Namun... Akio yang merasakan basah di pipinya, membuka matanya perlahan yang masih sedang berciuman.


Betapa terkejutnya Akio.. Melihat Ellia menangis dalam ciuman dan pelukan Akio.


-------------------------------------------------

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2