Badgirl In Love

Badgirl In Love
chp. 11 - Tiring


__ADS_3

"Sakura, ambilkan seragam ganti di lokerku!"


Sakura merengut kesal. Ia berjalan menghentak-hentakkan kakinya di sepanjang koridor menuju ke loker milik Sasuke.


Jika ingin tau ini adalah perintah ke sepuluh kalinya setelah membuatkan jus tomat, mengerjakan tugasnya, memijati, menata buku-buku, bahkan saat tali sepatunya copot, Sakura harus menalikannya saat itu juga tanpa mempedulikan keadaan yang saat itu banyak siswa.


"Ambilkan ini itu dan yang lain, apa gunanya dia punya tangan dan kaki jika tidak digunakan, huh!" gerutu Sakura sembari membuka kunci loker Sasuke.


Emerlad nya membulat mendapati tulisan yang tertulis rapi di stiky note yang sengaja dipasang di pintu loker Sasuke. Sekarang Sakura seakan ingin mencabik-cabik Sasuke sekarang saja jika bisa. Andai saja ia sewaktu balapan kemarin menang, maka Sasuke akan menjadi budaknya. Tapi tidak sesuai ekspetasinya, ia malah yang menjadi budak dari seorang Uchiha Sasuke.


•••


Budakku tercinta, aku lupa seragam gantiku sudah ada di tasku tadi. Sebagai gantinya buatkan jus tomat untukku!


Tuan Tampan


•••


__ADS_1


Sakura mencabut sticky note yang tertempel di pintu loker itu dengan kasar kemudian merobek-robeknya dan membuangnya ke sembarang arah.


Ia mencoba menetralisir emosinya yang sudah meronta-ronta meminta untuk dilepaskan. Sakura merendam emosinya sementara, setelah semua ini berakhir lihat saja, maka Sasuke akan merasakan akibatnya dari seorang Haruno Sakura.


••


Sementara itu di lapangan basket, berulang kali Sasuke berhasil memasukkan bola basket ke dalam ring yang membuktikan jika bungsu Uchiha itu sangat mahir dalam bermain bola basket. Tentu saja, semua lawannya ia tebas dengan mudahnya seperti membunuh seekor semut.


Tubuh kekarnya mulai memunculkan cairan keringat hingga membuat enam roti sobek di perutnya mulai membekas di kaos olahraganya. Semua murid menatapnya dengan damba bahkan beberapa dari mereka yang merupakan siswi mulai mimisan dibuatnya.


Karin dan para dayangnya mulai menghampiri para prince school dengan seragam yang ketat hingga memperlihatkan lekuk tubuhnya. Alih-alih membuat mereka terpana justru itu membuat para prince school jijik.


Tepat saat itu juga, Sakura memunculkan batang hidungnya hingga membuat Sasuke menyeringai. Ia berjalan melewati Karin dan menghampiri Sakura hingga membuat gadis merah muda itu dibuat bingung olehnya.


Sasuke mulai mengambil alih gelas berisikan jus tomat yang ia inginkan kemudian meminumnya hingga kandas tak tersisakan. Gelas kaca yang ia pegang ia buang ke sembarang arah hingga membuat gelas itu pecah.


Sakura menatap Sasuke garang. "Hei, kau ini apa-apaan? Setidaknya jangan pecahkan gelasnya walau aku terlambat." Ia mulai mengerucutkan bibirnya yang membuat Sasuke ingin sekali melahap bibir ranum Sakura yang terlihat sangat menggoda di matanya.


"Tidak apa-apa. Gelas itu sangat murah aku akan menggantinya nanti." Sakura memutar bola matanya bosan. Mulai sudah Sasuke yang mengeluarkan sifat sombong dan angkuh. Ia mulai muak dengan hal itu. Menyesal dirinya sudah mengenal Sasuke sejak dirinya masuk ke sekolah ini.

__ADS_1


Karin memincing kearah Sakura dengan tatapan tidak suka. Begitu pula dengan Shion, Haku, Tayuya, dan Saara yang menatap teman-teman Sakura tidak suka.


Mata Sakura dan Karin bertemu. Sakura memandang Sasuke sekilas kemudian menyeringai kearah Karin yang membuat gadis bermarga Uzumaki semakin memnacarkan aura membunuhnya pada gadis berambut merah muda itu.


Ting!


Sakura tersentak kemudian langsung memgambil ponselnya di dalam saku seragamnya dan membuka pesan yang dikirimkan untuknya. Senyumnya sedikit mengembang saat membaca pesan itu dan membuat Sasuke merasa penasaran.


Saki, besok acara ulang tahun perusahaan Sabaku yang ke-41. Aku akan pulang.   ~Gaara-panda


Sekarang mood Sakura kembali baik, tidak seperti sebelumnya yang rusak akibat si bontot Uchiha. Setidaknya dengan keberadaan Gaara, maka dirinya akan mengalami kesenangan walau hanya sementara.


"Siapa?" tanya Sasuke dengan nada dinginnya.


Sakura mendelik kearah Sasuke. "Kenapa kau jadi kepo sekali? Ini bukan urusanmu!"


"Jangan lupa sekarang kau dalam kendaliku, Haruno Sakura," sahut Sasuke sembari menyeringai yang membuat mood Sakura kembali hancur.


Hari ini adalah hari yang benar-benar melelahkan walau ini adalah hari pertamanya untuk menempati taruhan balapan tempo hari yang lalu. Sakura sendiri yakin pasti jika Gaara mendengar hal ini, sepupu merahnya itu akan tertawa seperti musik disco.

__ADS_1


__ADS_2