
ada apa pak?tanya bibinya yang baru keluar dari kamar anak-anaknya dengan tergesa-gesa.
kok teriak-teriak gitu seperti baru ngeliat hantu aja, tanyanya lagi.
Sang bibi bertanya kepada suaminya apa yang membuat suaminya itu teriak-teriak Sampai kedengaran didalam kamar anak-anaknya.
oh itu Bu, ponakanmu; jawab pamannya datar.
kenapa dengan ponakanku??tanya bibinya yang belum menyadari penampilan keponakannya karena masih kaget.
Astaga ibu, coba lihat dulu ponakanmu itu, jawab pamannya sambil menepuk jidatnya.
setelah mendengarkan apa yang dikatakan suaminya, bibinya pun langsung menoleh ke arah ponakannya,dan betapa terkejutnya dia ketika melihat penampilan ponakannya yang sangat jelek,sambil mengucapkan istighfar seperti baru melihat setan saja.
astaghfirullah nak, bibinya mengucapkan istighfar sambil mengelus dadanya karena merasa terkejut.
ada apa bi?kok bibi seperti baru melihat setan saja,ucap Andika.
Kamu kenapa berpenampilan seperti ini nak?ucap bibinya.
apa kamu nggak salah gitu? tanya bibinya
emangnya kenapa bi? tanya Andika
apakah ini masih ganteng? tanyanya lagi
kalo penampilanku masih keren,aku akan merubahnya menjadi yang lebih jelek lagi, lanjutnya.
astaga nak,kamu berpenampilan seperti ini yang masih keliatan kerennya saja udah bikin bibi hampir pingsan berdiri karena jantungan, kata bibinya.
apalagi jika kamu merubahnya menjadi lebih jelek lagi, lanjut bibinya.
ok baiklah bi gini aja kalo gitu, ucapnya.
apa kamu yakin kesekolah dengan berpenampilan seperti ini nak? tanya bibinya menyakinkan.
iya bi, jawabnya dengan yakin.
ya udah terserah kamu saja,ucap bibinya.
kalo gitu lanjutin sarapannya bibi mau kekamar adik-adikmu dulu, lanjut bibinya,lalu pergi meninggalkannya menuju kamar anak-anaknya.
setelah bibinya pergi, Andika pun langsung menghabiskan sarapan paginya yang sudah disiapkan oleh bibinya.
setelah menghabiskan sarapan paginya, Andika pun langsung bergegas menuju ruang tamu meninggalkan pamannya yang sedang minum kopi di meja makan.
sambil menunggu adik-adiknya selesai bersiap, Andika memainkan ponsel miliknya dan tiba-tiba dia mendapatkan sebuah panggilan telepon dan dia pun langsung menekan tombol hijau.
iya halo, ucapnya
;;;;;;;
ada apa? tanyanya
;;;;;;;;;
kapan?? tanyanya lagi
;;;;
__ADS_1
ok! kalian tunggu ditempat biasa aja, nanti setelah pulang sekolah gue kesana, ucapnya sambil mematikan sambungan telepon tersebut dan memasukkan kembali ponselnya kedalam kantong celananya.
Tanpa dia sadari, bibinya sudah berada di belakangnya dan mendengarkan apa yang dibicarakannya.
siapa yang nelpon nak? tanya bibinya.
oh ini bi temanku yang ada dikampung, jawabnya asal.
oh bibi pikir ibumu yang nelpon, soalnya dari kemarin bibi belum sempat menghubunginya,ucap bibinya lagi.
oh bukan bi, jawabnya.
setelah beberapa saat kemudian, kedua adik sepupunya pun menghampiri mereka.
setelah adik-adiknya berada diruang tamu, Andika pun langsung berpamitan dengan paman dan bibinya.
ya udah bi kita berangkat dulu takutnya nanti kita telat lagi, ucapnya.
ya udah sayang kalian yang hati-hati ya,ucap bibinya.
jangan lupa belajar yang rajin biar pinter,ucap pamannya sambil menepuk-nepuk pundak anak dan ponakannya.
iya ayah,jawab kedua anaknya sedangkan Andika hanya mengangguk sambil tersenyum kearah pamannya.
setelah itu,Andika pun langsung mencium punggung tangan bibi dan pamannya dan yang diikuti oleh kedua adik sepupunya itu.
assalamualaikum, ucapnya,sambil menyalami bibi dan pamannya.
Begitu pula dengan kedua adik sepupunya mengikuti apa yang dilakukan oleh Andika.
wa'alaikumsallam... sahut Paman dan bibinya bersamaan,sambil melambaikan tangan mereka.
POV RUMAHNYA ANDINI*****
sedangkan di sebuah rumah yang mewah, seorang perempuan cantik sedang bersiap-siap.
Dia adalah Andini.
Dia baru saja selesai mandi.
setelah dia berganti baju tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
tok,,
tok,,
tok,,
siapa? tanyanya
saya non bi Inah, jawab orang itu.
masuk saja bi pintunya nggak dikunci kok, jawab Andini sambil memasukkan buku-bukunya kedalam tas hitamnya.
bi Inah adalah asisten rumah tangganya.bi Inah sudah lama bekerja dengan keluarganya sejak Andini masih bayi karena itu, Andini sangat akrab dengan bi Inah.
setelah mendapat izin dari yang empunya kamar,bi Inah pun langsung masuk.
ada apa bi?tanya Andini
__ADS_1
anu non, sarapannya udah siap sekarang Tuan dan nyonya besar sudah menunggu nona muda untuk sarapan pagi bersama, jawabnya.
oh baiklah bi,kalo gitu bibi duluan saja nanti saya akan nyusul, timpal Andini.
baik non bibi permisi dulu kebawah, ucapnya lalu pergi meninggalkan Andini yang masih sibuk memasukkan buku-bukunya kedalam tas hitamnya.
setelah selesai memasukkan buku-bukunya, Andini pun langsung bergegas menuju ke ruang makan.
Disana Ayah dan ibunya sudah menunggunya.
Andini duduk di sebelah ibunya.setelah semuanya berkumpul mereka pun mulai sarapan paginya.
Ya begitulah keluarganya, jika semuanya sudah berkumpul di meja makan baru mereka akan makan.
setelah selesai sarapan, Andini pun pamit untuk pergi ke kampus.
sementara kedua orang tuanya juga langsung bergegas menuju ke kantor mereka.
POV KAMPUS****
Andika yang baru nyampe di kampus tersebut,merasa sangat risih karena banyak mata yang memandangnya dengan tatapan tidak suka.
mereka merasa sangat jijik melihat penampilannya yang sangat jelek atau bisa dibilang cupu.
gaes coba kalian lihat cowok cupu itu,kata mahasiswa satu.
setelah mendengarkan apa yang dikatakan cewek itu teman-temannya pun menoleh ke tempat yang ditunjukkan oleh wanita tersebut.
oh my God!!kok bisa ya kampus kita yang keren ini menerima mahasiswa jelek seperti dia!! ucap salah satu mahasiswa tersebut.
palingan dia itu bisa masuk karena dapat beasiswa! secara kampus ini hanya orang-orang kaya saja yang bisa kuliah disini, timpal mahasiswa yang lainnya.
teman-temannya, yang lain membenarkan apa yang dikatakannya.
Andika yang merasakan kupingnya yang sudah mulai panas pun memilih untuk pergi meninggalkan mereka
dan langsung bergegas mencari kelasnya dan kelas yang iya masukin adalah kelas jurusan bisnis.
setelah iya menemukan kelasnya dia pun langsung masuk dan mencari meja kosong untuk duduk dan kebetulan di situ masih ada dua meja kosong yang berdekatan.
Andika tidak mempedulikan mahasiswa mahasiswi lain yang menatapnya dengan tatapan tidak suka.
dia langsung duduk di salah satu meja tersebut.Baru saja dia duduk tiba-tiba para mahasiswa tersebut berteriak keras khususnya para kaum Adam.
Andika yang penasaran pun ikut melihat apa yang dilihat mahasiswa tersebut sehingga membuat mereka berteriak seperti orang gila.
Betapa terkejutnya dia juga ketika dia melihat seorang gadis yang sangat cantik memasuki ruangan kelasnya.
Andika sangat terpesona dengan gadis itu.
Gadis itu tidak lain kalo bukan Andini anak dari pemilik kampus tersebut****
Hay readers,mohon maaf πππ karena baru bisa up
soalnya saya lagi sibuk kerja.
Tapi, kedepannya saya akan berusaha untuk up terusπ₯°π₯°π₯°π₯°
emmm jangan lupa dukungannya π₯°π₯°π₯°
__ADS_1
makasih dan selamat membaca semoga suka dengan ceritanya πππ₯°π₯°π₯°