Bad But The King Of The Mafia

Bad But The King Of The Mafia
bab10


__ADS_3

Andika meninggalkan Bagas menuju kamarnya.


Andika membaringkan tubuhnya di atas kasur dan dia mulai tertidur karena kecapean.


Andika yang sudah tertidur nyenyak tiba-tiba berteriak.


jangan!!!!teriak Andika.


saya mohon jangan lakukan itu!! teriaknya lagi.


Sedangkan Bagas yang masih duduk di ruang tamu kaget mendengar suara teriakan dari arah kamarnya Andika.


astaga itu anak kenapa lagi??kok dia teriak-teriak?? tanya Bagas pada dirinya sendiri.


jangan-jangan dia bermimpi buruk lagi, ucap Bagas lalu berlari menuju kamar Andika.


Bro-bro, panggil Bagas sambil menggoyangkan badannya Andika.


bangun bro, panggilnya lagi tapi Andika belum juga bangun dia masih berteriak dan tubuhnya penuh dengan keringat.


Bagas panik lalu memanggil madam Ribicha karena hanya madam Ribicha yang bisa membangunkan Andika jika sedang bermimpi.


bibi, panggil Bagas sambil berlari menuju kamar madam Ribicha.


madam Ribicha yang mendengar suara Bagas langsung membukakan pintu kamarnya.


ada apa Bagas?? kenapa kamu berteriak seperti itu?? tanya madam Ribicha yang membuat Bagas gelagapan untuk menjawabnya.


aduh bibi bisa tidak kalo mau bertanya itu satu-satu saya tidak tau harus jawab apa dulu, ucap Bagas kesal.


maaf-maaf bibi cuman khawatir saja, ucap madam Ribicha.


emangnya ada apa nak kamu manggil bibi?? tanyanya lagi.


itu bi Andika sepertinya sedang mimpi buruk dia berteriak-teriak saya tidak gimana caranya untuk membuatnya sadar, jelas Bagas.


astaga itu anak pasti mengingat kembali masa lalunya, ucap madam Ribicha sambil berlari menuju kamar Andika meninggalkan Bagas yang masih berdiri didepan pintu kamarnya.

__ADS_1


Madam Ribicha masuk ke dalam kamar Andika dan melihat Andika penuh dengan keringat serta berteriak-teriak seperti orang ketakutan,...


Andika, panggilnya


bangun nak, panggilnya lagi sambil menggoyangkan tubuhnya.


Andika mendengar suara yang membuatnya merasa nyaman langsung sadar dari mimpi buruknya.


Andika langsung memeluk madam Ribicha sambil menangis dalam pelukan madam Ribicha.


gue nggak bisa biarin mereka hidup bahagia bi, ucapnya disela tangisannya.


sudah nak kamu harus bisa mengiklaskan semua yang telah terjadi dimasa lalu, ucap madam Ribicha menenangkan Andika sambil mengelus rambutnya.


tidak bi??!! sebelum Dika balas mereka semua Dika nggak akan bisa hidup tenang, ucap Andika penuh dengan penekanan.


madam Ribicha tidak menyahut lagi.karena dia tau Andika anaknya keras kepala.


ya sudah kamu tenangin diri kamu dulu baru kamu bisa buat mereka merasakan apa yang kamu rasakan, ucap madam Ribicha.


setelah Andika tidur madam Ribicha kembali ke kamarnya.


dia memanggil Bagas.


Bagas, panggilnya dengan ekspresi yang dingin.


Bagas yang tau apa alasan dirinya dipanggil oleh madam Ribicha hanya bisa menurut.


iya bi, jawabnya sambil menundukkan kepalanya.


nak apa kamu masih mencari tau tentang keluarganya Mahendra?? tanyanya penuh dengan tatapan yang mematikan.


Bagas tidak bisa berbohong dia pun menganggukkan kepalanya.


astaga Bagas!! bukankah bibi sudah melarangmu untuk tidak berurusan lagi dengan mereka?? ucap madam Ribicha dengan suara yang sudah mulai tinggi.


tapi bi, Bagas nggak akan bisa hidup tenang kalo Bagas belum bisa buat keluarga Mahendra hancur, ucap Bagas.

__ADS_1


Bagas!! bentaknya.


jika kamu masih saja berpikiran untuk membuat keluarga Mahendra hancur jangan salahkan bibi jika bibi berbuat nekad, ancam Ribicha.


terserah bibi!!! jawab Bagas yang sudah emosi.


Bagas tidak akan membiarkan orang yang telah membuat kedua orang tuaku dan adik-adikku meninggal bisa hidup dengan tenang, ucapnya penuh penekanan.


Bagas cukup!!bentak madam Ribicha.


kamu harus bisa mengiklaskan ibu bapakmu serta adik-adikmu nak, ucapnya lagi dengan nada yang lembut.


tidak bi, jawab Bagas sambil terisak.


Bagas duduk di lantai sambil menangis.


madam Ribicha menghampirinya dan memeluk Bagas.


kamu harus kuat nak!!kalo kamu dan Andika membalas mereka yang ada kalian sama seperti mereka, ucapnya sambil mengelus rambut Bagas.


tapi bi mereka sudah menghancurkan keluarga kita, ucap Bagas.


tenanglah nak, ucap madam Ribicha.


sebenarnya madam Ribicha juga merasakan hal yang sama seperti Andika dan Bagas.


tapi dia tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan untuk membalas perbuatan keji dari keluarganya Mahendra yang membuat kakaknya yaitu ibu dari Bagas meninggal dunia dan juga kakak iparnya serta kedua keponakannya.


Bagas adalah keponakan dari madam Ribicha.


itu yang membuat Ribicha emosi ketika Bagas terlalu gegabah dalam bertindak.


meskipun mereka anggota dari mafia terkenal di dunia, tapi itu tidak membuat mereka sombong.


mereka juga tidak ingin gegabah dalam bertindak yang akan membuat mereka kalah.


🙏🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2