
Bel sekolah sudah berbunyi sejak 10 menit yang lalu tapi Sakura tidak segera masuk ke kelasnya dan memilih untuk berada di rooftoop sekolah karena dirinya bosan mendengar ceramah panjang kali lebar sama dengan luas dari Jiraiya, si guru sejarah. Berulang-ulang kali Jiraiya mengulang materi yang sama dan itu membuat Sakura jengah, bahkan Jiraiya melarang murid untuk protes.
Hanya Naruto si rubah itu yang bersemangat dalam kelasnya karena Jiraiya adalah paman Naruto. Lagipula Jiraiya adalah penerbit buku Icha-Icha Tactics yang sangat digemari oleh para remaja bahkan kakek-nenek pun sangat ingin membacanya.
Dan seperti yang diduga, Naruto dan Jiraiya adalah komplotan orang berotak buruk yang pernah ada karena bukannua diisi dengan segala macam materi pembelajaran, mereka berdua malah mengisi otaknya dengan pikiran mesum. Jangan lupakan Kakashi yang juga ikut serta dalam komplotan kecil itu.
Sakura menggelengkan kepalanya karena terlalu berpikiran jauh tentang Jiraiya dan Naruto. Ia fokus pada pengendara motor dan mobil yang melintasi jalan yang ada di depan sekolah. Sesekali Sakura membayangkan motornya itu kembali dan Sakura menepuk jidatnya pelan. Seharusnya ia meminta motornya kembali pada kakaknya kemarin. Ia benar-benar melupakannya.
Sakura tersentak mendapatkan satu ide yang tidak terlalu cemerlang baginya namun itu bisa membawanya kepada motor tercintanya. Ia mengambil ponsel dari dalam saku seragam kemudian menekan nomor yang ia anggap sebagai pintu keberhasilan.
Tut.. tut..
Sambungan telepon tersambung dan Sakura mulai menyengai dan menjalankan misi pengembalian motor berharganya.
"Halo, ada apa?!" tanya Sasori ketus. Sekarang ia sedang dalam mood yang buruk dan itu karena adiknya, Sakura.
"Jangan terlalu ketus padaku, Kak. Bisa-bisa motomu akan hancur nanti," balas Sakura dengan santainya.
Sasori kembali memaki-maki Sakura dalam hatinya. "Baiklah, kau mau apa, adik manis?" Ia bertanya dengan nada selembut mungkin.
"Aku ingin balapan tapi aku tidak ingin memakai motormu, Kak. Motormu itu sangat jelek!"
"Jelek apanya? Jelas motorku itu limited edition!" batin Sasori geram tak habis pikir.
"Lalu, kau mau pakai apa?" desak Sasori yang masih mempertahankan suara lembutnya agar Sakura tidak menghancurkan motor yang dengan susah payah ia dapatkan.
Sakura sedikit terkikik mendapati Sasori yang tengah menahan amarah. "Maaf, nii-san ku sayang. Tapi ini demi kesenanganku!" Sakura mulai tertawa jahat di dalam hatinya.
"Aku ingin motorku."
__ADS_1
Sasori membulatkan matanya. Ia mana mungkin bisa mrmbujuk kedua orang tuanya untuk mengembalikan motor adik nakalnya itu, bisa-bisa dirinya dikuliti oleh orang tuanya. Di satu sisi orang tua dan di satu sisi Sakura yang memegang kendali dirinya. Sasori sekarang berada di tengah-tengah jurang saja. Salah satu langkah saja maka habislah dirinya.
"Hm, apa tidak ada yang lain, Saki?"
Ceklek..
Pintu ruangan kebesaran Sasori terbuka dan nampaklah Itachi yang berdiri sembari membawa beberapa berkas. Dirinya duduk di sofa yang ada diruangan tersebut sembari mencermati Sasori yang tengah mengangkat telepon dari seseorang.
"Jika kau tidak mau ya sudah. Aku akan ke tukang penghancur mesin sekarang," lirih Sakura.
Sasori membulatkan matanya dan itu membuat Itachi mengerutkan keningnya. Itachi terkejut karena dengan tiba-tiba sahabat berwajah bayinya itu berdiri dari kursi singgasananya.
"Jangan, Saki! Motor itu satu-satunya di dunia! Kumohon!"
Itachi menutup mulutnya menahan tawa. Dengan mendengar suarah Sasori, dirinya sudah paham akar permasalahnnya. Itachi memang sangat pintar, tentu saja ia adalah seorang Uchiha.
"Dasar bayi! Dengan adik sendiri saja takut!" batin Itachi mentertawakan Sasori yang tengah memohon di telepon dengan Sakura, adiknya sendiri.
Sementara itu di ruangannya, Sasori menjambak rambut merahnya frustasi. Ia menatap tajam Itachi yang berusaha menahan tawanya, Sasori yakin pasti Itachi sudah tau akar permasalahannya kali ini.
"Diam kau, Keriput!" desis Sasori kemudian kembali duduk di singgasananya. "Apa yang kau lakukan disini?"
Itachi mengedikkan bahunya. "Hanya mengantar berkas kerja sama kemari dan aku mendapatkan bonus ekspresi Sasori yang ketakutan dengan adiknya sendiri." Itachi tertawa terpingkal-pingkal membuat Sasori malu sekaligus berdecak kesal.
"Awas saja kau, imotou! Aku akan membalasmu!"
••
Di kelasnya onyx dari si bungsu Uchiha tak fokus pada pelajaran karena tidak adanya gadis incarannya, Haruno Sakura. Karena otaknya yang mewarisi dari klan Uchiha, saat itu juga Sasuke mulai mengangkat tangannya kemudian pergi izin menuju ke toilet.
__ADS_1
Sasuke keluar dari kelasnya berjalan menuju kearah sebaliknya, yaitu kearah rooftop sekolah. Ia yakin Sakura ada di sana karena motornya masih terparkir rapi di tempat parkiran motor.
Dan yang benar saja, Sakura sekarang tengah berada di atap sekolah sembari menelepon seseorang. Telinganya yang sangat tajam ia gunakan untuk mendengar semua percakapan antara si penelpon dan Sakura.
Dari nada panggilan Sakura terhadap si penelpon, Sasuke bisa menyimpulkan jika Sakura tengah menelpon kakaknya, Sasori.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Sasuke dengan nada dinginnya.
Sakura menoleh kearah Sasuke dengan tatapan tajam mengintimidasi. "Lalu, kau sendiri? Apa yang kau lakukan disini?"
"Aku berhak ada dimana saja, Nona," balas Sasuke dengan nada angkuh.
"Dasar sok pintar," cibir Sakura.
Sasuke melirik Sakura tak percaya. Baru ada seorang gadis yang berani mencibirnya seperti ini. Sakura patut diancungi jempol untuk hal ini. Sasuke menaikkan alisnya kemudian menyeringai.
"Mencibir seorang Uchiha harus ada bayarannya kan?" batinnya tertawa keji.
Sasuke menarik tangan Sakura hingga sang empu tersentak kaget. "Hei, apa yang kau lakukan?!" Tangan kekar Sasuke merengkuh pinggang Sakura erat hingga kedua tubuh mereka saling berdempetan.
Kedua tangan mungil Sakura mencoba untuk mendorong dada bidang Sasuke menjauh karena entah kenapa wajahnya memanas untuk pertama kalinya. Asal kalian tau, Sakura adalah tipe orang yang tidak mendalami soal cinta, bahkan ia tidak pernah tau hal-hal yang berhubungan dengan cinta. Ia hanya fokus dengan kesenangannya sendiri.
"Lepaskan aku, Sasu-- "
"--hmph!!!"
Belum sempat Sakura menjalankan aksi protesnya, bibirnya sudah dibungkam dengan ******* Sasuke. Sasuke mencoba mendapatkan akses lebih dalam menuju ke dalam, namun Sakura mencoba menghalanginya.
Uchiha mempunyai 1001 satu cara untuk melakukan apa yang diinginkannya. Sasuke mencoba menggigit bibir bawah Sakura, namun itu tidak membuat Sakura membukakan akses lebih dalam untuknya.
__ADS_1
Tangan Sasuke mulai merayap memasuki seragam bagian atas Sakura kemudian ia memijat pelan payudara gadis yang tengah ia ***** ini hingga membuatnya mendesah. Sasuke menyeringai kemenangan kemudian memasuki akses masuk lebih dalam.