
Setelah kejadian di rooftop, mood Sakura tiba-tiba menjadi buruk dan membuat teman-temannya mengernyitkan dahinya bingung. Ada yang berpikiran jika Sakura tengah kedatangan bulan, namun itu salah karena ini semua karena si bontot Uchiha itu.
Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 sore dan itu adalah waktunya untuk pulang. Mood Sakura kembali bangkit karena motor kesayangannya telah kembali dan sekarang berada di hadapannya. Kakaknya menepati janjinya namun juga bodoh. Bisa saja Sasori menggunakan motornya untuk mengancam Sakura, namun Sasori tidak melakukannya mungkin karena terlalu frustasi akibat motornya disandera oleh Sakura.
Temari menatap Sakura bosan. "Perasaan tadi mood mu buruk bahkan sampai memberikan bogem mentah pada Naruto yang hanya berteriak."
Sakura tersenyum meringis. Andai saja sahabat sepopok dari Naruto itu tidak membuat mood nya hancur, maka Naruto tidak akan memiliki benjolan besar dikepalanya.
"Ya, Temari benar. Kau ini kenapa? Apa kau kedatangan tamu bulanan?" tanya Tenten.
Sakura menggeleng. "Bukan tamu bulanan, tapi ini salah Uchiha Sasuke!"
Ino dan Tenten berteriak histeris hingga membuat Hinata menutup kedua telinganya agar gendang telinganya tidak pecah akibat suara merdu dari mereka berdua. Sakura mengernyitkan dahinya menahan kekesalannya terhadap Ino yang tak pernah berubah, selalu saja berteriak histeris saat mendengar sesuatu. Sakura sampai bingung kenapa Sai mau berpacaran dengan Ino.
Di saat itu juga para prince school keluar dari gedung sekolah dengan gaya khasnya yang selalu membuat Sakura ingin muntah. Dan dirinya akan benar-benar muntah sekarang karena Ino yang berlari menghampiri Sai kemudian memeluknya erat. Mereka seperti sepasang kekasih yang baru bertemu saja, pikirnya.
"Sakura-chan, Ino-chan memang seperti itu sejak dulu," bisik Hinata yang mengetahui raut wajah Sakura yang memang memandang mereka jijik. Wajar saja, Sakura tidak pernah mengenal hal-hal yang menyangkut tentang cinta.
__ADS_1
Emerlad dan onyx mulai bertemu. Sakura yang menatap Sasuke dengan tajam, sedangkan Sasuke menatap Sakura lapar lengkap dengan seringainya.
Prince school yang lain sadar akan tatapan Sasuke dan Sakura pun mulai memejamkan matanya sebentar. "Sebentar lagi Sasuke akan menjadi budak cinta."
"Kau menatapku, eh?" tanya Sasuke dengan nada menggoda.
Sakura berdecih. "Aku tidak suka berbasa-basi." Sasuke mulai tertarik dengan topik ini dan memajukan langkahnya mendekati Sakura. "Aku menantangmu untuk balapan denganku malam ini di sirkuit balap milik Sabaku Gaara."
"Hei, apa kau tidak bosan balapan terus?" tanya Naruto yang dihadiahi tatapan tajam dari Sasuke dan Sakura bersamaan. "Ini lebih menyeramkan dari hantu sadako, dattebayo!"
"Bagaimana jika kau kalah?" tanya Sasuke dengan nada sombongnya.
Sasuke mulai menyeringai. "Baiklah, jika kau kalah, maka kau akan menjadi pelayanku selama sebulan, setuju?"
"Aku setuju. Itu hal kecil dan aku akan menang," balas Sakura dengan nada angkuh.
"Hati-hati, Saku. Bisa-bisa karma akan mendatangimu," batin Temari dan Ino bersamaan.
__ADS_1
Kemudian Sakura menunjuk Sasuke dengan telunjuknya. "Dan jika kau yang kalah, kau yang akan menjadi pelayanku."
••
Di kediaman Uchiha, Sasuke tengah bersiap di kamarnya. Ia menyeringai kecil di depan cermin saat membayangkan wajah marah dan kesal dari Sakura, itu membuatnya menjadi menggemaskan.
Setelah bersiap dengan setelah kaos putih yang dilapisi dengan jaket kulit berwarna hitam lengkap dengan celana jeans hitam, ia keluar dari kamar berjalan menuju ke ruang tengah.
Mikoto yang sudah menjadi ibu dari dua anak itu melihat anak bungsunya yang siap dengan pakaian yang sedikit berandalah itu pun menghampirinya.
"Sasu-kun, kau mau kemana? Kenapa pakaianmu seperti berandalan?" tanya Mikoto.
Sasuke tersenyum pada ibunda tercinta. "Izinkan aku balapan sekali ini, maka Buna akan mendapat calon menantu sebentar lagi."
Wajah Mikoto merekah senang. "Benarkah, Sasu-kun?" Sasuke mengangguk pelan. "Ya sudah, sana menangkan balapan itu dan bawa calon menantu Buna kemari."
"Ini akan mudah. Haruno dan Uchiha," batin Sasuke sembari tersenyum smirk.
__ADS_1
Sasuke yang mendapat restu dari ibunda untuk balapan pun merasa senang kemudian menaiki motor mewahnya menuju ke sirkuit balap yang dijanjikan.