Bad But The King Of The Mafia

Bad But The King Of The Mafia
bab6 jejak#2


__ADS_3

oh dikirain Siapa, ucap sang bibi.


ya udah pak, Roy biar saya yang gendong, ucap sang bibi kepada sopir taksi itu dan mengambil alih Roy


yang masih tertidur pulas.


setelah Roy digendong oleh ibunya, dia Langsung dibawa ke kamar, begitu pula dengan Caca yang juga masih tertidur pulas karena kecapekan.sedangkan pak Bambang sopir taksi itu, disuruh tunggu oleh Andika karena dia belum membayar ongkos mereka.


maaf pak,bisa bapak tunggu sebentar?? saya mau anterin adik saya dulu kekamarnya.


, ucap Andika kepada sopir taksi tersebut.


oh silahkan mas, jawab sang sopir itu.


terimakasih pak, ucap Andika.


sebelum andika meninggalkan pak Bambang yang masih berdiri didepan pintu rumah, dia menyuruhnya untuk masuk ke dalam dan disuruh tunggu diruang tamu.


bapak silahkan masuk dan tunggu saja saya diruang tamu dulu, ucap Andika.


iya mas, jawab pak Bambang.


Andika pun pergi meninggalkan pak Bambang, dan pak Bambang pun duduk diruang tamu sambil menunggu Andika yang pergi menghantarkan adiknya yang masih tertidur.


Beberapa saat kemudian, Andika pun keluar dari kamar adik-adiknya itu dan langsung menemui pak Bambang yang masih menunggunya, sedangkan bibinya langsung menuju ke dapur mengambil minuman untuk Andika dan pak Bambang.


maaf pak, sudah menunggu lama, ucap Andika.


tidak apa-apa mas santai saja, ucap pak Bambang.


oh iya pak ini uang ongkosnya, ucap Andika sambil menyerahkan uang ratusan sebanyak tiga lembar.


astaga mas,ini ongkosnya terlalu banyak, ucap pak Bambang sambil menyerahkan kembali uang itu kepada Andika karena terlalu banyak menurutnya.


tidak apa-apa pak itu bahkan kurang menurut saya, ucap Andika sambil menolak uang yang hendak dikembalikan oleh pak Bambang kepadanya.


ta,,,tapi mas, timpal pak Bambang dengan terbata-bata.


nggak ada tapi-tapian pak itu buat anaknya dirumah, ucap Andika.


terimakasih kalo begitu mas, semoga rejekinya lancar, ucap pak Bambang.


sama-sama pak, jawab Andika.


sementara Andika dan pak Bambang sedang mengobrol bibinya datang membawa baki yang berisi dua gelas minuman dan makanan ringan untuk pak Bambang dan juga keponakannya andika.


silahkan diminum dulu pak,tawar bibinya kepada pak Bambang.


terimakasih nyonya, jawab pak Bambang.


iya sama-sama pak, jawab bibinya andika Meskipun dia merasa risih dipanggil nyonya oleh pak Bambang.


Andika dan pak Bambang pun meminumkan minuman yang disajikan oleh bibinya.


setelah menghabiskan minuman tersebut pak Bambang pun langsung pamit.


maaf mas saya pamit pulang dulu, ucap pak Bambang.


ohhh silahkan pak, jawab Andika sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Pak Bambang pun pergi meninggalkan Andika.


setelah kepergian pak Bambang, Andika bergegas ke dapur membawa gelas bekas minuman mereka dan langsung mencucinya


setelah itu dia langsung kekamarnya.


Andika langsung membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena keringat dan dia ingin mengistirahatkan tubuhnya yang sudah capek.


baru saja dia memejamkan matanya, ponsel miliknya berbunyi menandakan ada pesan masuk.


dia pesan tersebut dan membacanya.


setelah membaca pesan tersebut, dia baru ingat kalau dia ada janji sama seseorang.


Andika tidak jadi istirahat, dia mengambil jaketnya dan bergegas turun menuju ruang tamu.


diruang tamu paman dan bibinya sedang duduk santai sambil menikmati minuman dingin yang disiapkan oleh bibinya.


Andika menghampiri paman dan bibinya untuk meminta izin.


siang paman siang bibi,sapa andika.


siang juga nak, jawab paman dan bibinya barengan.


emm paman bibi Dika mau minta izin pergi dulu, ucap Andika.


mau kemana nak siang-siang begini, tanya pamanya.


iya nak kamu mau kemana?? tanya bibinya juga.


Dika mau ketemu teman Dika paman bibi, jawab Andika.


soalnya setau bibi kamu belum punya teman karena kamu masih saja baru datang dari kampungmu, ucap bibinya lagi.


teman lamanya Dika bi,jawab Andika


ohh apa dia teman lamamu dari kampung nak?tanya pamanya.


iya paman, jawab Andika.


kalo gitu biar paman saja yang nganterin kamu untuk ketemu sama teman lamamu itu, ucap pamannya.


iya sayang bener kata pamanmu,biar pamanmu, saja yang anterin kamu soalnya kamu masih baru disini,timpal bibinya.


nggak usah paman dika dijemput sama teman Dika, ucap Andika.


ya udah kamu Pergi dah,dan ingat kamu harus hati-hati, ucap pamannya.


Andika tersenyum mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh pamannya."harus hati-hati".


bukan saya yang hati-hati paman,tapi orang lain yang akan takut,batin Andika.


Setelah Andika berpamitan dengan paman dan bibinya dia pun pergi menemui orang yang mengirim pesan kepadanya.


POV RUMAHNYA ANDINI.


Andini yang baru sampe dirumahnya langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur miliknya.


emmmmmm, empuknya kasurku ini,ucap Andini.

__ADS_1


rasa capek ku hilang begitu saja kalo sudah rebahan di kasur milikku ini, ucapnya lagi sambil berguling-guling.


Andini baru pulang dari kantor ayahnya.


dia pulang lebih awal dari kampusnya tadi itu untuk pergi membantu ayahnya dikantor.


andini menggantikan posisi Ayahnya untuk beberapa bulan kedepannya.


sedangkan ayahnya harus mengurus masalah yang ada di kantor cabang di Amerika.


ketika Andini memainkan ponsel miliknya pintu kamarnya diketuk.


tok


tok


tok,,,


iya siapa?? tanya Andini.


maaf non ini bibi, terdengar jawaban dari luar pintu kamarnya.


ohh bibi masuk aja bi, ucapnya.


Asistennya itu masuk kekamarnya itu dan betapa terkejutnya dia ketika melihat penampilan majikannya itu yang kusut karena belum mandi.


astaga non, ucapnya.


kenapa non belum mandi badan non itu bau apek, ucapannya lagi.


ohhh bibi entar dulu aku mau tidur dulu, jawab andini.


tidak tidak bisa!! jawab sang bibi


pokoknya sekarang nona harus mandi kalo nggak bibi akan aduin ke tuan besar, ancamannya.


iya iya deh dini mandi dulu, jawab Andini sambil mengerucutkan bibirnya yang mungil itu.


Andini mengambil handuk lalu masuk kekamar mandi.


sedangkan bi Inah tersenyum melihat andini yang kesel karena ancamannya itu.


iya Andini tidak suka jika bi Inah asistennya itu memberitahukan kepada ayahnya kalo dia malas mandi, bisa-bisanya nanti ayahnya itu akan memarahinya.


ihhhh bi Inah,pake acara lapor papa lagi, umpatnya sambil menguyurkan badannya dengan air.


setelah beberapa saat kemudian Andini menyelesaikan ritual mandinya.


sedangkan bi Inah sudah turun kedapur untuk menyiapkan makanan untuk nona mudanya itu.


Andini yang sudah selesai berganti baju turun kebawah untuk makan karena perutnya belum diisi sejak dia kekantor tadi.


Hay bibi,sapanya sambil memeluk sang asisten dari belakang yang sedang menyiapkan makanan untuk dirinya.


asistennya tau jika seorang nona muda melakukan hal seperti itu pasti ada maunya***


POV END***


maaf banget 🙏🙏🙏 selama ini nggak up saya kurang enak badan 😔😔😔

__ADS_1


__ADS_2