Bad But The King Of The Mafia

Bad But The King Of The Mafia
bab5 jejak#1


__ADS_3

Andika pun duduk di bangku dekat laki-laki itu duduk.


setelah cukup lama akhirnya pesanan laki-laki itu pun jadi dan sang penjual memberikan pesanan itu kepada laki-laki tadi dan laki-laki itu menyerahkan uang kepada penjual itu yang bernama mang Ujang untuk membayar pesanannya.


ini mang uangnya, ucap laki-laki itu sambil menyerahkan uang seratus kepada mang Ujang.


tunggu dulu tuan saya ambilkan kembaliannya dulu kedalam, ucap mang Ujang dan hendak masuk ke dalam tapi dihentikan oleh laki-laki itu.


kembaliannya buat mang Ujang saja, ucapnya.


terimakasih tuan, ucap mang Ujang.


setelah membayar pesanannya, laki-laki itu pergi meninggalkan mang Ujang yang masih memegang


uang yang tadi diberikan oleh laki-laki itu.


setelah orang itu pergi Andika pun membayar makanan yang mereka makan tadi.


Andika yang penasaran dengan laki-laki yang dipanggil tuan muda oleh mang Ujang pun bertanya kepada mang Ujang.


emmm mang maaf boleh saya bertanya??? ucapnya.


oh boleh mas silakan saja kalo bisa bapak jawab saya akan jawab,jawab mang Ujang.


tadi itu siapa mang?? tanya Andika dengan hati-hati.


oh yang tadi,itu tuan muda dari keluarga Rahadian yang kaya di kompleks perumahan yang disebelah sana mas, jawab mang Ujang sambil menunjuk kearah perumahan elit tersebut.


ohh,,, jawab Andika singkat.


terimakasih kalo gitu pak, ucapnya lagi.


emangnya ada apa ya mas?? tanya mang Ujang.


ohh nggak ada apa-apa mang cuman mau nanya saja, ucap Andika sambil tersenyum.


pasti mas berpikir kenapa sifatnya begitu pada saya, ucapnya.


dia orang baik mas, tidak seperti kakak dan ayahnya yang kejam itu, ucapnya lagi.


emangnya kenapa dengan kakak dan ayahnya mang, tanya Andika


kakak dan ayahnya suka menindas orang lain yang lemah mas, jawab mang Ujang.


Andika ingin bertanya lebih banyak lagi, tapi datang seorang pembeli untuk membeli makanan.


maaf mas, saya layanin pembeli dulu, ucapnya.


oh silahkan pak kebetulan juga saya mau pamit soalnya adik-adikku sedang menunggu saya, ucap Andika.


terimakasih untuk waktunya tadi pak, ucap Andika lagi


sama-sama mas, ucap mang Ujang.


kalo begitu saya permisi dulu, semoga jualannya habis terjual, ucap Andika.

__ADS_1


Amin, terimakasih atas doanya mas, jawab mang Ujang


assalamualaikum, ucap Andika sambil meninggalkan mang Ujang yang masih melayani pembeli.


wa'alaikumsallam, jawab mang Ujang.


Andika berjalan menuju taksi yang dari tadi menunggunya.


sementara kedua adik sepupunya itu memasang wajah cemberut karena terlalu lama menunggu Andika.


hallo adik-adik kakak,sapa Andika kepada kedua adiknya itu.


sementara yang disapa tidak menjawab dan mereka hanya memasang wajah cemberut saja.


kalian kenapa??tanya Andika kepada kedua adiknya itu karena mereka tidak menjawab sapaan darinya.


kok nanya kenapa si!! ucap Roy dengan ketusnya.


loh terus kakak harus nanya gimana coba, ucap Andika.


ohhh kak Dika kok nggak peka banget sih, ucap Caca.


peka gimana sayang,tanya Andika karena semakin bingung dengan sikap kedua adiknya yang tiba-tiba kesel padanya.


kak Dika tau nggak kita udah nunggu kak Dika dari tadi, ucap Caca dengan keselnya.


ohhh jadi karena itu kalian marah sama kakak, ucap Andika masih dengan ekspresi santainya yang membuat kedua adiknya semakin kesel padanya.


iih kakak!! bukannya minta maaf malah kae gitu, ucap Roy.


Andika pun tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Roy adiknya itu.


mereka tidak menjawab dan membuang muka kearah samping.


Roy dan Caca bukan anak yang gampang untuk menerima ucapan maaf dari orang lain.


Andika tau kedua adiknya itu tidak akan semudah itu memaafkannya dan dia pun langsung mengeluarkan jurus yang mampu membuat kedua adiknya itu luluh dan memaafkannya.


ya udah deh kalo kalian nggak maafin kakak, kakak akan turun dari mobil saja, ancam Andika dan hendak turun dari mobil tapi,Caca langsung memeluknya erat dari belakang.


ya udah kak,Caca maafin kakak deh asalkan kakak nggak ninggalin kita, ucap Caca sambil memeluk Andika.


Andika tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Caca dan berbalik memeluk adiknya itu.


sedangkan Roy masih kesel tapi, melihat adiknya memeluk Andika dia pun memaafkan Andika.


gimina nih udah maafin kakak nggak???tanya Andika sambil melirik Roy yang masih memasang wajah cemberutnya.


aku nggak akan maafin kak Dika kalau kak Dika nggak peluk aku juga, ucap Roy.


Andika hanya tersenyum dan langsung menarik Roy kedalam pelukannya dan mereka pun saling peluk sedangkan sang sopir hanya bisa tersenyum menyaksikan drama mereka dari tadi.


gimana mas kita jalan sekarang?? tanya sang sopir


ohhh maaf pak, iya kita jalan sekarang soalnya udah mulai sore, jawab Andika.

__ADS_1


Sang sopir pun menjalankan mobilnya sedangkan kedua bocah kecil tadi itu sudah mulai terlelap dalam pelukan Andika.


emmm maaf mas,itu adik kandungnya?? tanya sang sopir.


bukan pak tapi mereka berdua ini adik sepupu saya, ucapnya sambil mengelus rambut kedua bocah yang sudah terlelap.


ohh dikirain adik kandungnya, ucap sang sopir.


saya juga punya adik kandung kok pak, tapi mereka tinggal di kampung sedangkan saya disini tinggal dengan bibi saya yaitu ibu dari kedua bocah ini, ucap Andika.


ohhh pantesan aja, timpal sang sopir.


Andika adalah seorang anak laki-laki yang sangat menyukai anak kecil.


terlebih khusus kedua adiknya dan kedua adik sepupunya juga.


dia sangat cepat akrab dengan anak kecil.


Andika yang masih memeluk kedua bocah itu mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada seseorang.


setelah pesannya terkirim dia menyandarkan kepalanya di pintu mobil sambil memejamkan matanya.


Setelah setengah jam perjalanan akhirnya Andika tiba di rumah bibinya.


Andika tidak tega untuk membangunkan kedua adiknya yang masih terlelap.


Sang sopir yang melihat Andika kesulitan untuk menggendong kedua adiknya pun turun dan menawarkan bantuan.


ewmmm mas biar saya bantu gendong adeknya, tawar sang sopir.


apa bapak nggak keberatan??tanya Andika.


nggak kok mas, jawab si sopir taksi itu.


baik pak terimakasih,ucap Andika.


sang sopir pun mengambil alih Roy yang masih terlelap dalam pelukan Andika dan menggendongnya.


Roy dan Caca tidur seperti orang mati saja.mereka tidak merasa terganggu sedikit pun.


Mungkin mereka kecapean.


Andika yang menggendong Caca jalan mendahului sopir taksi itu.


ketika sampai di depan pintu rumah Andika mengucapkan salam dan dari dalam rumah terdengar jawaban dari bibinya.


assalamualaikum,salam Andika.


wa'alaikumsallam, jawab bibinya yang baru saja keluar dari dapur.


astaga!!! jagoannya bibi tidur semua;;; ucap sang bibi yang melihat kedua anaknya itu tidur dengan pulasnya.


iya bi,jawab Andika.


Dia siapa Dika? tanya bibinya yang melihat seorang laki-laki yang menggendong Roy anaknya.

__ADS_1


oh dia pak Bambang sopir taksi yang anterin kita bi, jawab Andika.****


maaf 🙏🙏🙏saya baru bisa up soal lagi kurang enak badan 🙏🙏🙏


__ADS_2