Awal & Akhir - 8 Juni

Awal & Akhir - 8 Juni
Chapter VIII - Jendral vs Kapten


__ADS_3

Akio yang mulai berdiri dari kursinya, membuka suaranya dengat sorot mata yang tajam.


"baiklah biarkan aku untuk serius sebentar teman-teman, jujur aja aku gak mau menunjukkan siapa aku. Akan tetapi.. karena ada sesuatu yang membuat hatiku sedikit remuk, jadi kuharap kalian menerima kepememimpinan untuk kalian sementara" ucap Akio sambil menatap tajam ke arah Rusty.


Suara sorak-sorak dan tepuk tangan mengiringi Jendral baru


"aku gak sehebat yang sejarah kenal, jadi kumohon bantuan kalian teman-teman untuk membantuku dalam membasmi Pires"


Suasana sekitar menjadi lebih panas.


"mengenai apa yang dibicarakan oleh Ketua Baksoro... Maaf maksudku baskoro, aku mau mengambil komando perang untuk melawan Pires di Malaysia, dan aku juga akan memilih tim ku untuk kesana. Kumohon, untuk nama yang kusebutkan bersedia membantuku maju ke medan perang nanti" ucap Akio penuh keseriusan dari sorot matanya


"Airi, Juke, dan Ellia... Mereka yang akan ikut denganku nanti membantu Malaysia"


"heiii!!! ajak aku juga dong, aku ini kapten di PCI harusnya aku lebih pantas dari mereka yang kau sebutkan" ucap Kapten Rusty tak terima dengan keputusan Akio.


Akio yang mendengar ucapan dari Rusty, merasa kesal dengan ucapannya dan mencoba mengujinya itu.


"baiklah Kapten, gimana kalo kau kutawarkan untuk duel melawanku? Jika kau menang, tidak... jika kau berhasil melukai ku saja Kapten... kuberikan komando perang di Malaysia untukmu" ucap Akio menantang Rusty karena tersingung dengsn perkataannya.


"woaahh seru nihh!! beriiiiii Harumaaa... majuu kapten... " Teriak para Cronites menantikannya


Akio dari awal memutuskan untuk lebih serius setelah pengangkatan dirinya sebagai Jendral, tak ada lagi canda tawa yang keluar dari mulutnya.


Rusty yang merasa terhina dengan ucapan Akio langsung menerima tawaran Jendral tanoa panjang pikir lagi.


"berapa lama waktu yang kau inginkan dalam duel ini kapten?"


"1 menit saja kurasa sudah cukup jenderal untuk melukaimu" ucap Rusty dengan percaya diri.


"baiklah, kalo kau bisa bertahan dariku selama itu" ucao Akio dengan tatapan yang masih tajam


Renata yang merupakan Cronites bertipe pelindung, menyiapkan arena duel jendral dan kapten didalam [Cube] nya


"[Protect abadi 4 sis] !" teriak Renata mengeluarkan pelindungnya sebagai arena pertempuran Kapten dan Jendral agar tak menghancurkan Aula.

__ADS_1


Terbentuklah kotak biru transparan dengan ukuran cukup besar yang melayang ditengah aula.


Rusty yang sudah tak sabar daritadi melompat ke dalam kotak tersebut di iringi pula oleh Akio.


"Menutup!!!" ucap Renata pelan


Tertutuplah ruang yang teebuka pada Protect Abadi 4 sisi itu.


"apa kau sudah siap jenderal?" ucap Rusty dengan sorot mata tajam.


"Sringggg..." suara 2 pedang yang dikeluarkan dari sarung Rusty, menyala dengan sinar kekuatannya


"apa kau mau tau mengapa aku bisa dijuluki HARUMA kapten?" tanya Akio pelan


"bacoootttttt!!!" teriak Rusty yang bersiap untuk menyerang Akio


Secepat kedipan mata, Akio yang tadinya berada jauh di depan Rusty tiba-tiba sudah berada diatas kapten berdiri.


"GLEGAARRRRRR!!!" hantaman kuat dari genggaman tangan Akio mendarat tepat di wajah Rusty dari atas. Rusty yang terkena pukulan Akio pun terpental kebawah menembus Protect Abadi milik Renata dengan sangat keras hingga menghancurkan lantai ditengah Aula dengan cukup besar.


Semua mata yang menyaksikan pun melebar besar, tak menyangka sekelas kapten tumbang dalam hitungan detik.


Tak lama Protect Abadi pun menghilang, melihat kondisi Kapten yang terluka cukup parah, Cronites tipe penyembuh pun dengan cepat mengobati sang kapten.


Akio yang langsung memandang Ellia di sudut pintu keluar pun, tersenyum seakan pembalasan atas Ellia yang selalu direpotkan oleh Kapten Rusty terbalaskan.


"apa kau sudah gila bocahhhh!!! " teriak Ketua Baksoro dari atas podium.


Akio berjalan perlahan kembali ke atas podium.


"baiklah Kapten, biarkan aku yang memimpin perang melawan Pires di Malaysia nanti, jika kau masih bisa mendengarnya.


Para Cronites masih tak bisa menutup mulut mereka yang terperangah karena duel tadi, hanya bisa kagum dengan kehebatan sang Haruma dan tak bisa berkata apa-apa.


"untuk kalian semua ksatria Cronites, jadilah lebih kuat lagi! Karena Pires adalah mahluk yang tak bisa dipandang sebelah mata. Karena mereka (pires) terus berkembang seiring berjalannya waktu" raut wajah serius Akio meyakinkan ucapannya pada Cronites**.

__ADS_1


Pukul 06:00 WIB, waktu berakhirnya pertemuan itu ditutup dengan makan bersama, dan pereratan ikatan para Cronites Indonesia.


Saat makan bersama berlangsung, Akio dan Ketua Baskoro langsung pergi meninggalkan aula melalui [teleport] Akio, mereka berdua berpindah dan berada di Taman PCI Bogor.


"apa kau sudah gila dengan yang kau lakukan itu Bocah!!!" teriak Baskoro pada Akio


"aku benci dia Baksoro, dia sudah membuat hatiku remuk atas perlakuannya pada Ellia, apalagi ucapannya yang cukup menghina diriku saat pertemuan tadi"


"sudah tak perlu kau pikirkan itu Baksoro, aku hanya memberinya sedikit pelajaran. Lagian aku hanya ingin membuat Cronites lebih percaya dengan ucapanku, dengan apa yang mereka hadapi nanti"


Akio yang ingin memberi tahu tentang apa yang terjadi pada dirinya setelah kejadian 4 tahun lalu yang lalu saat pertempuran besar di Jerman bersama Ketua Baskoro yang memberikan luka mendalam hati dan fisik Akio, menyuarakan apa yang dioendamnya selama ini.


"Baksoro.. Sebenarnya tubuhku gak lagi kuat seperti dulu. Akibat luka yang diberikan Bhagiah (penguasa Pires) membuat tubuhku sudah mencapai batasnya, walaupun kekuatanku meningkat, namun tubuhku tak bisa lagi mengimbanginya"


Ketua Baskoro yang tidak meyangka ucapan dari Akio pun, hanya terdiam dan fokus mendengarkan.


"sejujurnya, aku hanya ingin kedamaian dan kebebasan, sama seperti yang orang-orang inginkan. Oleh karena itu, biarkan aku melatih Cronites sampai menjadi batas akhir kemampuan mereka, karena kau tau sendiri ten...." ucap Akio tak menyelesaikan kata-katanya karena dipotong Baskoro.


"heyy Akiooo, aku selalu percaya denganmu, jika memang itu keputusan mu, tentu itu juga jadi keputusanku. Aku ini hanya senjata kananmu saja, tak pantas kau berkata meminta seperti itu"


"senjata yah..." ucap Akio dengan nada yang terdengar sedih


Akio seketika mengingat tewasnya Kaori yang merupakan senjata kirinya saat perang melawan Bhagiah saat itu, air matanya yang tak terbendung mengingatnya mengalir melewati pipinya.


Baskoro yang mencoba menenangkan dengan menepuk bahu Akio, hanya bisa meratapi kesedihan Akio dengan perasaannya.


"Baksoro... kau itu sudah kuanggap seperti ayahku sendiri, dan Kaori itu sudah kuanggap seperti adikku sendiri. Aku masih belum siap kehilangan mu juga kalo pertempuran itu terjadi kembali" ucap Akio terseduh dalam isak tangisnya.


"kumohon Baksoro, jika pertempuran melawan Bhagiah kembali terulang, kumohoonn kau mundurlah dari pertempuran" ucap Akio dari hatinya yang terdalam.


***


4 tahun lalu, 13 Agustus 2015 pertempuran besar di Jerman melawan penguasa Pires Sang Pelahap Maut Baghiah dan ratusan ribu pasukan Pires. Pertempuran yang banyak memakan korban dari kedua belah pihak tak bisa dihindari. Akio (Indonesia), Baskoro (Indonesia), Kelaric (Rusia), Rhum (Belgia), Presa (USA), Roderic (USA), Nendaveth (Jerman), Kaori (Jepang) yang bertarung dengan Bhagiah dan 5 jendral nya, tak lepas dari kehancuran yang dasyat akibat pertarungan mereka. Bhagiah yang terluka sangat parah, serta kehilangan 3 jendral terkuatnya terpukul mundur dari pertempuran itu.


Akio yang juga mendapatkan luka sangat parah saat pertarungannya dengan Bhagiah tersebut mengaharuskan Akio mengalami beberapa operasi untuk kesembuhannya. Tak luput juga kematian yang melanda Rhum, Presa, dan Kaori yang membuat Akio terjebak kesedihan mendalam. Terutama kehilangan Kaori yakni sahabat dekat Akio, yang membuat hati dan mentalnya sangat terpuruk.

__ADS_1


-------------------------------------


Bersambung...


__ADS_2