Badgirl In Love

Badgirl In Love
chp. 5 - Retaliation


__ADS_3

"Kau pikir hanya kau yang bisa kejam? Aku juga bisa!" batin Sakura mulai menyeringai.


Tangan Sakura naik dan memegang tangan kanan Karin yang tengah menjambak rambutnya. Dalam sekali sentakan jambakan Karin terlepas dan si cabai merah itu ia banting hingga badannya terasa remuk di atas lantai kantin.


Semua mata murid melihatnya. Mereka tidak menyangka jika ada yang berani pada si ratu bully, Karin dan para dayangnya. Mereka sampai dibuat terkejut begitu pula oleh Ino, Temari dan yang lainnya.


"Itu untuk jus strawberry kesukaaanku." Kemudian Sakura memelintir tangan Karin hingga membuat tulang pergelangan tangan Karin berbunyi, 'krek'. "Itu untuk pakaianku." Dan yang terakhir, Sakura menjambak rambut Karin dan menghempaskannya ke depan para sahabatnya. "Dan itu untuk rambutku."


Sakura beranjak berdiri menatap Karin dan sahabatnya remeh. Sementara itu Saara dan Tayuya mulai membantu Karin yang sudah hampir babak belur hanya karena siksaan sementara yang berasal dari murid baru itu. Mereka berlima menatap Sakura tajam.


"Lihat saja! Akan kulaporkan kau pada kepala sekolah!" ujar Tayuya dengan penegasan di setiap katanya.


"Silakan saja kau laporkan aku pada bibiku sendiri. Aku yakin kalian yang akan kena akibatnya sendiri," balas Sakura sembari menyeringai kemenangan.


Mereka belima terkejut. "Apa? Tidak mungkin kau adalah keponakan kepala sekolah!" Haku menutup mulutnya tidak percaya.


Sakura tersenyum remeh. "Kalian adukan aku pada orang tua kalian pun tak masalah, justru itu akan membawa karma bagi kalian sendiri." Karin tak berhenti menatap Sakura penuh benci. Di relung hatinya, Karin sudah menyimpan banyak dendam untuk Sakura. "Pergilah, sebelum aku mematahkan tulang kalian satu per satu."


"Hari ini kami mengalah tapi lain kali kami akan membalasmu!" sentak Karin kesal.


"Akan kutunggu pembalasanmu itu, Nona Uzumaki," sahut Sakura dengan nada selembut mungkin.


Dengan amat terpaksa, Karin dan keempat dayangnya pergi dari kantin sekolah dengan perasaan kesal. Ia kesal sekaligus malu karena sebelum ini tidak pernah ada yang berperilaku seperti ini kepadanya ataupun pada sahabatnya karena mereka adalah anak konglomerat.


"Akan kubalas kau pinky!" batin Karin menggeram.

__ADS_1


Sementara itu Sakura yang baru saja meredakan emosinya pun kembali duduk dengan kesal. Jus strawberry kesukaannya sudah terbuang sia-sia hanya karena si gadis cabai merah yang tadi menggebrak mejanya. Selain itu pakaiannya bagian bawah basah dan itu membuat Sakura geram. Hari pertama sekolahnya di sini sangat buruk, berbeda dengan di Cambridge yang terkesan biasa.


Tepat saat itu juga, ponsel Sakura bsrbunyi dan pemiliknya segera mengambil ponselnya dari saku seragam yang ia gunakan. Dahinya mengernyit karena tidak ada nama tertera di layar ponselnya, bisa dibilang nomor tidak dikenal yang menghubunginya. Namun, Sakura tetap mengangkatnya karena mungkin saja itu penting.


"Ish, selalu saja mengangkat telepon dari orang yang tidak dikenal," cibir Ino yang dibalas pelototan tajam dari Sakura.


"Iya, ini Haruno Sakura. Ada apa?" tanya Sakura sembari memejamkan mata sekilas.


"..."


Sakura mulai menyeringai yang membuat perasaan Ino dan Temari semakin was-was. "Baiklah, kuterima. Haruno Sakura akan menguras habis black card mu selama sehari."


Tut.. tut..


Sakura memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Sekarang mood nya sudah kembali seperti sebelumnya. Ia menunduk sebentar menatap bawahannya yang basah akibat jus kesukaannya yang tumpah, mungkin nanti ia tidak perlu merasakan rasa basah itu lagi.


Sakura mengerucutkan bibirnya kesal. "Jika bertanya jangan menyindir. Itu membuat mood ku menurun." Sakura beranjak dari duduknya kemudian melepaskan sepatu beserta kaos kaki panjangnya. "Katakan pada guru yang mengajar nanti jika aku sedang ada dalam urusan penting jadi tidak bisa hadir, paham?"


"Memangnya kau ingin kemana?" tanya Temari penuh curiga.


Sakura tersenyum nakal. "Kurasa kalian berdua tau aku akan pergi kemana." Baru saja Temari dan Ino ingin mencegah, namun Sakura sudah terlebih dulu keluar dari kantin sembari mencincing sepatu sekolahnya.


"Memangnya kemana dia akan pergi, dattebayo?" tanya Naruto penasaran.


Ino menepuk kening kepalanya pelan. "Tentu saja dia akan balapan."

__ADS_1


"Dan pasti taruhannya dirinya dan uang," sambung Temari.


"Um, maksudnya?" tanya Hinata yang belum mengerti dengan kalimat yang dilontarkan oleh Temari.


Temari mendengus pelan. "Maksudku jika Sakura kalah tubuhnya yang jadi sasaran." Hinata terkejut kemudian menutup mulutnya. "Tapi tenang saja, dia tidak pernah kalah. Buktinya sampai sekarang dia masih still virgin."


"Anak itu suka sekali mengambil resiko tinggi," gerutu Tenten kemudian melanjutkan meminum jus wortelnya.


"Ya, begitulah yang namanya Haruno Sakura," sahut Temari dan Ino bersamaan.


••


Di sisi lain, Sakura melajukan motor ninjanya menuju ke tempat perjanjian. Hari dan siang ini ia akan balapan, Sakura senang dan itu wajar karena balapan adalah hal terfavoritnya untuk memghilangkan atau melampiaskan segala hal yang mengganjal pikirannya.


Akhirnya Sakura berhenti di daerah terpencil yang ada di kota Tokyo. Emerlad Sakura membulat tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sekarang ia melihat sirkuit balap di hadapannya yang menjulang lebar.


Selama yang ia tau Jepang tidak memiliki area balap ilegal namun ini diluar ekspetasi. Ternyata di Jepang ada sirkuit balap ilegal, tepatnya di kota Tokyo. Jika sudah begini, jiwa balap Sakura muncul dengan sendirinya.


Ia menoleh saat mendengar suara deru motor ninja berwarna hitam merah yang berhenti tak jauh dari motornya terparkir. Pemuda itu membuka helm full face nya dan Sakura sekali lagi dibuat terkejut olehnya.


"Hai, apa kau terlalu lama menungguku, Saki?"


Wow! Ini fantastic!


Kejutan yang sangat wow!

__ADS_1


Sakura tidak menyangka akan melihat seseorang yang begitu ia rindukan. Seseorang yang juga nakal seperti dirinya bahkan dulunya mereka terpisahkan hanya karena kenakalan mereka. Sakura menarik kata-katanya, ini benar-benar hari pertama sekolah yang sangat menarik.


__ADS_2