
"kenapa kamu menamparku Wanita sialan!, " ucap Sintia.
"tentu saja aku merasa sangat marah ketika kamu menghina diriku dan juga keluargaku jangan hanya karena kamu kaya aku takut denganmu." ucap Sarah wajahnya juga terlihat sangat marah.
"Siapa yang membuat keributan disini!" ucap Tuan Rudiart.
dengan amarahnya Tuan Rudiart pun langsung menghampiri dua orang wanita yang sedang membuat keributan.
"Apa yang kalian berdua lakukan, kenapa kalian membuat keributan disini!" ucapnya.
Sintia memanfaatkan kesempatan ini untuk berpura-pura lemah di depan Kakeknya.
"Kek dia jahat padaku, dia menamparku dan dia mengatakan bahwa aku tak pantas menjadi cucu Kakek!" ucap Sintia sambil berpura-pura menangis.
"Kakek jangan dengarkan omongan dia, aku tidak pernah mengatakan hal seperti itu. dia berbohong Kek!" ucap Sarah.
"kek apa yang aku katakan memang benar Kek, dia mengatakan hal seperti itu tadi apa Kakek tidak percaya denganku."
Hati Tuan Rudiart bimbang dia belum tahu apa kebenarannya di satu sisi dia percaya dengan omongan Sintia tapi di sisi lainnya dia juga belum percaya dengan omongan Sintia.
Kemudian Toni pun ikut memprovokasi ayahnya.
"yah, aku rasa Sintia mengatakan hal yang sebenarnya dia mungkin iri karena Sintia yang akan menjadi penerus di Perusahaan RD."
Willy yang merasa anaknya di pojokan merasa sangat geram. dia pun langsung membentak Toni.
"tutup mulutmu Toni, anakku tidak pernah mengatakan hal seperti itu." ucap Willy.
"oh ternyata kamu kak Willy bagaimana kabarmu, apa kamu iri denganku sehingga kamu memanfaatkan anakmu untuk menampar anakku!" ucap Toni.
"aku tidak iri denganmu sama sekali, aku tidak peduli anakmu adalah penerus Perusahaan RD tapi suatu saat nanti aku akan membongkar semua kejahatan kamu dan kamu akan mendekam di penjara."
Omongan dari Willy membuat Tuan Rudiart menjadi bingung terlebih lagi dirinya sangat membenci Willy karena dia lah perusahaan RD hampir bangkrut tapi sebenarnya orang yang membuat perusahaannya hampir bangkrut adalah Toni.
__ADS_1
"apa yang kalian bicarakan rahasia apa yang kamu sembunyikan Willy" ucap Tuan Rudiart dia penasaran dengan omongan Willy.
"oh ayah, bagaimana kabarmu oh sepertinya kamu masih sangat membenciku karena telah membuat perusahaan milikmu hampir hancur tapi kamu tidak tahu yang sebenarnya akan ayah. karena orang yang menghancurkan perusahaan ayah masih ada di sekitaran ayah." ucap Willy lalu dia pun mengajak semua keluarganya untuk keluar dari pesta tersebut.
"Tunggu Willy!, Siapa yang kamu maksud?" ucap Tuan Rudiart, dirinya ingin tahu siapa yang di maksud oleh Willy putra pertamanya.
"Sebaiknya ayah cari tahu saja sendiri bukankah ayah sudah tidak peduli denganku lagi." ucap Willy.
"ayah lebih baik ayah jangan dengarkan omongan dia, dia hanya menggertak ayah."
"asal ayah tahu dia yang menyebabkan perusahaan ayah hampir bangkrut dan dia juga telah membuat putranya sendiri meninggal." ucap Toni lalu semua orang pun menatap wajah Willy dengan penuh kebencian.
"dia menuduh anaknya telah melakukan penggelapan dana di perusahaan miliknya padahal yang sebenarnya terjadi adalah dia sendiri yang melakukannya." Toni berbalik menyerang Willy. dirinya memutar balikkan fakta hal yang sebenarnya terjadi adalah dia mengadu domba Willy dan juga Putranya.
Semua orang berbisik-bisik tentang Willy mereka tidak menyangka bahwa Willy akan melenyapkan putranya sendiri.
"lalu dia juga menuduh putranya telah mencelakai istrinya padahal saat itu putranya tidak tahu apapun." ucap Willy kembali memprovokasi Tuan Rudiart.
"ayah dia membunuh anaknya sendiri bahkan dia juga telah membuat ibunya kehilangan seorang anak, apa dia pantas menjadi bagian dari keluarga Rudiart." ucapnya.
"iya seharusnya mereka di usir dan di coret dari bagian keluarga Rudiart, mereka tidak pantas untuk menjadi bagian keluarga ini." ucap istrinya Toni, dirinya juga mencoba memprovokasi ayah mertuanya.
"Tuan muda apa kamu tidak ingin membantunya, bukankah mereka adalah keluarga Tuan muda?" Tanya Ayazha dengan berbisik pelan.
"biarkan saja mereka terus bertengkar, nanti akan ada saatnya aku membongkar semuanya."
"kamu bersiap-siaplah Saatnya kita akan membuat kekacauan di pesta ini."
"baik Tuan muda!", ucap Ayazha yang siap menerima perintah darinya.
Tuan Rudiart akhirnya terhasut oleh omongan dari Toni beserta keluarganya. bagaimana dia tidak kecewa dengan anaknya sendiri dia telah membuat cucu kesayangannya meninggal bahkan dia tidak mengusir anaknya sendiri dan mengakibatkan anaknya meninggal. terlebih lagi dia tidak bisa melindungi istrinya.
"aku benar-benar kecewa denganmu Willy mulai sekarang kamu beserta keluargamu bukan lagi bagian dari keluarga Rudiart!", ucap Tuan Rusia dengan lantang.
__ADS_1
Sementara itu Toni dan keluarganya tersenyum penuh kemenangan. akhirnya tidak ada lagi orang yang telah menghalanginya.
"ayah!, kenapa ayah percaya dengan mereka aku tidak pernah melakukan penggelapan dana sama sekali dan aku juga tidak membunuh putraku sendiri." ucap Willy.
"diam kamu!, jangan pernah memanggilku ayah kamu bukanlah anakku dan aku tidak sudi memiliki seorang anak yang membunuh putranya sendiri." ucap Tuan Rudiart.
"Seharusnya kamu mendekam di penjara karena kesalahan kamu, kamu kehilangan putramu."
"Ayah aku mohon jangan masukkan suamiku ke dalam penjara dia tidak bersalah sama sekali."
"oh jadi kamu membela bajingan ini, apa kamu tidak membencinya karena dia telah membuat anakmu meninggal."
"Alex memang sudah meninggal tapi suamiku tidak membunuhnya dia meninggal akibat kecelakaan."
"tapi jika dia tidak mengusir Alex mana mungkin dia akan kecelakaan jika dia belum meninggal dia pasti akan disini menemani Kakek." ucap Tuan Rudiart dengan penuh amarah.
"Toni kamu segera hubungi polisi biarkan dia mendekam di penjara karena kesalahannya."
"Baik ayah."
Putra dan putri Willy pun memohon agar kakeknya tidak memenjarakan ayahnya mereka berdua terus memohon kepada Kakeknya untuk melepaskan ayahnya.
"Kalian berdua adalah anak dari bajingan ini dan Kalian tidak pantas memanggilku Kakek!" ucap Tuan Rudiart.
dia sudah sangat marah, matanya dipenuhi kegelapan dia tidak percaya lagi dengan omongan Willy beserta keluarganya dirinya sudah terhasut omongan dari Toni dan sekarang dirinya ingin menjebloskan Willy kedalam penjara.
Singkat Cerita Polisi telah datang lalu dia polisi tersebut menghampiri Tuan Rudiart.
"Tuan Rudiart siapa orang yang harus aku tangkap" ucap polisi tersebut.
"dia orangnya" lalu jari telunjuk Tuan Rudiart mengarah kepada Willy.
"tangkap dia dan jebloskan dia ke penjara!"
__ADS_1
"baik Tuan Rudiart." lalu polisi tersebut meminta anggotanya untuk menangkap Tuan Willy tapi sebelum mereka menangkap Tuan Willy tiba-tiba semua lampu padam dan munculah seseorang di atas panggung mereka semua pun sangat penasaran dengan orang tersebut.