Baju Zirah

Baju Zirah
Bangkit Dengan Tubuh Robot


__ADS_3

Tiga bulan sebelumnya.


Disebuah gedung tua dikawasan Baros tak jauh dari pintu keluar tol, nampak sebuah bangunan tua tinggi menjulang.


Dulu bangunan ini rencananya difungsikan sebagai kondominium dan hotel (kondotel). Bangunan ini didesain oleh Pejabat setempat namun entah apa yang terjadi, bangunan itu terhenti dan terbengkalai.


Kini bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektare itu, nampak angker dan menyeramkan.


Namun demikian, bukan berarti bangunan tersebut tidak ada penghuninya. Sebab jauh dari ke ramaian, disebuah ruangan paling dalam ada suatu kegiatan rahasia milik perusahaan terkemuka.


Perusahaan ini bernama Obor Merah, suatu perusahaan besar dibidang Robotik. Pemilik perusahaan ini bernama Pieter smith..


Seperti yang telah disebutkan tadi, meskipun diluar nampak kotor bak tak berpenghuni, namun sebetulnya setiap hari selalu ada orang yang sedang bekerja dengan giat dengan segala percobaanya.


Sore itu langit sudah mulai gelap, apalagi disebelah utara langit terlihat menghitam dengan awan yang bergulung-gulung di atas sebuah apartemen.


Seorang pria dengan pakaian mekaniknya, masuk kesebuah ruangan yang berdinding tebal.


Pria tersebut bertugas, membersihkan setiap robot yang berada digedung tersebut.


"Sialan banget, gara-gara siMadi bolos kerja aku harus pulang terlambat. Padahal hari ini ulang tahun putri ku..."


Gumam siPria sambil menghempaskan semua peralatan yang ia bawa termasuk mesin penyedot debu.


Sebelum mulai bekerja, ia menyalakan lampu dibagian ruangan tersebut lalu membuka beberapa jendela ruangan agar sirkulasi udara bisa berjalan.


"Aneh.. apa itu?" Kembali siPria tersebut bergumam mana kala, disebelah utara awan semakin menghitam diserta badai kilat yang menyala-nyala didalamnya.


"Huh, persetan dengan semua itu. Yang jelas aku harus cepat-cepat menyelesaikan perkerjaan ini..."


Dan segera ia pun mendekati sebuah mesin tempur yang berbentuk robot.


Robot itu berbobot hampir 7,3 ton, dengan tinggi 3 meter. Selain dibekali senjata otomatis yang mampuh mengeluarkan puluhan proyektil dalam beberapa detik. Namun kekuatanya dapat bertahan dari serangan senjata tenk.


"Sungguh alat tempur yang menakjubkan, sayang robot ini tak diberi ijin oleh pemerintah karena dianggap terlalu berbahaya bagi sipenggunanya. Apapun itu, aku harus segera membersihkanya, agar aku bisa cepat pulang..." gumam si pria lagi, sambil menggeserkan tangga, untuk memulai membersihkan bagian atas robot tersebut.


Beberapa kali terlihat, kilat menyala-nyala diluar ruanganya melalui jendela dan tralis-tralis gedung.

__ADS_1


Ia terus bekerja tanpa menghiraukan suasana diluar sana, benberapa bagian celah robot ia sedot menggunakan mesin menyedotnya.


Hingga pada akhirnya, terdengar ledakan hebat disertai cahaya besar berbentuk verikal keluar dari awan gelap. Cahaya itu begitu besar memanjang dan menyambar atap sebuah apartemen.


Melalui jendela gedung terlihat, sebuah gelombang ungu membentuk bola membesar menerjang kota. Menyebar hingga radius belasan kilo meter dan sebagian lagi menuju kearahnya, karena panik ia masuk kedalam rongga yang terletak dibagian dada robot tersebut.


"Sialan..."


Dan... bum, akhirnya gelombang itupun menerpa gedung yang ia tempati.


Terasa ada energi dasyat menerpa robot yang sedang ia pakai, aliran energi terasa menyengat di seluruh badanya hingga ia kelengar dan keadaan menjadi gelap gulita.


Entah berapa lama ia tak sadarkan diri, saat membuka kedua matanya sesuatu yang ganjil sedang terjadi.


Kini dalam padanganya seolah-olah ia tengah memakai kacamata berwarna merah, semua barang yang ia lihat akan muncul sebuah tulisan beserta keteranganya.


"Ouh, sebenarnya apa yang sedang terjadi..." Ia bertanya didalam hati, dan tentu saja tidak ada yang bisa menjawab, Ia mencoba bangkit.. terdengar suara berat keluar dari tubuhnya.


Ia begitu terkejut, saat mulai berdiri. Ia merasa lebih tinggi, dan semua barang yang ia lihat menjadi lebih kecil dari biasanya.


"Jeb.. jeb..."


"Ya tuhan...."


Sipria yang bernama Baron mengeluh, saat melihat keadaan tubuhnya. Kini lengan, kaki dan seluruh tubuhnya terbuat dari besi. Tidak!


Kini yang sebenarnya telah terjadi, ia bangun dengan tubuh robot yang ia bersihkan tadi.


Ia dapat merasakan ada kekuatan besar dari tubuh robotnya tersebut, suatu kekuatan yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.


"Ah, kini aku harus membiasakan dengan tubuh baru ku ini.."


Maka kiBaron pun mulai melatih dengan tubuh robotnya tersebut, dengan semua petunjuk yang ia pelajari sistem robot tersebut kini ia telah dapat mengendalikan sampai 50 persen, termasuk mengeluarkan tembakan yang berada diatas pundaknya.


Tepat tengah malam setelah ia berlatih, mengendalikan tubuh barunya mendadak saja ia teringat akan keluarganya. Ia merasa sedih akan kehidupanya sekarang, karena terpikir ia tak mungkin dapat pulang kerumah dengan tubuh seperti ini.


Namun ia teringat, akan keinginan putri tercintanya. Yang sangat menginginkan kalung dan perhiasan emas saat ulang tahunya nanti.

__ADS_1


Teringat akan hal itu, maka ia pun mepunyai rencana gila.


"Hmm.. dengan tubuh robiot ku sekarang, bukan tidak mustahil aku akan mendapatpan apa yang aku ingin kan. Baiklah..."


Mendadak saja ia bangkit, lalu melontarkan sebuah tembakan toketnya kearah dingding luar.


"Blarr..."


Terdengar suara ledakan hebat, tatkala dinding tebal gedung itu luluh lantak. Bukan hanya itu, ia juga mengahancurkan semua robot yang berada disitu. Ia tak ingin ada robot lain seperti dirinya, karena kejadian langka tersebut belum tentu terjadi dalam kurun waktu tertentu.


Setelah puas menghancurkan sebagian gedung itu, ia lantas pergi untuk merampok toko emas. Ia bertekad untuk mengabulkan keinginan buah hatinya.


Tepat di suatu jalan ia melihat toko emas baru buka, saat itu jam 7 pagi. Jalanan pun sudah dipadati berbagai macam kendaraan.


Tentu saja, kemunculan robot besar itu sungguh menghebohkan setiap orang yang melihatnya, sebagian lagi langsung sembunyi sebab filing mereka sebentar lagi akan terjadi kekacawan.


Dan benar saja, mendadak sebuah rentetan tembakan keluar dari senjata otomatis. Serta merta tembakan itu menghancurkan bagian depan toko tersebut.


Beruntung, penjaga toko yang sudah waspada tadi langsung tiarap menyelamatkan diri.


"Hey apa itu? Berhenti!!!"


Dua petugas keamanan disebuah gedung besar yang berada ditoko itu mencoba menghentikan.


Namun tak terduga, serentetan tembakan menghunjam kearahnya, dua sekuriti itupun langsung tewas seketika dengan bersimbah darah.


"Sialan! Apa yang telah kulakukan? Ough..."


KiBaron mengeluh dengan apa yang telah dilakukanya, entah mengapa tubuh robotnya bergerak diluar kendalinya.


Namun tak ayal, semuanya sudah berlaku ia hanya bisa kembali kerwncana awal. MERAMPOK PERHIASAN.


Setelah semua perhiasan ia ambil, maka ia pun cepat berlalu ia tak ingin ada korban selanjutnya.


Tepat bus sekolah yang ditumpangi Arya dan taman-temanya melintas, perampokan toko emas itu telah selesai dengan terbunuhnya dua sekuriti yang mencoba menghentikanya.


****

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2