
sudah sudah, ucapnya.
Andika pun mulai tenang.
mang Ujang yang melihat Andika tenang pun langsung memberinya semangat.
nak kamu harus semangat, ucapnya
ingat kamu adalah pewaris dari Bram Group, ucapnya lagi.
iya paman, jawab Andika.
ingat kakekmu telah mengalihkan perusahaannya atas namamu untuk itu kamu harus bisa menjalankan amanat yang dipercayakan oleh kakekmu Kepadamu, jelasnya.
iya paman, jawab Andika.
ingat banyak yang menginginkan kedudukan ini dan untuk itu kamu harus tegar dalam menghadapi kenyataan ini, ucapnya lagi.
iya paman dika ngerti, jawab Andika.
bagus anak pintar, ucap mang Ujang.
bagaimana apa kamu mau lihat kakekmu?? tanya mang Ujang.
iya paman, jawabnya.
Andika pun kembali ke dalam rumah sakit untuk melihat kakeknya untuk yang terakhir kalinya.
Andika melihat kakeknya sudah ditutupi kain kafan.
kakek, ucap Andika lirih.
ibunya melihat Andika pun memeluknya erat.
sudahlah nak kita harus mengiklaskan kakek, ucap ibunya.
iya Bu, Jawab Andika.
Mayat kakeknya pun dibawa ke rumah duka.
sesampainya di rumah mayat itu langsung dimandikan dan disolatkan.
sore harinya mayat sang kakek dimakamkan di pemakaman keluarga.
Andika sangat terpukul tapi dia berusaha untuk tetap tenang.
setelah semua pergi Andika yang ditemani oleh sopir pribadinya pun menangis.
kakek kenapa kakek secepat ini pergi meninggalkan Dika kek, ucap Andika lirih.
sudahlah tuan muda ikhlaskan tuan besar paman yakin tuan besar sudah bahagia disana, ucap sang sopir.
Andika menganggukkan kepalanya.
kek kakek yang tenang ya disana, ucap Andika.
Dika pamit dulu, ucapnya lagi.
assalamualaikum, salam Andika sebelum meninggalkan kubur kakeknya itu.
setelah kematian sang kakek Andika yang dulunya terkenal dengan keceriaannya Kini menjadi seorang anak yang pendiam dan dingin.
masalah-masalah semakin banyak muncul.
pamannya selalu mempermasalahkan tentang ahli waris dari kakeknya.
Karena Andika belum terlalu mengerti tentang urusan bisnis, pamannya meminta Andika untuk mempercayainya mengurus perusahaan.
Andika, panggil pamannya.
__ADS_1
iya, jawab Andika.
kamu tau kan sekarang perusahaan kita dalam keadaan kurang stabil, ucap pamannya.
kamu tau alasannya kan??? itu karena belum ada yang bisa mengurusnya, ucapnya lagi.
maksud paman???tanya Andika.
ya begini maksud paman,sebaiknya kamu harus mengambil tindakan yang tepat untuk menyelamatkan perusahaan kita, jelas pamannya.
kamu harus memberikan kepercayaan kepada orang lain untuk mengurus masalah perusahaan sebelum kamu lulus sekolah, jelasnya lagi.
iya paman nanti saya ceritakan dulu sama ayah, jawab Andika.
pamannya yang mendengar jawaban dari Andika mulai terpancing emosi, tapi dia mencoba untuk tetap tenang karena dia tidak ingin rencananya gagal.
apa sebaiknya kamu ambil keputusan sendiri saja, ucap pamannya.
maksud paman?? tanya Andika.
ya maksud paman kamu tidak usah ngomong sama ayahmu karena yang berhak untuk mengambil keputusan adalah kamu, jelas pamannya.
iya karena saya yang punya hak makanya saya ingin memberi tau ayahku dulu, ucap Andika lalu pergi meninggalkan pamannya itu.
*sial!!! umpat pamannya.
kalau bukan dia adalah ahli waris dari warisan ayah, saya sudah membunuh anak ini, umpatnya lagi.
pokoknya saya tidak boleh nyerah untuk mengambil alih harta warisan ayah, ucapnya*.
aku akan cari cara yang lain untuk mengalihkan harta warisan ayah atas namaku, batin pamannya.
Andika sudah tau apa yang direncanakan oleh pamannya itu, makanya dia meninggalkan pamannya itu.
pamannya nampak sedang berpikir.
Dia memikirkan cara untuk mengambil alih harta warisan dari kakek.
Tiba-tiba, wajahnya yang tegang berubah menjadi senang.
ibunya yah ibunya, ucap pamannya.
Mahendra menemui ibunya Andika
kak, panggilnya.
ibu Andika kaget sekaligus heran.
Karena baru kali ini Mahendra memanggilnya kakak.
kok perasaan ku tidak enak begini ya, batinnya.
iya ada hen, tanyanya.
emmm begini kak,kakak pasti sudah tau kan keadaan perusahaan saat ini, ucapnya.
hmmm iya terus apa hubungannya sama saya? tanya Siti ibunya Andika.
kurang ajar berani-beraninya dia ngomong seperti itu, umpatnya dalam hati.
kalo bukan karena harta warisan saya tidak akan seperti ini, umpatnya lagi sambil mengepalkan tangannya.
saat ini kan Andika yang menjadi ahli waris dari kekayaan kakek tapi dia masih kecil jadi belum bisa memimpin perusahaan, jelasnya.
ohhh itu, jawab siti
kalau menurut saya bisa atau tidaknya Andika memimpin perusahaan itu bukan urusan saya, lanjutnya.
saya yakin sebelum Ayah mengalihkan semua harta warisannya atas nama Andika,ayah sudah tau tentang kemampuannya, ucapnya lagi.
__ADS_1
Iya kak tapi saat Andika masih kecil dan belum bisa memimpin perusahaan yang besar, ucap Mahendra.
huhhhh
begini saja hen coba ngomong sama Andika karena saya tidak ada hubungannya dengan itu, ucap Siti
saya sudah membicarakannya tapi Andika belum memberi Jawabannya, ucap Mahendra.
kalau seperti itu tunggu saja, ucap Siti.
*sialll!!!.
gue nggak mau menunggu terlalu lama,gue akan cari cara biar harta warisan ayah menjadi milik gue, batinnya.
gue akan melakukan apapun dan kalau bisa gue akan membunuh mereka, ucapnya lagi*.
ya udah kak,saya kekamar dulu, ucapnya sambil berdiri.
Siti ibunya Andika hanya menganggukkan kepalanya.
Didalam kamar Mahendra melempar semua barang yang ada di depannya.
sial!!! umpatnya.
Anak kecil itu, ucapnya sambil mengepalkan tangannya.
Anak itu harus mati ditangan gue, ucapnya.
Mahendra adalah anak kedua dari Mahesa.
Karena sifatnya yang sombong membuatnya tidak mendapatkan harta warisan dari ayahnya.
Mahendra memiliki istri dan seorang anak yang bernama Reza.
Skipp Beberapa bulan kemudian######
Andika yang sudah bisa mengiklaskan kepergian kakeknya beraktivitas seperti biasanya lagi.
sementara Mahendra sudah menyusun rencana untuk mengambil alih harta warisan dari ayahnya.
seperti biasa hari ini Andika pulang sekolah menunggu jemputannya.
Andika menunggu cukup lama tapi dia belum dijemput juga.
aduh kenapa paman belum datang juga sih,aku kan lapar, gumam Andika.
ya udah deh saya jalan aja dulu cari makanan, gumamnya lagi kemudian melangkahkan kakinya.
Sebuah mobil sedan berwarna hitam mengikutinya.
Andika tidak merasa curiga.
Andika sudah semakin jauh berjalan tapi orang jualan makanan tidak ada satu pun.
loh anek Kenapa nggak ada yang berjualan sih? gumamnya.
Ya udah deh aku duduk di sini aja dulu, ucapnya.
Andika lalu duduk untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
Tiba-tiba mulutnya ditutup dengan kain yang sudah diberi obat bius.
Andika langsung tertidur.
bos anaknya sudah ada bersama kami, ucap salah satu preman itu.
bawa dia ketempat orang tuanya, jawab seseorang yang dipanggil bos itu.
Andika yang sudah tidak sadarkan diri dibawa ke dalam mobil menuju sebuah gudang yang sudah lama tidak dipakai.
__ADS_1
brakkkk.......
maaf 🙏🙏🙏🙏🙏🙏