Baju Zirah

Baju Zirah
Tugas Pertama


__ADS_3

Arya lalu masuk kedalam kamarnya, setelah mengunci pintu iapun mulai berbincang kembali dengan asisten Pribadinya. Yakni, sistem baju zirahnya yang bernama mister Alex.


"Al, tampilkan status ku bagaimana keadaan fisik ku hari ini?"


"Baik tuan..."


Terlihat di layar hologram menampilkan beberapa gambar status beserta keterangannya.


__'[Kesehatan yang berbentuk jantung baik]


__'[stamina berbentuk batrai meningkat 60℅]'__ dan


__'[Kekuatan yang berbentuk petir bertambah 40 ℅]'__.


"Selamat tuan, makin hari kekuatan fisik tuan semakin meningkat. Jika kekuatan fisik yang berbentuk petir bisa mencapai 70% saja maka kehebatan dan kecanggihan baju zirah ini akan dapat digunakan seluruhnya. Termasuk berlari dengan kecepatan 300km/jam..."


"Begitukah?"


"Benar tuan..."


"Baik terimakasih..."


"Sama-sama tuan..." sahut mr al "Oh, iya ada berita terbaru tuan..."


"Berita apa?"


"Tentang berita tv yang tadi tuan lihat, ternyata pembunuhnya sama dengan orang yang merampok di toko emas. Itu terlihat dari jenis kaliber pelurunya..."


"Oh iya. Kalau gak salah dengar, dulu perampokan itu dilakukan oleh sebuah robot..."


"Ya benar tuan, dan setelah diselidiki ternyata pembunuhan kemarin sore masih ada hubunganya dengan robot ini..."


"Tapi benarkah robot ini dikendalikan oleh seseorang?"


"Benar tuan..."


"Mm... apakah data pencurinya sudah terindentifikasi?"


"Tentu, tuan. Menurut penelitian, pelakunya bernama Baron Baruna seorang Cleaning servis..."


"Hhh, seorang Cleaning servis? Apa mungkin bisa?"


"Tentu tuan, namun yang unik sebenarnya bukan dia yang mengendalikan robot itu, tapi sebaliknya robot itullah yang mengendalikan dia. Orang tersebut, lebih tepatnya terjebak saat ledakan misterius terjadi tepat tuan menemukan Baju Zirah ini..."


"Oh, jadi begitu ya?" Arya tertegun, saat mendengar keterangan Asisten Pribadinya tersebut.


"Baik apa selanjutnya rencana mu..."


"Tuan harus berusaha menolongnya, dengan cara mengeluarkan tubuhnya yang terjebak didalam bagian dalam robot itu..."


"Tapi apa mungkin bisa?"


"Tentu saja, namun saratnya tuan harus melumpuhkan terlebih dahulu Robot tersebut..."


"Tapi bagamana caranya?"


"Nanti saya jelaskan..."


"Baik..."


"Sekarang ada sesuatu, yang harus tuan ketahui..."

__ADS_1


Sebelum Arya menjawab, mendadak saja dalam layar hologram muncul sebuah peta pulau jawa, di mana disitu banyak titik merah berserakan.


"Apa maksudnya dengan titik merah itu?"


"Tuan, itu adalah para meta human, yang terkena efek radiasi dari ledakan misterius itu. Kini mereka mempunyai kekuatan super yang dapat membahayakan orang lain. Oleh sebab itu, siap gak siap tuan harus segera mengatasinya, sebab kalau tidak kejahatan akan terus meningkat..."


"Apakah aku harus membunuhnya?"


"Tidak tuan hanya perlu memusnahkan efek radiasinya..."


"Baiklah..."


"Ding!" tiba-tiba saja, dari layar terlihat cahaya merah dengan suara seperti peringatan.


"Apa itu?


"Tuan tidak jauh dari apartemen mu ini, ada meta human yang sedang beraksi. Jika tuan berkehendak, ini adalah tugas pertamamu. Hentikan dia dan musnahkan kekuatan supernya.."


"Baik. Mode ghost, aktifkan...'


"Zleb!"


Seketika itu juga tubuh Arya menghilang. Lalu melalui pintu jendela kamar ia keluar, dengan sekali loncatan ia sudah berada dibawah apartemennya.


"Baik, tampilkan lokasi target..."


Nampak sebuah mep gps terbuka, ternyata memang tak jauh dari situ target yang berbentuk cahaya merah terlihat dan jaraknya pun hanya 2 kilometer saja.


"Tap.. tap.. tap..."


Arya mulai berlari dengan kecepatan 40 km/jam itu artinya untuk mencapai ke target hanya butuh waktu sekitar 5 menit..***


Nampak seorang wanita sedang berlari dalam suatu gang sempit, dibelakangnya beberapa lelaki sedang mengejar.


"Tolong..."


Terdengar si perempuan meminta tolong. Namun saat itu jalanan sudah lengang tak ada seorang pun yang nampak berlalu.


Hingga akhirnya, tiga orang lelaki itu, berhasil mengejar dan satu diantaranya berhasil mencegatnya.


"Kau.. kau mau apa?"


"Serahkan hp dan laptopmu, nona..."


"Jangan...."


"Serahkan, sebelum aku menggunakan kekerasan..."


"Tolong, aw..."


Mendadak saja dua orang yang berada dibelakangnya menyergapnya.


Sedangkan yang berdiri di depan, mendekati wanita tersebut.


"Tol..." sebelum kembali minta tolong, mulut perempuan itu sudah dibekap oleh seseorang yang berada dibelakangnya.


"Stop! Hentikan..."


Mendadak saja dari ujung gang, terdengar teriakan seseorang, suaranya begitu nyaring yang langsung mengagetkan tiga orang tersebut.


Nampak diujung gang ada seseorang sedang berdiri, badanya tinggi tegap namun wajahnya tak jelas karena terhalang kegelapan.

__ADS_1


"Siapa kau?" salah seorang dari mereka bertanya.


"Tak perlu tau siapa aku, lebih baik lepaskan perempuan itu..."


"Hm, Rupanya kau pahlawan kesiangan. Apa kau tidak tahu siapa aku. Hhh!"


Kata salah seorang diantara mereka sambil melangkah maju mendekati pria yang berdiri dalam kegelapan.


"Tentu saja aku tau, kau tiga cecurut yang tak berguna..."


"Tunjukan diri mu, jika kau bernyali..."


Terlihat orang itu melangkah maju, keluar dari kegelapan malam. Maka tak ayal lagi, terlihat sesosok pria sedang berdiri dengan mengenakan baju ketat lengkap topengnya.


"Hm, hahaha... rupanya kau seorang pria pengecut? Heh, bung! Aku sarankan pergilah sebelum kau menyesal..."


"Baik, tapi dengan satu sarat..."


"Apa?!" bentak si pria terdepan, sementara yang lainya masih memegang, perempuan yang sudah tak berdaya.


"Aku pergi bersama, perempuan itu..."


"Hm, jahanam. Ruoanya kau cari mati, Hup..."


Mendadak saja orang itu meloncat, sambil melayangkan pukulanya hingga mengeluarkan suara mendengung tanda bertenaga.


Namun pergerakan Arya lebih, cepat, sebelum pukulan itu mencapai sasaran, justru kepalan Arya yang terlebih dahulu menghantam dagu orang tersebut.


"Bugh..."


"Augh..."


Orang itupun langsung linglung, dan rubuh seketika. Melihat temanya, yang jatuh seketika dua orang yang sedang mecekal si perempuan kaget.


Seketika itu juga mereka berdua, langsung melepaskan si perempuan dan langsung menyerbu si pria bertopeng yang bukan lain Arya.


"Wus.. wus..."


Terdengar suara angin pukulan mengarah, tubuh Arya. Namun sama seperti tadi, sebelum masing-masing pukulanya mengena, justru pukulan Arya lebih cepat mendarat di masing-masing dagu orang tersebut.


"Buk! Buk! Uh..."


Kedua orang itu pun lalu jatuh tersungkur, menyusul rekanya tadi. Namun ada yang aneh, sebelum Arya berhasil mendekat, tubuh ketiga orang itu mendadak saja bergetar hebat dan dari masing-masing tubuh mereka mendadak keluar sesosok tubuh lainya.


"Apa itu?" Arya kaget.


"Hati-hati, orang itu dapat membelah diri..."


Si perempuan mengingatkan, kini orang tersebut bertambah menjadi 6 orang.


"Apa?" Arya terbelalak, sambil menatap 6 orang itu.


"Sret-sret..." secara bersamaan, ke enam orang itu mencabut masing-masing belati dari pinggangnya.


"Serbu..."


Salah seorang berteriak, memberikan aba-aba. Lalu secara bersamaan, ke enam orang tersebut langsung menyerang Arya dengan berbagai macam gerakan belatinya.


"Al.. aktifkan mode slow motion..."


"Baik slow motion, diaktifkan..."

__ADS_1


Mendadak saja pergerakan ke enam orang itu melambat, seperti putaran film yang dilambatkan. Lalu dengan enteng, Arya menghindar dan menyerang.


__ADS_2