Bad But The King Of The Mafia

Bad But The King Of The Mafia
bab11#masa lalu1####


__ADS_3

FLACKBACK ON****


sebuah keluarga yang sangat harmonis.


tidak ada kata yang bisa mengukir kebahagiaan yang mereka alami.


seorang anak laki-laki yang tampan berumur sepuluh tahun.


Dia adalah Andika suruso Bram anak dari pasangan suami istri Abdul Suroso Bram dan Siti Nurhaliza.


sang ibu sedang hamil tujuh bulan.


kakek dari Andika adalah pemilik dari perusahaan yang bernama ***Bram** Group*.


oleh karena itu mereka merupakan orang terkaya nomor satu di Asia.


kebahagiaan dan keharmonisan keluarga tersebut perlahan mulai hilang karena kepergian dari sang kakek ayah dari Abdul Suroso Bram.


Andika yang baru saja membereskan buku-bukunya dan dimasukkan ke dalam tas mendapat kabar dari sopirnya.


tuan muda maaf, ucap sang sopir.


iya ada apa paman, jawab Andika kepada sang sopir.


Andika anak yang baik dia memanggil para pekerja di keluarga Bram dengan panggilan paman dan bibi.


itu yang membuat orang yang bekerja dengan keluarganya nyaman.


anu tuan muda nyonya menyuruh tuan muda untuk segera pulang, jawab sang sopir.


tapikan paman saya harus kerumah temanku dulu mengerjakan tugas sekolah, ucap Andika.


tapi tuan muda ini menyangkut tuan besar kakek dari tuan, jelas sang sopir.


ada apa dengan kakek, tanya Andika yang mulai merasa panik.


s,,,,saya kurang tau tuan, jawabnya.


saya cuman diminta oleh nyonya untuk menghantarkan Tuan muda pulang, lanjutnya.


baiklah paman ayo sekarang kita pulang tapi saya beritahu temanku dulu, ucap Andika yang dibalas dengan anggukan kepala dari sopir pribadinya.


setelah selesai urusan dengan temannya Andika pun menghampiri sopir pribadinya yang sedang menunggu dimobil.


ayo paman,ajak andika.


sopirnya itu membukakan pintu mobil untuk majikannya itu.


mobil perlahan meninggalkan sekolah.


Andika merasa heran karena mobilnya itu berjalan menuju arah yang lain dari rumahnya.


paman kenapa kita kekiri bukankah rumah kakek arahnya kekanan?? tanya Andika yang mulai gelisah.


maaf tuan muda nyonya menyuruh saya untuk membawa tuan muda kerumah sakit, jawab sopirnya itu.


kenapa kerumah sakit???tanya Andika.


maaf tuan muda hanya itu yang dikatakan oleh nyonya tadi, ucap sang sopir.


*Kenapa kerumah sakit???


siapa yang sakit???


apa jangan-jangan kakek masuk rumah sakit,,,


pertanyaan-pertanyaan itu seakan berputar di kepala Andika.


*tapi kalo kakek yang dirumah sakit itu tidak mungkin karena tadi pagi kakek baik-baik saja,batin Andika.

__ADS_1


sudahlah sebaiknya aku nggak boleh mikirin yang aneh-aneh dulu, ucapnya menenangkan hatinya**.


beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah sakit.


itu adalah rumah sakit milik keluarga Bram.


Andika tidak menunggu sopirnya untuk membukakan pintu mobil.


dia langsung turun dan berlari ke dalam rumah sakit.


dia menuju ruang VVIP tempat keluarganya dirawat kalo sedang sakit.


tuan muda jangan lari, ucap sopirnya tapi tidak dihiraukan oleh Andika.


Andika tetap berlari dan diikuti oleh sopirnya.


dari kejauhan Andika melihat keluarga yaitu ibu bapak dan kedua pamannya sedang duduk.


raut wajah mereka yang sedih membuat Andika semakin penasaran.


ayah ibu,,, panggil Andika sambil berlari kearah orang tuanya.


ibunya yang mendengar suara anaknya itu menoleh kearah sumber suara.


dia melihat anaknya sedang berlari kearah mereka.


Dika, ucap ibunya lirih namun masih didengar oleh suaminya.


Siapa yang sakit Bu??? tanya Andika.


ibunya tidak menjawab tapi air matanya selalu menetes.


ibu ayah siapa yang sakit,,,??? tanya Andika lagi karena ibunya tidak menjawab.


pamannya pun menjawab pertanyaan Andika.


Andika yang mendengar itu langsung terduduk di lantai karena kedua kakinya tidak bisa menahan tubuhnya yang sudah melemah karena shock.


nggak mungkin, ucap Andika.


iya sayang kakek tadi kecelakaan, jelas bibinya.


k,,,, kenapa bisa kakek kecelakaan??? tanya Andika.


ceritanya panjang sayang nanti ibu akan jelaskan tapi sekarang kamu harus tenang dulu kita berdoa kepada Allah supaya kakek bisa diselamatkan, ucap ibunya mencoba menenangkan Andika.


Andika pun terdiam tapi air matanya selalu menetes membasahi pipinya.


ya Allah selamatkan kakekku Andika janji akan menjadi anak yang Sholeh buat kakek ayah dan ibu, doa Andika.


beberapa saat kemudian seorang dokter keluar dari ruangan itu menghampiri Andika beserta keluarganya.


Andika yang melihat dokter tersebut langsung menanyakan keadaan kakeknya.


dok gimana keadaan kakek saya?? tanya Andika.


dokter itu tidak menjawabnya.


Ayah Andika yang melihat anaknya yang bertanya kepada dokter itu langsung meminta Andika untuk mendengarkan penjelasan dari dokter tersebut.


sudah nak dengarkan dulu dokternya ucap ayahnya.


sang dokter pun menghelas nafasnya dan mulai menjelaskan keadaan kakeknya itu.


maaf tuan kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan tuan besar tapi Tuhan berkehendak lain, jelas dokter itu.


maksud dokter??? tanya ibunya Andika.


maaf nyonya kami tidak bisa menyelamatkan tuan besar karena kepalanya terkena benturan keras yang membuatnya mengalami pendarahan pada otaknya, jelasnya lagi.

__ADS_1


Andika yang mendengar penjelasan dari dokter itu pun berteriak.


Kenapa bisa hah!!! teriak Andika.


bukankah kalian sangat berpengalaman dalam hal ini kenapa kalian tidak bisa menyelamatkan kakekku??? teriak Andika lagi.


maaf tuan muda tapi ini semua sudah takdir kami sudah berusaha tapi Tuhan lebih menyayangi tuan besar,ucap dokter itu mencoba menenangkan Andika.


apa anda bilang??? bukankah keluarga Bram sudah memberi kalian uang yang banyak??? ucap Andika.


entah dapat kekuatan dari mana Andika mengucapkan kata tersebut.


Andika sangat terpukul.


Kedua orang tuanya mencolok menenangkan Andika.


Andika yang masih belum terima kematian dari kakeknya pun pergi meninggalkan keluarganya.


ibunya ingin mengejar Andika tapi ditahan oleh sopir pribadinya Andika.


nyonya sebaiknya nyonya membantu tuan untuk mengurus tuan besar urusan tuan muda biar saya yang tanganin, ucap sopirnya itu.


baik terimakasih mang Ujang, ucap ibunya Andika.


saya permisi dulu tuan dan nyonya, ucap sopir pribadinya Andika yang bernama mang Ujang.


iya silahkan, jawab ayahnya Andika.


mang Ujang meninggalkan majikannya itu dan berlari mengejar Andika.


Andika berlari menuju sebuah taman yang ada di dekat rumah sakit tersebut.


Andika terduduk di sebuah kursi sambil menangis sesenggukan.


kakek,,, ucapnya lirih.


mang Ujang yang melihat tuan mudanya itu meras sangat sedih.


karena baru kali ini dia melihat majikannya itu rapuh.


dia menghampiri Andika.


tuan muda, panggilnya.


Andika yang mendengar namanya dipanggil pun menoleh.


paman, ucapnya lirih sambil memeluk sopirnya itu.


mang Ujang pun membalas pelukan dari majikannya itu.


sudahlah nak kita harus bisa mengiklaskan tuan besar, ucapnya sambil mengelus rambutnya Andika.


tapi paman dika tidak bisa hidup tanpa kakek,Dika sangat menyayanginya, ucapnya.


nak jika kamu menyayangi kakek kamu harus bisa mengiklaskannya, ucap mang Ujang mencoba menenangkan Andika.


tapi paman,,, ucapan Andika dipotong oleh mang Ujang.


hey dengar kalo kamu seperti ini kakekmu akan sedih, ucapnya.


ingat kamu harus kuat kamu harus bisa mengiklaskannya, ucapnya lagi.


tapi paman,Dika belum bisa mengiklaskannya, ucapnya sambil terisak dipelukan mang Ujang.


sudah sudah, ucap mang Ujang*******


maaf baru bisa up 🙏🙏🙏🙏🙏


🥰🥰🥰🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2