Badgirl In Love

Badgirl In Love
chp. 4 - Chance


__ADS_3

Kring...


Bel berbunyi dan itulah waktunya istirahat. Sakura berjalan menyusuri koridor dengan pasrah karena tangannya ditarik oleh Ino. Ia yakin pasti akan banyak hal ditanyakan oleh makhluk Yamanaka ini bersama teman-temannya yang lain.


Sekarang sampailah mereka di kantin sekolah yang memang cukup ramai. Namun, Ino membawa Sakura di meja kantin khusus untuk para prince and princess school.


"Kau kenapa membawaku kesini, ****?" tanya Sakura kesal saat duduk di bangku meja kantin khusus tersebut.


Ino pun beranjak duduk di samping kekasihnya, Sai. "Tenang saja, kami hanya ingin bertanya-tanya."


Sakura memutarkan bola matanya bosan. Sudah ia duga ini akan terjadi. Menyebalkan, pikirnya.


"Jadi, apa yang ingin kalian tanyakan?" tanya Sakura malas.


Ino menggeleng. "Sebelum itu kau harus mengenal mereka."


"Tidak mengenal mereka pun tak masalah," gumam Sakura pelan.


Sakura menjalani pengenalan singkat oleh teman-teman Ino dan sekarang mungkin sudah menjadi temannya juga. Yang aneh di sini adalah para gadis terbuka untuknya, tapi tidak dengan para lelaki yang bersikap acuh tak acuh kecuali si pemuda berambut kuning jabrik seperti durian, Naruto.


"Baiklah, bagaimana kau bisa pulang kemari?" Ino melancarkan pertanyaan pertama.


"Intinya aku dihukum karena terlalu banyak balapan," balasnya singkat.

__ADS_1


Ctak!


Sakura mengaduh kesakitan karena jidat lebarnya dijitak oleh Temari. Habis sudah jidat kebanggaannya ini menjadi kesakitan.


"Duh! Apa-apaan kau ini? Sakit!" ringis Sakura.


"Bukankah Paman dan Bibi sudah melarangmu balapan? Kenapa kau masih bersikeras juga?" tanya Temari tak habis pikir dengan tingkah Sakura yang sangat keras kepala. "Dan aku yakin seyakin-yakinnya motor yang kau bawa tadi adalah motor Kak Sasori, benar?"


Sakura mengangguk mengiyakan. "Jangan salahkan semuanya padaku. Aku hanya ingin kesenangan."


"Kesenangan bokongmu! Orang tuamu yang sengsara!" sahut Temari dengan tatapan tajam.


Sakura menghiraukan tatapan tajam yang diberikan oleh Temari padanya, ia fokus dengan onigiri dan jus strawberry yang dipesannya baru saja.


"Um, Sakura-chan sejak kapan balapan?" tanya Hinata takut-takut.


Ctak!


"Hei!" Sakura menatap tajam Ino yang baru saja menjitak jidat lebarnya untuk yang kedua kalinya. Ia berharap semoga dirinya tidak mendapat jitakan lagi karena itu bisa membuat dirinya sial seperti yang dikatakan Zain kemarin lusa.


"Kau ini! Tidak kusangka kau mulai bermain motor saat Junior High School." Sakura menatap Ino jengah. "Kebanyakan anak jalanan memulai karir jalanannya dari High School. Kau benar-benar hebat!" Ino mengacungi dua jempol untuk Sakura.


"Jika kau ingin memuji jangan menjitak jidat berhargaku ini juga!" sungut Sakura sebal.

__ADS_1


Ino menyengir kuda menanggapi sungutan dari Sakura. "Iya, iya. Maaf."


Brak!


Meja tempat Sakura duduk bersama yang lainnya digebrak oleh seorang gadis berambut merah juga dengan iris merah tak lupa dengan kacamata yang bertengger manis di matanya. Akibatnya, jus strawberry Sakura tumpah hingga membasahi rok dan kaos kaki panjangnya. Sekarang Sakura benar-benar geram.


"Siapa kau! Kenapa kau duduk di sebelah Sasuke, hah?!" sentaknya.


Sakura mengernyitkan alisnya. Ia tidak mengerti akan topik yang dibicarakan oleh gadis cabai merah itu yang tiba-tiba menyangkutkan Sasuke yang duduk di sebelahnya, sedangkan Sasuke hanya diam beraut wajah datar menonton aksi tontonan keributan setelah ini.


"Seharusnya aku yang duduk di samping Sasuke-kun, bukan kau!"


"Karin dan dayang-dayangnya mencari masalah rupanya," batin Temari dan Ino serentak sembari menatap Sakura yang sudah mengepalkan tangannya menahan amarah.


Gadis berambut merah yang ada di hadapan Sakura saat ini sekaligus gadis yang menggebrak meja hingga membuat jus strawberry Sakura jatuh menimpa rok dan kaos kakinya hingga basah, dia adalah Uzumaki Karin dengan keempat sahabatnya yang ada di belakangnya menatap para pacar teman-teman Sakura dengan tajam tidak suka.


Uzumaki Karin adalah primadona sekolah yang bisa dibilang juga termasuk dalam kategori princess school bersama keempat temannya, Shion, Tayuya, Saara dan Haku. Selain dijuluki sebagai primadona, mereka juga sering dijuluki sebagai Queen of Bullying karena mereka suka membully seseorang yang berani meremehkan mereka apalagi berani dekat-dekat dengan pujaan hati mereka yang tak lain dan tak bukan adalah para prince school.


"Karin, kurasa dia adalah teman baru dari para ****** kecil ini," sahut Saara dengan seringainya.


Karin menyeringai pada Sakura yang menatapnya tajam. "Berarti gadis merah muda ini masuk dalam kategori bully kita."


Langsung saja Karin menjambak rambut panjang Sakura dengan keras hingga membuat gadis merah muda iti sedikit meringis kesakitan. Saat Ino ingin membantu Temari menghalanginya karena ia tau maksud dari tatapan Sakura yang berarti Sakura akan menyelesaikannya sendiri.

__ADS_1


"Seharusnya kau fokus pada sekolah bukan pada rambutmu ini," kata Karin dengan seringai kejamnya.


"Kau pikir hanya kau yang bisa kejam? Aku juga bisa!" batin Sakura mulai menyeringai.


__ADS_2