
Tuan Andy tetap dengan pendiriannya dia pun menyuruh Polisi untuk membawa Kedua orang tersebut. Saat mereka akan di borgol Toni mengambil sebuah pistol dan mengarahkannya ke Andy.
"ini semua gara-gara kamu Sialan!" ucap Toni.
Toni menarik pelatuknya lalu sebuah peluru mengarah kepada Andy. Andy tidak sempat menghindar tapi dia merasa tidak terluka sama sekali.
dirinya terkejut ketika Seorang Wanita sudah terkulai lemah dengan banyaknya darah di tubuhnya.
"Ayazha" ucap Andy seakan tidak percaya bahwa orang yang di depan matanya adalah Ayazha.
Andy Kemudian memeluk Ayazha dia tidak bisa membendung air matanya.
"apa yang kamu lakukan kenapa kamu mengorbankan nyawamu." ucap Andy.
"Sudah jelas karena aku mencintaimu Tuan muda , mungkin ini sebagai balas Budiku karena Tuan muda telah menyelamatkanku." ucap Ayazha lalu dia pun tak sadarkan diri.
dengan perasaan yang sangat marah dan khawatir dia pun menggendong tubuh Ayazha.
"Minggir kalian semua beri aku jalan!" Teriak Andy dengan perasaan yang sangat marah.
Tuan Andy pun sudah berada di dekat Toni lalu dia pun langsung mendongakkan kepalanya.
"Jika terjadi Sesuatu dengannya aku akan membuat kamu menderita walaupun kamu masuk penjara sekalipun." ucapnya dengan nada marah.
"mah, Siapa wanita yang telah melindungi Tuan Andy." ucap Anthony
"mama juga tidak tahu tapi bukankah dia mengatakan Tuan muda pada Tuan Andy dan dia juga mengatakan mencintai Tuan Andy."
"Mah sebaiknya kita susul Tuan Andy ke rumah sakit." ucap Sarah.
betul itu mah!" ucap Willy.
Kini Andy membawa Ayazha ke rumah sakit. dia terus meneteskan air matanya.
"kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenarnya bahwa kamu menyukaiku."
"asal kamu tahu saat pertama kali aku bertemu denganmu, aku juga sangat menyukaimu tapi aku malu untuk mengatakannya." ucapnya
"aku hanya bisa melindungi kamu saja, walaupun kamu adalah seorang pembunuh profesional tapi kamu tetaplah seorang wanita yang menginginkan namanya cinta, Ayazha Jika kamu sadar aku akan mengatakan baya aku juga mencintaimu." ucap Andy.
mobil pun kini sudah Sampai di rumah sakit, Andy menyuruh petugas rumah sakit untuk segera membawa Ayazha ke dalam rumah sakit.
__ADS_1
Kini Ayazha sudah berada di ruang IGD. Andy masih merasa cemas.
Sementara itu Zeyhan dan juga Xavier segera pergi ke rumah sakit saat mengetahui bahwa Ayazha masuk ke dalam rumah sakit.
Zeyhan dan Xavier telah sampai di rumah sakit lalu dia pun bertemu dengan Willy dan juga keluarganya.
"Tuan Zeyhan" ucap Willy.
"Taun Willy, apa yang kamu lakukan disini."
"aku kesini untuk menjenguk Tuan Andy."
Kini mereka semua pun berjalan menuju ke ruangan IGD, Semuanya terus memandangi Andy dengan cemas.
"Tuan muda, bagaimana dengan kondisi Ayazha." ucap Xavier.
Andy hanya menggelengkan kepalanya.
"memangnya apa yang terjadi kenapa dia bisa seperti ini."
"ini semua gara-gara adikku Tuan Xavier, dia yang telah membuat nona Ayazha terluka."
"bisa kamu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi."
Mendengar hal tersebut Xavier dan juga Zeyhan hanya menghela nafas dia sudah tahu akan hal tersebut karena Ayazha sangat mencintai Tuan Andy.
Dokter Keluar dari ruangan IGD, Andy menghampiri Dokter tersebut dan mengatakan bagaimana kondisi Ayazha.
"untuk kondisinya, dia masih sangat kritis dan peluang untuk hidup sangat minim atau kemungkinan kalau dia sadar mungkin dia akan lumpuh dan hanya bisa menggunakan kursi roda saja."
Deg
Jantung Andy seperti berhenti sejenak dia tidak percaya akan hal tersebut tapi dia mencoba untuk tenang.
"Dok aku mohon lakukan apapun agar dia sadar aku akan bayar berapapun."
"ini bukanlah soal bayaran atau apapun Tuan tapi ini menyangkut nyawa manusia tapi aku akan berusaha untuk menyembuhkan Nona Ayazha walaupun itu peluangnya sangat minim."
Andy hanya bisa pasrah dengan perkataan dari dokter tersebut tapi dia tetap percaya bahwa Ayazha bisa kembali sadar.
"Tuan Andy kamu harus sabar aku tahu Tuan Andy sangat sedih tapi ibu yakin Tuan Andy bisa melewati Semuanya." ucap Mita.
__ADS_1
melihat ibunya ada di depan matanya Andy pun tak bisa membendung air matanya lalu dia pun segera memeluk ibunya.
Mita kaget ketika Tuan Andy memeluknya begitu juga dengan Willy beserta kedua anaknya.
"apa yang harus aku lakukan Bu, aku sangat mencintainya dan aku juga tidak ingin kehilangannya." ucap Andy.
Mita kaget dengan perkataan dari Tuan Andy. bahwa dia sangat mencintai Nona Ayazha bukankah dia mencintai putrinya.
"apa benar Tuan Andy menyukai Nona Ayazha lalu bagaimana dengan Putriku bukankah kamu mencintainya." ucap Mita secara tiba-tiba dan membuat semua orang kaget begitu juga dengan Andy.
"ibu, apa yang ibu katakan" ucap Sarah.
"biarkan saja sayang, biar dia tahu bahwa kamu menyukainya." ucap Mita.
"Sarah kamu harus katakan yang sebenarnya bahwa kamu juga menyukainya."
"Bu sepertinya Ibu Telah salah paham aku membantu Sarah bukan berarti aku menyukainya tapi karena dia Adalah Kakakku sendiri." ucap Andy.
"apa maksudmu Tuan Andy." ucap Mita.
"baiklah aku akan mengatakan yang sebenarnya."
"aku adalah Alex putra ibu yang Telah dinyatakan meninggal dunia Lima tahun lalu saat aku di usir dari rumah aku bertemu dengan Seorang Kakek tua yang bernama Jeffry Hun. Karena aku telah menyelamatkan Kakek tersebut akhirnya aku diangkat menjadi cucunya. awalnya aku kembali ke sini untuk membalas dendam pada ayah karena Telah mengusirku tapi setelah mengetahui bahwa orang yang menjebak aku adalah Toni aku berbalik untuk melawannya."
"Saat aku datang ke rumah kalian aku hanya bisa menghela nafas bagaimana bisa kalian yang hidup bergelimang harta bisa hidup di Kontrakan yang sangat sederhana. karena itu aku mencoba menutup identitas diriku agar terus membantu kalian."
"Apa kalian tahu saat aku berkumpul dengan kalian, aku sangat merasa bahagia tapi aku belum bisa mengungkapkan identitas diriku."
"aku hanya bisa tersenyum tapi aku juga merasa sangat sedih dengan kondisi kalian."
"Saat ibu memelukku pada saat itu, aku seperti ingin meneteskan air mataku tapi aku mencoba untuk menahannya." ucap Andy.
"Jadi kamu Tuan Andy adalah Alex, Putraku." ucap Mita.
Andy hanya mengangguk.
"apa benar kamu adalah Alex" tanya Mita sekali lagi.
lalu Andy pun hanya bisa mengangguk dan dia pun mengatakan masa kecilnya dan membuat ibunya percaya bahwa Andy adalah Alex.
"Sekarang ibu percaya kan aku adalah Alex."
__ADS_1
Mita Langsung memeluk Anaknya.
"kemana saja kamu selama ini Nak, mamah sangat merindukanmu."