Badgirl In Love

Badgirl In Love
chp. 2 - Old Friend


__ADS_3

Setibanya di Jepang, Sakura langsung pulang menuju ke kediaman keluarga Haruno. Rumahnya lumayan jauh dari bandara, maka dari itu ia memesan taxi online. Andai saja jika motor kesayangannya disini, pasti akan menyenangkan, pikirnya. Tapi itu mustahil karena motornya sudah disita dan diamankan di mansion keluarga Haruno yang ada di Cambridge, Inggris.


Sakura menata semua pakaiannya di dalam lemari yang ada di dalam walk in closet. Pakaian yang menurutnya tidak pantas ia pakai, seperti gaun dan pakaian yang biasa dipakai oleh wanita dibuang atau disumbangkan kepada orang yang membutuhnya. Kira-kira dirinya bersedekah atas dosanya karena balapan hampir setiap harinya.


Kakaknya, Haruno Sasori tidak menyambutnya di mansion, maka dari itu Sakura langsung menyelonong masuk tanpa permisi karena dirinya yang sudah lelah dan frustasi akibat motornya disita. Tidak ada motor, tidak ada balapan, itulah yang Sakura benci.


Sebenarnya bisa saja Sakura balapan menggunakan mobilnya karena mobilnya yang jumlahnya tak terkira. Namun, Sakura tidak suka dengan benda yang diberi nama mobil itu karena akan repot urusannya jika ketahuan oleh polisi. Bukannya akan kabur dengan selamat, Sakura bisa-bisa tertangkap lebih dulu jika menggunakan mobil.


Malam itu, Sakura membantu para pelayan untuk mempersiapkan makan malam. Ia juga ingin bertemu dengan sang kakak yang sudah lama ia rindukan. Setidaknya Sakura memiliki sisi baik di dalam tingkah nakalnya yang susah diatasi.


Bunyi mesin mobil terdengar hingga ke telinga Sakura, hingga sang empu berlari dengan celana hotpans hitam yang dipadukan dengan tanktop putih. Saat membuka pintu mansion yang begitu besar, Sakura langsung menerjang tubuh kekar kakaknya hingga sang kakak sedikit terhuyung ke belakang.


"Hei, sebegitu rindunya kah kau padaku, Saki?" tanya Sasori dengan nada menggoda.


Sakura melepas pelukannya dengan kasar. Ia memasang muka garang. Satu hal yang perlu diketahui, Sakura tidak suka digoda.


"Aku tidak merindukanmu!" ketusnya. "Aku hanya rindu dengan pakaianmu!"


Sasori tertawa renyah. "Lucu sekali! Baiklah, maafkan aku, Saki. Aku hanya bercanda." Ia mengelus pelan surai merah muda adiknya dengan lembut. "Ayo, kita masuk. Aku sudah lapar dari tadi."


Sasori dan Sakura memulai makan malam dengan keheningan yang melanda. Hanya ada bunyi alat makan yang berfungsi sebagai pemecah suasana.


"Kak, apa aku boleh meminjam mobilmu?" tanya Sakura yang sudah menghabiskan makan malamnya.


Alis Sasori terangkat satu. Sasori harus ekstra waspada jika Sakura meminta atau meminjam motor atau mobil karena pastinya itu untuk balapan bukan untuk pergi ke suatu tempat.


"Tidak ada!" tegas Sasori. "Tidak ada balapan motor atau mobil. Pergi tidur sekarang atau kulaporkan kau pada Mama dan Papa."


Sakura mencebik kesal. "Selalu saja mengancam!" Ia beranjak dari duduknya dan berjalan masuk menuju kamarnya dengan perasaan kesal. Ia butuh pelampiasan, yaitu dengan balapan. Ya, hanya itu hal yang Sakura sukai. Balapan.


"Baiklah, hari ini aku mengalah. Tapi besok, aku harus mendapatkan apa yang kumau," kata Sakura penuh tekad. Ia memposisikan badannya dengan nyaman di atas kasur kemudian memejamkan matanya menuju ke alam mimpi.


••

__ADS_1


Keesokan paginya, Sakura melihat Sasori yang tidak ada di mansion. Sakura berkesimpulan jika Sasori berangkat awal ke perusahaan. Bagi Sakura, itu tak masalah. Justru ia bisa berbuat hal diluar dugaan.


Seusai sarapan, Sakura berjalan menuju ke garasi yang luasnya tak terkira. Emerlad nya melihat mobil satu per satu sembari menilai, tapi tidak ada yang sesuai dengan apa yang ia butuhnya.


Dan akhirnya matanya melihat keatas, terdapat berbagai motor disana. Sakura sepertinya sudah melewatkan sesuatu. Ia berjalan menuju ke area garasi motor dan berdecak kagum. Semuanya sesuai dengan seleranya dan dirinya hanya perlu memilih saja.


"Ini yang kunamakan surga dunia!"


Sakura menghampiri motor ninja berwarna hitam abu-abu milik kakaknya pasti. Ia telah memutuskan akan berangkat menggunakan motor karena ia butuh pelampiasan sejak lama. Jika tidak di lintasan balap, maka di jalan raya.


Kawasaki Ninja 250 SL melaju dengan kecepatan diatas rata-rata. Motor itu melaju dengan gesitnya hingga membuat para pemakai kendaraan yang lain terlewatkan seperti angin yang berhembus dengan kencang. Sakura memberhentikan motornya tepat di lampu lalu lintas yang menunjukkan warna merahnya.


Sementara itu di mobil lain, tepatnya Maserati Grandturismo Sport berwarna putih, terdapat empat orang gadis di sana. Pengemudinya berambut pirang yang diikat berbentuk ponytail dengan mata aquamarine yang mendominasi membuatnya menjadi seperti boneka barbie.


Yamanaka Ino namanya, anak tunggal dari pasangan Yamanaka Inoichi dan Yamanaka Inochi. Yamanaka sendiri merupakan keluarga yang bisnisnya bergerak dalam bidang fashion. Mereka sangat ahli dalam memperdalami dunia fashion, maka dari itu mereka mempunyai butik, salon, mall, dan toko peralatan kosmetik di seluruh mancanegara.


Disebelah Ino, ada si sulung dari keluarga Sabaku, bernama Sabaku Temari. Keluarga Rei sendiri bisa dibilang adalah saudara dari keluarga Haruno karena mereka mempunyai satu nenek yang sama bernama, Chiyo.


Sedangkan di kursi belakang, terdapat si sulung Hyuuga, bernama Hyuuga Hinata yang terkenal dengan kebangsawanannya dan anak tunggal dari keluarga Xio, bernama Xio Tenten dengan keluarga yang terkenal dengan ilmu bela dirinya.


Gelang berlian ringan dan tipis dengan aksen bunga di tengahnya. Ino sangat mengingat pasti hanya dirinya dan sahabat kecilnya yang mempunyai gelang itu. Mustahil jika orang lain memilikinya karena gelang itu dibuat langsung olehnya sendiri.


Lampu lalu lintas mulai berubah menjadi warna hijau dan Sakura melajukan motornya dengan kencang menuju jalan ke sekolah barunya, sedangkan Ino dengan enggan melajukan mobilnya walau pikirannya masih tertuju pada pengendara motor ninja dengan gelang yang sangat mirip dengan yang ia pakai.


••


Sementara itu di Konoha International High School, lima mobil mewah satu per satu mulai melewati pagar sekolah dan parkir di parkiran sekolah dengan rapinya. Para pemilik mobil keluar, mereka adalah prince school yang sangat diidam-idamkan sekaligus diidolakan oleh banyak murid. Mereka tampan, bahkan hampir mirip dengan dewa Yunani dan latar belakang keluarga yang membuat para murid semakin histeris melihatnya.


Uchiha Sasuke adalah prince school yang paling terkenal daripada sahabatnya yang lain. Tentu itu karena ketampanannya plus latar belakang keluarga bangsawan. Sasuke dijuluki sebagai prince cold karena memiliki wajah datar dan dingin yang bisa membuat para gadis meleleh. Tatapannya yang tajam dan aura hitannya membuat para murid ketakutan.


Hyuuga Neji adalah duplikat dari Sasuke. Sifat dingin, tatapan tajam dan wajah datar. Satu hal yang pasti, Neji tidak suka ada yang menantangnya, berbeda dengan Sasuke yang akan menerima berbagai tantangan orang yang meremehkannya.


Uzumaki Naruto, si prince school yang terkenal dengan sifat periang dan berisik bagi Neji dan Sasuke. Memang Naruto memiliki mulut yang istilahnya tidak bisa berhenti jika berbicara. Namun, ia juga menjadi incaran para murid di sini.

__ADS_1


Shimura Sai, si muka pucat atau si senyum palsu. Julukan itu diambil dari fisiknya yang memang seperti albino namun rambut dan matanya masih hitam pekat dan ia memiliki keunikan sendiri. Ia tidak pernah tersenyum tulus hanya senyum palsu yang ia torehkan kecuali kepada kekasihnya, Ino.


Yang terakhir, Nara Shikamaru si IQ tinggi namun juga pemalas. Hampir setiap pelajaran, Shikamaru hanya menghabiskan waktunya untuk berhibernasi seperti beruang kutub dan yang anehnya Shikamaru bisa menggapai nilai sempurna walaupun tidur. It's amazing!


Semua murid bersorak ria dari lantai atas dan lantai bawah karena prince school telah datang. Namun, itu membuat mereka menguap bosan karena itu selalu dilakukan setiap harinya.


"Mendokusai! Aku mengantuk!" keluh Shikamaru.


"Ya, kau benar. Ini berisik sekali," timpal Naruto. "Aku jadi rindu dengan Hime."


"Mereka akan sampai sebentar lagi," sahut Neji tenang.


Mobil yang dikendarai oleh Ino pun masuk ke gerbang sekolah. Mereka berempat keluar yang tak lain adalah kekasih para prince school, kecuali Sasuke. Sasuke tidak tertarik dengan semua gadis yang ada di sekolah, maka dari itu ia menunggu seorang gadis yang membuat atensinya teralihkan.


"Hime! Aku merindukanmu!" kata Naruto kemudian menubruk tubuh Hinata dengan pelukannya.


"Selamat pagi, Sai-kun!" sapa Ino semangat.


Sai tersenyum manis membuat para fans nya mengeluarkan darah dari hidungnya. "Selamat pagi juga, Ino-chan."


Kemudian datanglah motor yang tadinya dilihat oleh Ino dan membuat gadis pirang itu menatap motor itu. Semua mata menatap motor asing itu karena belum pernah ada orang yang berangkat ke sekolah dengan menaiki sebuah motor, apalagi motor ninja.


"Ada apa, Ino-chan? Sepertinya sedari tadi kau menatap motor itu terus," tanya Hinata.


"Tidak. Hanya saja, sepertinya aku familiar dengan orang itu," sahut Ino yang membuat Temari menatap serius pada pengendara motor itu.


"Apa dia laki-laki?" tanya Tenten yang dijawab gelengan oleh Ino. "Bagaimana kau tau?"


"Tidak mungkin seorang lelaki memakai gelang itu kan?" tanya Ino sembari menunjuk pergelangan tangan pengendara motor itu.


"Hm, kau benar," sahut Temari.


Di sisi lain, Sakura memarkirkan motornya di parkiran dengan sembarang. Ia menghentikan mesin motor dan menarik kunci. Kedua tangannya mulai menggapai helm full face yang ia gunakan hingga membuat surai pink panjangnya terurai ke bawah.

__ADS_1


Emerlad nya berhenti pada sekumpulan pemuda tampan dan para gadis di sana. Ia terfokuskan pada Temari dan Ino yang menatapnya tidak percaya.


"Temari dan Ino-pig, eh?"


__ADS_2