
Dihari pertama mereka terkena skorsing, terasa dikelas seperti ada yang kurang suasana terasa begitu hambar. Kendatipun demikian, belajar mengajar tetap lah berlangsung seperti biasa. Bahkan sampai hari ke tiga dan keempat, semua belajar seperti biasa.. Berni dan kawan-kawan pun menjalani sangsi dengan sukarela dan penuh kesabaran mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.
Namun dihari ke enam hukuman skorsing, selepas ashar aku mendapat kabar dari afril melalui smartphone nya. Bahwa Berni, akan melakukan balas dendam kepada dheri. Ia membawa beberapa rekan gengnya, yang berjumlah 10 orang.
Tentu saja, jika hal ini terjadi maka akan memperburuk situasi. Karena, bisa saja hukuman terus diperpanjang bahkan Berni bisa dikeluarkan dari sekolah.
Maka aku pun mengambil keputusan untuk segera pergi ketempat yang di sharelok oleh afril.
Dan setelah aku teliti, ternyata ada dikawasan industri daerah gempolsari.
Dari map aku dapat melihat jarak tempuh ke alamat sekitar 23 menit, dengan jarak 11 km meter. jika aku berlari cepat, maka hanya 7 menit saja aku tiba.
"Baiklah, al. Aktifkan, mode ghost. aku akan berlari kesana..."
"Dikonfirmasi, tuan. Mode ghost diaktifkan..."
Maka setelah hilang dari kasat mata, Arya pun pergi dengan cara berlari cepat, efek berlatih lari secara zig-zag dan loncat pendek dan panjang, kini dapat aku gunakan untuk berlari di celah-celah sempit untuk menghindari kendaran yang aku lalui dengan kecepatan tinggi.
Dengan kecepatan seperti itu, aku dapat melihat sesuatu gerakan dengan lambat. Bahkan, di perempatan rs kasih bunda aku sempat menolong anak yang hendak tertabrak. Dan menghentikan copet di suatu kerumunan antrian tukang bubur.
Hingga akhirnya aku pun tiba disebuah bangunan luas dan terbengkalai.
Saat tiba di lokasi, terlihat afril dan Baim sedang bersembunyi didalam bekas pos satpam. Lalu aku datang dan menghampiri mereka. Dengan mode transparan, artinya Baju Jirah yang aku pakai tak terlihat oleh siapapun termasuk Afril dan Baim.
"Dimana mereka?" tanya ku.
"Mereka sudah berada didalam..." sahut Afril.
"Apakah Jake ikut?"
"Tentu. Ia datang tadi, sesaat aku telepon..."
"Baiklah kalau begitu, kalian berdua tunggulah aku disini..."
"Apa yang akan kau lakukan, brow?" tanya Baim
__ADS_1
"Aku akan mencoba mendamaikannya..."
"Bagaimana caranya?"
"Entahlah, masih aku pikirkan..."
"Kalau begitu berhati-hatilah..."
"Yup..."
Arya terus berjalan memasuki area bangunan terbengkalai tersebut. Sekilas keadaan sangat sunyi, yang terdengar berderit nya suara atap seng bangunan yang tertiup angin.
Saat itu selepas ashar, kira-kira pukul 3.40. Matahari pun sudah condong kebarat.
Setelah mencari dibeberapa ruangan, akhirnya aku dapat menemukan mereka.
Aku sangat terkejut, ketika melihat mereka. Karena terlihat Bernie dan kawan-kawan sudah dikepung geng leo dengan jumlah orang yang cukup banyak dan membawa berbagai senjata tajam.
Sedangkan pihak Berni, hanya 12 orang termasuk Jake. Namun yang membuat aku kagum, Jake masih terlihat tenang. Menandakan, ia sangat percaya diri akan kekuatannya.
Meskipun sudah saling berhadapan, namun beruntung adu Jotos belum terjadi. Dua kubu masih saling intimidasi, dan mereka masih adu mulut.
Mendadak Arya menghilang, lalu mendekati dua kawanan geng remaja. Untuk menjaga-jaga, hal yang tidak diinginkan.
Maka terdengar Berni bicara.
"Ternyata ucapan mu tak bisa dipegang, leo. Katanya kau mau menjamin keributan kemarin tidak akan berbuntut panjang. Namun ternyata teman mu itu mengadukan ku kepada kepala sekolah..."
"Haha... maaf, bro. Apapun dapat saja berubah..."
"Baik. mana siDery sekarang? Katanya mau ketemuan disini..."
"Dia tak berada disini...."
"Lalu kenapa dia menyuruh ku ke sini?"
__ADS_1
"Tentu saja menjebak mu..."
"Menjebak ku? Menjagaku dari apa?"
"Tentu saja dari ku. Karena bagaimana pun juga dia belum merasa puas sebelum melihat kau babak belur..."
"Hhh! Jangan kau kira aku takut. Baik! Kita lihat saja, siapa yang akan babak belur..."
Sementara Berni adu mulut, justru Arya bertanya dalam pikirannya.
"Al.. apakah kau punya solusi? Aku tak ingin ada pertempuran yang terjadi. Apalagi ada jatuh korban..."
"Tuan dapat mengintimidasi mereka dengan rasa takut. Tuan dapat menggunakan bayangan hologram virtual, namun tentu saja tuan harus membuat keributan terlebih dahulu agar seolah-olah nyata..."
"Baik, terangkan secara rinci..."
Sebelum mister Al menerangkan lebih lanjut, mendadak saja dalam layar hologram Arya muncul beberapa photo dan gambar. Gambar tersebut, sangat banyak dari mulai hantu legenda hingga para monster yang menakutkan.
"Silahkan tuan pilih..."
"Baik aku gunakan raksasa denawa..."
"Dikonfirmasi, tuan..."
Tepat saat itu, mendadak sicepak Leo berteriak memberi perintah kepada anak buahnya.
"Teman-teman serang...!!"
Seru siCepak Leo, sambil melambaikan tangannya ke depan. Sontak saja geng leo langsung bergerak menyerang Bernie dan kawan-kawan. Akhirnya pertempuran pun terjadi secara semberawut.
Namun sebelum keributan berlanjut dan terjadi korban jiwa, mendadak saja Terdengar suara ledakan dasyat disertai raungan keras memekakan telinga yang berada sisitu.
Sebelum dua geng remaja sadar akan apa yang terjadi, mendadak saja munculnya sesosok mahluk raksasa mengerikan.
Raksasa itu tingginya hampir lima meter, dengan sorot mata uang menyala disertai taring gigi yang manakutkan. Terlihat kaki dan tangan menendang kian kemari merobohkan apa saja yang terkena.
__ADS_1
Padahal yang sesungguhnya, proyektor hologram Aryalah yang bekerja.. kemudian mengeluarkan senjata ringan dari telapak tanganya dan tentu saja menghancurkan atap langit dan beberapa dinding bangunan yang memang sudah rapuh.
Melihat itu, sontan saja semua orang ketakutan. Termasuk Jake, Bernie dan si cepak leo. Mereka langsung kalang kabut melarikan diri, nyali nya benar-benar ciut seketika.