Babi Beranting Vol. 4 Kisah Ranti Dan Eman

Babi Beranting Vol. 4 Kisah Ranti Dan Eman
Bab 28. Jana Minta Tolong


__ADS_3

"Soalnya babi itu adalah babi jadi-jadian, babi ngepet. yang sebenarnya babi itu adalah seorang manusia, berjenis kelamin perempuan dengan wajah cantik menggemaskan." Jelas Jana menjawab pertanyaan Mang sarpu


"Oh begitu, terus....!"


"Nah, dari dasar itu. saya sengaja menemui Mamang untuk meminta tolong agar babi itu dirubah kembali ke wujud aslinya, ke wujud manusia seperti hari-hari biasa. begitulah maksud saya Mang sarpu."


"Halah......!"


Desis Mang sarpu yang terlihat terkejut, karena dia merasa kaget mendengarnya. seumur membawa kepalanya, baru sekarang dia menemukan kejadian seperti itu. setelah terdiam agak lama dia pun bertanya kembali kepada tamunya.


"Sebentar dulu Jang Jana,"


"Yah, kenapa Mang,"


"Sebenarnya Ujang sedang ngelantur, apa ngebodor basi atau bagaimana?"


"Lah, kenapa Mamang bertanya seperti itu. kalau saya mau ngebodor Saya akan pergi ke pasar, agar banyak orang yang menonton, agar banyak orang yang menyawer. yang perlu Mamang ketahui, Saya tidak sedang ngelantur, Saya tidak sedang ngebodor basi, bukan sedang bercanda. tapi saya sangat serius, beneran....! benerannya pakai banget Mang."


"Sebentar Jang, dari mana dasarnya ada seekor babi yang bisa dirubah menjadi manusia, karena itu tidak ada dalam primbon dan ilmunya."


"Ada mang, ada...!"

__ADS_1


"Ada apanya?"


"Ada ilmunya Mang, karena babi yang sedang dipelihara oleh saya, sebenarnya itu hanya luarnya saja, hanya bungkusnya saja, karena isinya babi itu adalah seekor manusia."


"Kenapa Ujang bisa menyimpulkan seperti itu?" tanya mang sarpu.


"Karena Saya yakin bahwa orang itu memakai baju jimat yang bisa merubah wujud seorang manusia menjadi seekor babi. Nah, dari dasar itu mang Saya yakin kalau oleh orang yang memiliki ilmunya, Baju jimat itu akan bisa dibuka, bisa diberubah kembali wujudnya menjadi manusia. bukan saya mendahului ketentuan sang pencipta, tapi Saya hanya berusaha agar Mamang bersedia membukakan baju itu supaya orang yang terjebak di dalamnya, bisa kembali ke wujud aslinya, jadi manusia seutuhnya. nah begitu Mang maksud saya," jawab Jana panjang lebar.


"Kenapa Ujang bisa berbicara seperti itu, dan apa sebabnya Ujang menyuruh Mamang, bukan menyuruh orang lain seperti seorang Ustadz yang banyak ilmunya."


"Begini Mang, kenapa saya berbicara seperti itu karena saya sudah mendapat keterangan dari banyak orang, Bahwa babi yang saya punya itu adalah anaknya Mbah Abun orang Ciandam. sedangkan Mbah Abun adalah murid Mang Sarpu, orang yang mengadakan pesugihan kepada siluman babi, sehingga kalian berdua memiliki baju jimat yang sama. Nah inilah yang menjadi dasar saya meminta tolong sama Mamang."


Jantung Mang sarpu terasa Berhenti Berdetak, dia merasa marah dengan Jana, tapi yang lebih besar adalah rasa kaget, soalnya dia merasa ditelanjangi oleh anak kemarin sore. rahasia yang dia sembunyikan dengan rapi, tapi kenapa rahasia itu bisa diketahui oleh Jana.


"Bentar, bentar Jang Jana. jangan sembarangan kalau berbicara, jangan sampai menuduh orang yang tidak tidak! karena itu adalah perbuatan dosa termasuk dalam perbuatan fitnah, sedangkan fitnah itu dosanya lebih besar daripada pembunuhan. awas Ujang harus hati-hati ketika berbicara, karena saya tidak merasa melakukan hal keji seperti itu," ujar Mang Sarpu yang mencoba mengelak, namun Jana tidak sedikitpun Gentar, dia pun terlihat menarik nafas untuk melanjutkan pembicaraan lagi dengan sangat serius.


"Sebaliknya Mang, kalau Mamang mangkir dari pekerjaan yang Mamang kerjakan, itu dosanya lebih besar. karena Mamang sudah membohongi diri sendiri dan membohongi orang lain. apa Mamang lupa, Dulu ketika ada kejadian Mbah Abun yang kehilangan sarung, ketika dia bersembunyi di pos ronda, karena ketika mau menginap di rumah Mamang, diusir oleh Bi Marni, karena si Kipli menganggap kalau bah Abun itu adalah hantu. sehingga si Kipli harus mencari Bah Abun, tapi dia tidak menemukannya sehingga saya pun menolong si Kipli untuk mencari Mbah Abun dan diantarkan kembali ke rumah Mamang yang ternyata menurut keterangan baru pulang dari kota, Padahal saya sekarang mengerti bahwa mamang terjebak dalam wujud babi ngepet. Yang dipertunjukkan di Kampung Situ."


"Sebentar, sebentar...! itu kejadian Kapan Jang?" tanya Mang sarpu yang terlihat terpojokan


"Sudahlah Mang, Saya sudah mengetahui semuanya. semenjak kejadian bah abun bertemu dengan Mamang, Mbah Abun tidak ke sini lagi. tiba-tiba ada berita yang menggemparkan, ada sayembara yang menarik perhatian, bahwa anaknya berubah menjadi babi hutan. itu gara-gara Mbah Abun bertemu dengan Mamang. Sudahlah Mang jangan mengelak, karena kalau Mamang tidak mengakui perbuatan Mamang. maka saya tidak akan senggan-senggan untuk memberitakan berita ini ke seluruh warga Kampung Sukaraja, agar mereka tahu kalau Mamang melakukan pesugihan kepada siluman babi. Silahkan pilih sekarang....! Mau memilih menolong saya atau rahasia Mamang di buka di hadapan banyak." Jawab Jana panjang lebar dengan nada yang pelan namun menekan.

__ADS_1


Mendengar keterangan dari Jana. Mang sarpu pun terdiam membisu seolah kehabisan pembicaraan. karena semua rahasia yang dia tutup dengan rapi, sekarang dibocorkan oleh anak kemarin sore. Bahkan bukan saja dibocorkan, Jana terlihat mengancamnya, sehingga mang Sarpu pun mengulang kembali alam lamunannya ke masa-masa yang sudah berlalu, mengingat kembali memori yang baru saja diucapkan oleh Jana. sehingga membuat Tubuh mang Sarpu terasa lemah, karena dia sangat membenarkan Apa yang diucapkan oleh tamunya. itu semua gara-gara anaknya yang bernama Kipli yang menyangka bahwa Bah Abun itu adalah sosok hantu, sehingga kejadiannya pun menjadi sangat rumit.


"Ingat nggak Mang...?" tanya Jana yang terlihat tidak sabar.


Orang yang ditanya hanya menarik nafas dalam, kemudian menatap ke arah Jana, matanya terlihat sayu dipenuhi dengan ketakutan, karena dia merasa kalah pembicaraan oleh tamunya.


"Jang....!" Panggil Mang sarpu.


"Iya kenapa Mang."


"Benar Mamang merasa, Mamang memiliki kelakuan seperti itu."


"Nah, nah, ngaku kan sekarang."


"Tapi Saya berpesan sama Ujang, Jangan sampai rahasia ini bocor ke mana-mana. karena Mamang tidak sanggup menanggung malu, Apalagi sudah ada yang mencurigai ditambah Ujang akan membocorkan. nanti Mamang akan merasa lebih malu lagi, kalau Ujang sampai tega seperti itu."


"Tidak mang, tidak....! saya tidak akan memberitakan Kejadian ini sama orang lain, kalau Mamang bersedia menolong saya."


"Tapi bagaimana cara menolongnya Jang?" tanya Mang sarpu yang terlihat raut wajahnya dipenuhi dengan kebingungan.


"Ah, itu terserah Mamang Bagaimana tata caranya. saya serahkan Semuanya sama mamang, karena Mamang yang lebih mengetahui, yang terpenting babi itu harus berubah wujud kembali menjadi manusia seperti biasanya. Karena babi itu adalah wanita yang sangat cantik, perempuan yang sangat menawan, wanita yang sangat bertahta, dan itu akan dinikahi oleh saya."

__ADS_1


__ADS_2