
Andika yang menaiki sebuah taksi online pun sampai di tempat yang ditujunya.
sebuah rumah yang layaknya seperti sebuah hotel
Rumah itu adalah monsion miliknya.
Dia turun dari taksi setelah membayar ongkosnya.
Andika memasuki halaman rumah itu dengan tatapan yang sulit diartikan oleh siapapun.
Andika yang masih berpenampilan cupu itu masuk ke dalam rumahnya setelah melewati anak buahnya yang menundukkan kepala kepadanya.
Wajah tampan Andika hanya diketahui oleh beberapa orang saja yaitu asisten pribadinya dan seorang maid yang bekerja dirumahnya itu
sedangkan anak buahnya yang lain hanya tidak mengetahui wajah aslinya.
penampilan andika yang cupu seperti itu bisa membuat nyali anak buahnya ciut.
mereka sangat takut pada Andika.
Selamat datang bos, ucap salah satu anak buahnya yang sedang menunggu diruang tamu.
hmmm, jawab Andika dengan tatapan dinginnya yang membuat anak buahnya itu ketakutan.
buset dah ini orang luarnya seperti ba****ci tapi dalamnya kaek singa kelaparan saja, gumamnya.
dimana Bagas, tanya Andika masih dengan ekspresi dinginnya.
ohhh tuan Bagas sedang keluar tadi bos, jawabnya.
hmmmm,,
busettttt apa hanya itu saja jawaban yang dia tau???batin anak buahnya.
hantarkan makanan saya keruangan kerja saya, perintah Andika dan pergi meninggalkan anak buahnya tanpa menunggu jawaban darinya.
baik bos, jawab anak buahnya itu.
lalu dia menyuruh maid yang bekerja untuk menyiapkan makanan untuk bosnya dan segera diantar keruangan kerjanya.
siapkan makanan untuk bos dan diantar keruangan kerjanya sekarang, ucapnya dingin kepada salah satu maid disana
baik tuan, jawabnya.
maid yang mendapat perintah itu langsung menuju dapur untuk menyiapkan makanan untuk bos mereka.
Didapur dibantu oleh beberapa maid yang lainnya menyiapkan makanan.
mereka saling menceritakan tentang bos mereka yang super duper dinginnya.
apa kalian pernah melihat muka aslinya bos Kita itu?? tanya salah satu maid.
tidak!! jawab yang lainnya.
kenapa ya dia selalu berpenampilan seperti itu, tanyanya lagi.
nggak tau juga, mungkin wajahnya memang jelek, jawab salah satu maid yang sedang membersihkan piring kotor.
__ADS_1
Haha,mungkin juga,timpal yang lainnya.
tapi,gue pernah dengar kalo wajahnya sangat ganteng, ucap maid yang bernama Nisa
masa?? tanya yang lainnya.
iya soalnya saya pernah dengar madam selalu menanyakan kepada bos kenapa dia selalu berpenampilan seperti itu, ucapnya lagi.
apa madam tau wajah aslinya, tanya yang lainnya.
iya dan setahu gue hanya orang-orang terdekatnya saja yang tau, ucapnya lagi.
menurut kalian siapa saja yang tau wajah aslinya??tanya maid yang lain.
kalo menurut gue si cuman asisten pribadinya Bagas dan madam Ribicha, jawabnya,
terus keluarganya nggak tau gitu?? tanya mereka.
sepertinya tidak, karena gue juga pernah dengar madam dan asistennya bilang Kenapa bos nggak kasih tau keluarganya, jawabnya lagi.
ohhh tapi kenapa ya??? tanya mereka.
nggak tau,jawab Nisa.
mereka tidak menyadari kalo ada orang yang mendengar semua pembicaraan mereka siapa lagi kalau bukan madam Ribicha.
ehehmmmm,,apa yang kalian lakukan???
bukankah tadi bos besar menyuruh kalian menyiapkan makanan untuknya????
dan apakah kalian sudah bosan hidup???
m,,,,aaaf madam, ucap mereka kompak.
apa kalian lupa kalau saya pernah bilang sama kalian jangan ngerumpi disaat bekerja apa lagi pekerjaan yang dilakukan itu adalah suruhan dari bos?? tanyanya lagi.
maafkan kami madam, ucap Nisa gugup.
cepat siapkan makanan jika tidak saya akan buat kalian semua menyesal, ucap madam Ribicha.
baik madam, jawab para maid itu dan langsung melanjutkan pekerjaan mereka.
sementara itu madam Ribicha pergi menuju ruang kerja dari bos mereka.
*tok,,
tok,,
tok,,
madam Ribicha mengetuk pintu ruang kerja bosnya*.
Andika yang tau itu adalah Ribicha kepala maid dirumahnya langsung menyuruhnya untuk masuk.
masuk aja pintunya nggak kekunci, ucap Andika.
Andika memanggil Ribicha dengan panggilan bibi karena Ribicha sudah lama bekerja dengan Andika.
__ADS_1
kamu kenapa nak?? mukamu keliatan kusut sekali,tanya Ribicha dan duduk di sebelah Andika.
Andika melirik bibinya dan langsung tidur disofa dan paha Ribicha dijadikan bantalnya.
bi, panggilnya
iya nak ada apa?? cerita sama bibi, jawab bibinya sambil mengelus rambutnya.
saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan bi, ucapnya.
nak menurut bibi sebaiknya kamu melupakan masa lalumu itu dan mulai hidup yang baru tanpa adanya dendam, ucap bibi Ribicha.
tidak bi,aku harus bisa membalaskan semua yang mereka lakukan pada keluargaku, ucapnya.
baiklah jika itu yang kamu inginkan, tapi bibi harap kamu bisa jelaskan kepada kedua orang tuamu tentang apa yang kamu alami, ucap Ribicha
saya akan menceritakan semuanya bi, tapi bukan sekarang, ucapnya.
ok terserah kamu bibi hanya bisa mendukungmu saja, ucap Ribicha lagi.
terimakasih bi, jawab Andika.
hmmm,gumam Ribicha.
oh ya Bu,Bagas kemana??tanya Andika
Bagas sedang ada urusan katanya, jawab Ribicha.
ohhhh, jawab Andika.
nak, panggil Ribicha
iya bisa ada apa,? jawab Andika.
apa kamu sudah menghubungi ibu dan bapakmu dikampung??? tanyanya lagi
astaga bi aku lupa, ucap Andika sambil menepuk jidatnya dan mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi keluarganya.
Ribicha hanya bisa tersenyum melihat tingkah lakunya yang masih seperti anak kecil ketika bersama dengannya dan Bagas tapi kalau diluar dia seperti singa,,,,,
*Tut,,tut
bunyi sambungan telepon*.
hallo nak,, jawab ibunya
hallo Bu,maaf Dika baru bisa hubungi ibu sekarang,, ucap Andika.
ohh ibu kira kamu sudah melupakan ibu,ayah dan adik-adikmu disini, ucap ibunya.
itu tidak mungkin Bu, ucap Andika.
hari ini Dika sangat sibuk di kampus, ucapnya lagi.
tidak apa-apa nak ibu ngerti kok ibu cuman becanda, jawab ibunya.
terimakasih Bu, ucap Andika.
__ADS_1
sama-sama nak, jawab ibunya.