Baju Zirah

Baju Zirah
Menambah Kekuatan


__ADS_3

"Buk-buk-buk..."


Terdengar suara gedebukan, saat tinju dan tendangan Arya mengenai sasaran. Keenam orang itu langsung berterbangan, kesegala penjuru arah.


Namun saat mendarat ditanah ke enam orang tersebut langsung membelah diri lagi. Kini disekitaran Arya sudah berdiri selusin orang dengan wajah dan penampilan yang sama.


"Serbu..."


Terdengar lagi salah seorang dari mereka memberi aba-aba, lalu dengan serentak pula selusin orang itupun kembali menyerang, dan mencecar tubuh Arya dengan masing-masing belatinya. Kali ini Arya kewalahan, karena mode slow motion hanya bisa dilakukan selama beberapa detik, tak bisa dilakukan terus menerus.


"Al... apa kau punya solusi?" Kini Arya kebingungan dan bertanya kepada asisten pribadinya.


Sementara itu, banyak orang yang memegangi tubuhnya dengan rakap. Dari mulai kaki, tangan, pinggang bahkan kepala tak luput dari sergapan orang-orang itu. Bahkan beberapa diantaranya, sambil menusuk dan menyayat tubuh Arya secara keji.


Namun karena baju zirah Arya sangat kuat dan alot, semua serangan itu pun menjadi sia-sia.


"Tuan, mutan ini mempunyai keahlian membelah diri, kemungkinan jika diserang secara sembarang akan susah untuk dibinasakan. Bahkan akan lebih bertambah banyak..."


"Lalu apa yang harus aku lakukan?"


"Tentu saja, tuan harus dapat menemukan tubuh asli orang tersebut..."


"Ia bagaimana caranya? Semua toh sama tak ada perbedaan..."


"Baik kita coba dengan mengaktifkan infra reys..."


Infra Reys adalah suatu teknologi penglihatan kamera yang dapat merubah panas tubuh manusia atau mahluk hidup lainya menjadi visual suatu penglihatan. Biasanya penglihatan ini hanya dimiliki oleh binatang-binatang malam, seperti Kelelawar vampir, burung hantu, kucing, ular dan lain sebagainya


Saat Infra Reys diaktifkan, mendadak saja dalam pandangan Arya semua berubah menjadi abu, hanya mahluk hiduplah yang terlihat, itupun menjadi sebuah bayangan merah yang bergerak-gerak.


Sementara itu diujung gang Si perempuan menganga kaget. Ia tak menyangka, orang yang berpenampilan layaknya super hero itu terus dikerubungi oleh orang-orang yang makin banyak yang entah darimana datangnya.


Bahkan siperempuan semakin terkejut, saat melihat sepasang mata orang berkostum super itu mengeluarkan sinar merah.


Arya yang kini sudah dapat melihat penjahat yang sesungguhnya hanya tersenyum, kini ia hanya melihat dua sosok tubuh merah dari si perempuan dan satu pria penyerangnya tadi. Sedangkan belasan orang yang kini mengerubunginya kini menjadi tak terlihat sama sekali.


Setelah mendapatkan kepastian, mendadak saja Arya menggerakan tubuhnya seperti kucing habis mandi, seketika itu juga belasan orang yang sedang menyergapnya kembali terpental, hingga berhamburan ke udara.


Sebelum mereka membelah diri kembali, dengan cepat Arya melesat ke arah sipria yang saat ini sedang mengancam si perempuan.


"Buk!"


Sekali pukul orang itu langsung terhempas tak sadarkan diri, dalam keadaan tak sadarkan diri mutan itu tak bisa membelah diri menjadi ganda.

__ADS_1


Aneh bin ajaib bersamaan dengan itu, belasan orang pun menghilang dengan sendirinya raib seperti ditelan bumi.


Untuk sementara si perempuan yang bukan lain Afril teman sekelas Arya, hanya mampu menganga. Saat ini, perasaanya seperti dalam sebuah mimpi.


"Nona, apa kau baik-baik saja?"


Arya bertanya, sekaligus menyadarkan si perempuan yang terus-menerus menatap dirinya.


"Aku... aku.. baik-baik saja. Te.. Terima kasih, tuan..."


"Tidak masalah..."


"Kalau boleh tahu, siapa tuan sebenarnya? Mengapa berlindung dibalik topeng misterius?"


"Aku hanya orang biasa, yang tidak suka kejahatan terjadi dihadapan ku. Sekarang pulanglah, hari semakin larut malam..."


"Tapi aku takut..."


"Aku jamin, kau tidak akan apa-apa. Lagi pula, bukankah rumahmu sudah dekat..."


Afril menatap penuh keheranan, ia tak menyangka penolongnya tersebut mengetahui kediamanya.


"Dari mana tuan tahu, bahwa rumah ku sudah dekat..."


"Kalau begitu baiklah tuan, saya permisi. Semoga kita berjumpa pula..."


"Mm..." Sahut Arya pendek, sambil menganggukan kepalanya.


Setelah si perempuan itu berlalu, maka Arya mendekati orang itu yang masih tak sadarkan diri.


"Al.. apa yang harus aku akukan terhadap penjahat ini?"


"Tuan harus memusnahkan efek radiasinya, agar orang ini kembali menjalani hari-harinya seperti biasa?"


"Bagaimana caranya?"


"Gunakan power-sucking weapon..."


"Apa itu?"


"Itu adalah senjata penghisap kekuatan. Setelah tuan memusnahkan kekuatanya, lihatlah apa yang akan terjadi. Sekarang silahkan tuan perintahkan..."


"Baik aktifkan power-sucking weapon..."

__ADS_1


Mendadak saja dari telapak tangan Arya terpancar sinar kebiruan, yang mana langsung melesat dan mengena orang itu.


Tak lama orang itu pun terangkat dan mengeliat sambil meraung kesakitan. Terlihat dalam tubuhnya keluar api hitam, yang langsung tersedot melalui sinar kebiruan itu dan masuk ke tubuh Arya melalui telapak tanganya.


Tak lama orang itu pun diam, hanya napasnya saja yang kembang kempis menandakan ia masih hidup.


Ada kekuatan aneh yang begejolak dalam tubuh Arya, sesuatu yang membuat semangat Arya makin menggebu-gebu.


Tak lama dari itu, terlihat di layar hologram kekuatan Arya yang berbentuk petir sudah bertambah hingga 50%.


"Selamat, tuan. Kini kekuatan Anda sudah bertambah hingga 50 %. Sekarang tuan bisa menggunakan senjata plasma dari telapak tangan tuan. Senjata ini lebih dapat menghancurkan sebuah tank..."


"Kalau begitu, mari kita coba..."


"Jangan tergesa-gesa tuan..."


"Mengapa?"


"Saat ini kita berada di pusat kota, jika tuan mencoba senjata ini maka akan menarik perhatian dan terjadi kehebohan. Jika tuan mau mencoba, harus ditempat sepi yang jauh dari keramaian..."


"Baik, mari kita pergi ke pinggir hutan..."


"Baik tuan, namun sebelumnya tuan harus membawa penjahat ini ke kantor polisi, pejahat ini sudah menjadi dpo benerapa minggu ini..."


"Baiklah, kalau begitu ayo..."


"Dikonfirmasi, tuan..."


Maka setelah itu, Aryapun berlari menuju kantor polisi terdekat dan menyimpan penjahat itu di depan gerbang. Lalu dengan kecepatan 150km/jam Arya kembali berlari menuju kepinggir hutan kota, dengan Kecepatan seperti itu, ia dapat dengan mudah mendahului beberapa kendaraan, yang berada di depanya. Orang yang berkendara, hanya melihat sosok bayangan perak melintas cepat dihadapanya.


Tak lama Arya pun sudah berhenti dipinggir hutan, disitu nampak banyak sekali bebatuan yang tinggi dan keras.


"Baik kita coba disini, mode penyerangan aktifkan..."


"Dikonfirmasi, mode penyerangan aktifkan . Senjata Plasma..."


Sesaat saja terlihat, dari telapak tangan Arya berkumpul seberkas cahaya, dan langsung melesat menghantam batu.


Sontak saja batu itu hancur berantakan, yang disertai suara ledakan hebat.


"Bum..bum..."


Kembali terdengar beberapa kali ledakan hebat, saat Arya menggunakan senjata ditelapak tanganya. Keadaan ditempat itu mendadak saja menjadi hingar bingar, disertai dengan bergetarnya alam disekitarnya.

__ADS_1


Dianggap cukup, Arya pun pulang dengan membawa hati yang sangat puas.***


__ADS_2