
ketika selesai menelpon laki-laki itu pergi menuju tempat yang ditujunya.
dia adalah Bagas asisten sekaligus temannya Andika.
Bagas berhenti di dekat sebuah tempat yang lumayan sepi karena mendengar suara rintihan kesakitan.
dia mendekati tempat itu dan betapa terkejutnya dia ketika melihat seorang laki-laki yang dipukuli yang tidak lain adalah bosnya sendiri yaitu Andika.
bos!!! Bagas kaget melihat bosnya dipukuli oleh seseorang.
siapa laki-laki itu yang beraninya memukul bos gue!!! tanya Bagas pada dirinya sendiri.
Bagas tidak bisa melihat wajah dari laki-laki itu.
Tapi dia sangat terkejut ketika teman dari laki-laki itu menyebut namanya.
Reza!! Bagas sangat terkejut.
bukankah namanya mirip dengan nama laki-laki yang gue cari??? tanya Bagas pada dirinya sendiri.
Bagas semakin penasaran dengan laki-laki yang bernama Reza itu.
jika memang benar dia orangnya gue nggak perlu cari lagi, ucapnya lagi.
setelah cukup lama Bagas bersembunyi Reza dan temannya pergi meninggalkan Andika.
Bagas memperhatikan wajah dari laki-laki itu dan dia pun tersenyum penuh kemenangan.
bagus!! ucapnya.
gue nggak perlu cari lagi sekarang orangnya sudah di dekat bos!! ucap Bagas sambil tersenyum puas.
Reza Mahendra!!!kamu salah sasaran!! ucap Bagas sambil tersenyum sinis.
kamu sudah membuat dirimu dalam masalah besar, ucapnya lagi.
setelah Andika pergi Bagas pun ikut pergi meninggalkan tempat itu menuju tempat parkir mobilnya.
Dalam mobil Bagas tersenyum puas, dia tidak menyangka dirinya akan secepat itu menemukan penerus dari perusahaan Mahendra Group.
bos sebentar lagi kita akan bermain!! ucap Bagas sambil tersenyum sinis.
FLACKBACK OFF******
jadi tadi elo liat gue dipukulin sama laki-laki itu!?! tanya Andika.
Yes, that is true, jawab Bagas enteng dan tiba-tiba mendapat leparan buku dari Andika.
eh buset lo ini kepala bukan batu yang seenak jidat lo ngelemparin kepala gue pake buku,, protes Bagas yang tidak menerima kepalanya dilemparin pake buku.
__ADS_1
kenapa??Lo marah?? tanya Andika yang tidak merasa bersalah setelah dia melempari Bagas dengan bukunya.
ehh buset!! umpat Bagas.
Lo itu manusia yang nggak ada akhlaknya, umpatnya lagi sambil memegang kepalanya yang terasa nyeri.
lagian elo kenapa nggak bantuin gue ketika gue dipukulin sama itu laki-laki brengsek!! ucap Andika.
hahahaha, Bagas tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh bosnya itu.
kenapa Lo ketawa???!!! tanya Andika.
elo lucu bro sekaligus bodoh!!! jawab Bagas sambil tertawa.
maksud elo!??? tanya Andika.
kalo gue bantuin elo tadi, pasti sibrengsek itu tau kalo elo itu orang yang sangat berpengaruh dan dia akan menyuruh mata-matanya untuk mematai elo, jelas Bagas.
kalo dia tau akan sulit buat kita untuk balas dendam, lanjutnya.
Andika yang mendengar itu hanya mengangguk saja dan membenarkan apa yang dikatakan oleh Bagas.
iya juga sih,, ucapnya.
astaga bro otak Lo yang jenius itu dikemanain tadi sampai elo baru bisa ngerti sekarang, ledek Bagas.
sial Lo!!! ucap Bagas kesal.
sorry bro gue reflek aja tadi;;; ucap Andika sambil tersenyum.
jijik gue liat senyum Lo itu,, ucap Bagas.
terserah!!! ucap Andika.
keduanya sama-sama hening.
Andika keliatannya sedang memikirkan sesuatu.
setelah dia menemukan apa yang dipikirnya dia langsung memanggil Bagas
gas apa elo masih ingat sama adik dari paman gue, tanyanya pada Bagas tapi Bagas tidak merespon sama sekali karena sedang melamun.
Andika kesal dan langsung menggebrak meja yang ada di depannya.
gebrakkjj,,,,,,,,,!!!!!!!!
eh buset!!! Bagas terkejut mendengar suara meja yang digebrak oleh Andika.
Untung gue nggak punya riwayat sakit jantung kalo nggak gue sudah tinggal nama, umpat Bagas
__ADS_1
lagian elo ditanya nggak dijawab malah ngelamun saja, ucap Andika.
sorry bro tadi guy lagi mikirin gimana caranya biar kita secepatnya menyelesaikan misi kita ini, jelas Bagas.
emmm tadi elo nanya apa??? tanya Bagas.
itu Lo masih ingatkan sama adik dari paman gue itu, tanyanya lagi.
hmmm iya,Robert kan!?? Bagas balik bertanya.
iya betul!! jawab Andika
emangnya kenapa??? tanya Bagas yang belum mengerti maksud dari bosnya itu.
tadi gue ketemu sama dia,, jawab Andika.
apa????
iya tadi gue ketemu dan bahkan gue tiap hari akan ketemu sama dia,, ucap Andika.
maksud Lo?? tanya Bagas.
dia jadi dosen dikampus gue, jawab Andika.
hahahaha akhirnya satu persatu keluarga Mahendra keluar dari persembunyiannya, ucap Bagas sinis.
iya, ucap Andika menimpali apa yang dikatakan oleh Bagas.
oh ya bro ini sepertinya kesempatan besar buat kita untuk memancing di brengsek itu keluar menemui Kita, ucap Bagas.
maksud Lo?? tanya Andika.
astaga bro, kenapa elo sekarang bodoh sekali!!! umpat Bagas yang merasa kesal karena bosnya yang selama ini sangat pintar tiba-tiba menjadi lemot dan bodoh seperti ini.
Bagas lalu menceritakan rencananya kepada Andika dan terlihat Andika beberapa kali mengangguk-anggukkan kepalanya.
elo emang pinter nggak salah gue milih elo sebagai sekretaris gue, ucap Andika.
Lo baru sadar ternyata gue ini juga pintar, ucap Bagas menyombongkan diri.
baru saja dipuji tingkat kesombongannya udah melebihi batas, ledek Andika.
biarin!! jawab Bagas santai.
huhuhhhhh, terserah gue mau istirahat dulu dan besok kita mulai menjalankan aksi kita, ucap Andika.
siap bos, jawab Bagas*******
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰
__ADS_1