
"Kau tahu ayah sidery?"
"Tidak..."
"Ternyata dia itu pejabat pemerintahan kota, kali ini siBerni benar-benar dalam masalah besar. Karena secara tidak langsung, ayahnya itu langsung mengintimidasi kepala sekolah kita, agar si Berni dan yang lainya diberi sangsi.."
Arya berpikir keras, mencoba menganalisa keadaan. Bukan kah kemarin urusannya sudah beres, dan semua permasalahan akan diselesaikan di atas ring dalam kejuaraan mma.
"Kau tau darimana?" Baim tidak menjawab, hanya saja dia memperlihatkan smartphone nya kepada Jesika.
Seketika itu juga, raut muka Jesika menjelek, lalu terdengar berkata.
"Jadi begitu, hh... Pantas saja, kini Bernie dan kawan-kawan dipanggil kepala sekolah..."
"Coba aku lihat..." Kali ini, Arya menjadi penasaran.
Setelah Arya melihat, ternyata di smartphone Baim ada sebuah percakapan what's up, antara Dery dan Geng Leo, dalam percakapan itu Dery mengungkapkan ketidak puasanya terhadap geng leo. Karena keinginan balas dendamnya tidak dilaksanakan. Dalam percakapannya Dery menyebutkan, bahwa dia tidak akan tinggal diam.. dia akan mengadukan kejadian kemarin kepada ayahnya. dan ternyata ucapan ya terbukti, dengan dipanggilnya Berni dan kawan-kawan hari ini oleh bapak kepala sekolah.
"Nah, begitulah kemungkinan besar hari ini Bernie dan kawan-kawan akan terkena sangsi..."
"Kasihan Afril, padahal kesalahan bukan pada dia..." gumam Jesika sambil menunda sendok makananya.
"Yup, begitulah hidup. Namun aku punya pikiran lain..."
"Pikiran lain bagaimana?" Jesika mengerinyitkan keningnya.
"Hehe... menurutku, kemungkinan ini karma jelek dari kamu, Ar.. Coba pikir, bukankah selama ini, perbuatannya terhadapmu begitu buruk?" papar Baim diselingi melirik ke Arya.
Arya hanya tersipu, dalam hati ia mendelu. Ya.. Meskipun kelakuan Berni selama ini sangat buruk terhadapnya, namun jika Berni mendapatkan sangsi berat, semisal diskor tentu saja ini akan berdampak buruk pada proses belajar mengajarnya. dan bagaimana pun juga Arya tidak menginginkan hal itu terjadi, maka ia berjanji dalam hati akan mencari cara agar mereka bertiga bisa keluar dari permasalahan tersebut.
"Bahkan yang aku dengar, kini hubungan Afril dan Bernipun telah berakhir alias putus. Huh, kali ini habislah kau Berni. Aw-augh..." mendadak saja Baim menjerit, tatkala Jesika mencubitnya.
"Hati-hati kau bicara, kalau sampai didengar orangnya Berni kau bisa dihajar..."
Kali ini Baim sampai membekap mulutnya sendiri, sambil melirik ke kiri dan kekanan. Kelihatanya ia takut juga.
"Bagaimanapun juga mereka bertiga teman kita, jadi kita harus mencari cara agar bisa menolongnya..." Arya akhirnya berkata.
"Menolongnya bagai mana, sob?"
__ADS_1
"Entahlah, aku belum punya cara..."
"Hh! itu pasti sulit, jangankan kita. toh bapak sekolah kita pun dalam kebingungan..."
"Ya, kita lihat saja nanti..." sahut Arya sambil menyeringai.
"Kriiiggg.... Kringg..."
Tepat saat itu, bel berbunyi. Sontak saja semua murid langsung bubar meninggalkan ruangan kantin, tak terkecuali Arya, Baim dan Jesika. Mereka bertiga kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.
Saat tiba didalam kelas ternyata, Berni, Jake dan Afril masih belum masuk kelas kelihatanya, mereka bertiga masih diruangan bapak kepala sekolah.
Tak lama setelah para siswa duduk, mendadak saja Bu Dini ibu wali kelas masuk, dan mengumumkan hari ini siswa diperbolehkan pulang lebih awal. Menurut bu dini, hari ini ada rapat penting yang harus dibahas secara mendadak.
Tentu saja, dilain pihak semua murid merasa senang bisa pulang lebih awal.. tapi di lain pihak ada beberapa murid yang merasa bersedih terutama mereka yang sudah tahu, tentang kasus yang menimpa sekolahnya.
Menurut rumor yang entah darimana datangnya, bahwa sma Bhayangkara dalam masalah besar, yakni terancam perijinanya dicabut! Dan kalau perijinanya sampai dicabut maka sma tersebut bisa dibubarkan.
Ya, tepatnya kemarin sore tatkala semua pengajar pendidik sudah pada mau pulang, ada seorang kurir datang memberikan sebuah surat kepada bapak kepala sekolah.
Yang ternyata surat itu berasal dari pak Subroto kepala sekolah sma Angkasa. Isi surat tersebut sungguh sangat mengejutkan. Sebab isinya merupakan suatu laporan bahwa siswanya yang bernama Dery telah dikeroyok oleh siswa sma Bhayangkara hingga babak belur.
Karena tidak percaya, maka saat itu juga ia kumpulkan semua pengajar, dan memanggil ketiga muridnya yakni Bernie dan kawan-kawan untuk dimintai keteranganya.
Namun sayang jika Berni dan afril bisa hadir, justru Jake sedang tidak ada dirumah. dan tentu saja, yang dimintai keterangan Berni dan Jake.
Bukan main Berni marahnya mendengar laporan tersebut, Karena berita itu menjadi terputar balik seolah-olah pihak siDery yang menjadi korbanya, lalu dengan berapi-api Bernie menerangkan kejadian yang sesungguhnya hingga terjadi keributan.
Akhirnya, pak kepala sekolah mengerti, namun karena ini menyangkut banyak semua pihak akhirnya Berni disuruh pulang dulu, untuk menentukan sikap sekolah selanjutnya.
Begitulah, akhirnya Bernie dan Afril pun pulang, dan saat itulah terjadi percekcokan antara keduanya karena saling menyalahkan. Hingga akhirnya afril pulang sendirian dan hampir celaka dirampok.***
Keesokan harinya, tepat hari ini, setelah dikonfirmasi akhirnya orang tua siswa yang bersangkutan telah hadir untuk membahas kasus tersebut.
Diam-diam setelah pulang dan berpisah dengan kawan-kawanya, Arya berniat menyelidiki apa sebenarnya yang tengah terjadi pada Berni dan kawan-kawan.
Kini tubuh Arya yang sudah tak terlihat, sudah berdiri dipojok ruangan yang masih kosong. Ia berdiri disitu karena menghindari dari tertabrak atau tersentuh orang, karena kalau sampai itu terjadi maka akan terjadi kehebohan.
Di lain pihak, terlihat Bernie dan kawan-kawan sedang duduk didampingi oleh masing-masing orang tuanya. Bahkan kali Ini Jake pun, didampingi oleh ibunya. Tak terkecuali berni dan afril menandakan kali ini benar-benar serius.
__ADS_1
Lalu tak lama terdengar suara bapak sekolah berbicara. Menerangkan apa-apa yang sedang terjadi saat ini. Dan tentu saja menerangkan konsekwensinya, jika pihak sekolah tidak memberikan hukuman berupa skorsing.
Menurut bapak kepala sekolah, jika mereka mencoba melawan dan kalah dalam pengadilan kemungkinan besar sma Bhayangkara akan kena sangsi berat! kalau tidak di bekukan ya, dibubarkan hingga tak bersisa.
"Nah, begitulah saudara-saudara ku sekalian, dengan berat hati anak saudara sekalian akan kami beri sangsi.
karena jika tidak, sekolah kita terancam di bekukan. Nah, silahkan ajukan keberatan dengan cara mengajukan diri..."
"Mohon maaf bapak, kira-kira sangsi apakah yang akan diterima oleh anak-anak kami?" Ibu dahlia yaitu ibunya Afril mengangkat tangan mengajukan sebuah pertanyaan.
"Kemungkinan besar sangsi yang akan diterima adalah berupa skorsing..."
"Oh, apakah tidak ada jalan lain?"
"Sebenarnya ini lebih ringan dari kemarin yang sempat divonis satu bulan, namun setelah bernegosiasi dengan mereka akhirnya hanya dua minggu saja..."
"Namun begitu, jika anak kita sampai tak bisa mengikuti pelajaran tentu akan tertinggal pelajaran..."
"Masalah itu, sudah saya pertimbangkan dan sudah saya carikan solusinya..."
"Bagaimana solusinya?"
"Sementara siswa belajar disekolah, sebaliknya anak anda sekalian belajar dirumah. dan tentu saja, akan dibimbing langsung oleh guru didik disini. Jadi, meskipun tidak masuk sekolah anak anda sekalian bisa terus belajar tanpa ketinggalan. Bagaimana menurut mu? Anda-anda sekalian?"
kini giliran ibu Bernie yang mengangkat tangan, dan terdengar berkata.
"Jikalau ini jalan terbaik untuk kita semua, baiklah kami akan mengikuti semua yang telah ditetapkan. Dan aku mudah-mudahan kejadian ini akan membawa hikmah bagi kita semua. Terutama buat anaku, siBerni..."
"Jadi apakah saudara setuju?"
Ibu Berni hanya mengangguk, sambil tersenyum getir.
"Lalu bagai mana menurut, saudara?" kali ini pak sekolah bertanya kepada ibunya Jake.
"Buat aku, hukuman seperti itu tidak terlalu bermasalah. Baiklah, saya setuju. toh dua minggu bukan lah waktu yang lama.." berkata ibunya Jake.
"Kalau begitu terimakasih atas pengertiannya..." seru bapak sekolah, sambil menyodorkan surat skorsing untuk di tanda tangani oleh masing-masing orang tua siswa.
Dengan berat hati, akhirnya mereka bertiga menandatangi surat tersebut. Dengan begitu, kini Berni dan kawan-kawan resmi di skorsing selama 2 minggu, suatu hukuman yang lebih ringan dari sebelumnya.
__ADS_1