
Sementara itu Willy dan juga Mita berharap Wanita yang dicintai anaknya bisa sadar kembali. mereka berdua pun sangat berharap jika nanti wanita itu sadar mereka akan meminta Alex untuk segera menikahinya.
Saat dia sedang memandang wajah kedua orang tersebut Ponsel Willy pun berbunyi dan ternyata itu panggilan dari ayahnya.
Hari ini adalah Sidang putusan pengadilan, Alex sudah pergi dengan Xavier dan juga Zeyhan sementara Willy beserta keluarganya.
Singkat Cerita mereka sudah sampai di tempat persidangan. Kini mereka tinggal menunggu terdakwa.
Tuan Rudiart juga hadir di dalam persidangan tersebut, dia ingin melihat bagaimana keadaan anak dan menantunya.
Kini Kedua terdakwa sudah berada di pengadilan dan mereka berdua duduk di hadapan pak hakim.
"Saudara, Toni apa benar anda merencanakan pembunuhan berencana pada Tuan Alex Rudiart, Putra dari Willy Rudiart."
"Tidak, itu semua hanyalah fitnah."
"dan menurut keterangan kamu dan istrimu melakukan penggelapan dana dan juga pembunuhan berencana kepada ayah Tuan yaitu Tuan Rudiart."
"Tidak, itu semua hanyalah fitnah", Toni terus membela dirinya sendiri dan mengatakan bahwa dirinya hanyalah difitnah, tapi kemudian Pak Hakim menunjukkan sebuah bukti yang menyebabkan Toni dan istrinya terpojok.
"Tuan Toni, bisa kamu jelaskan di dalam video ini, kamu dan istrimu mempunyai rencana untuk membunuh Tuan Rudiart dan juga ini adalah bukti bahwa kamu telah menggelapkan dana perusahaan RD."
"bukti kedua kamu telah memerintahkan seseorang untuk berbuat curang di perusahaan W'Z, Perusahaan milik Tuan Andy."
__ADS_1
"lalu kamu juga telah membuat Asisten Tuan Andy, masuk ke dalam rumah sakit", ucapnya.
Setelah Pak Hakim mengatakan semua bukti-buktinya, Toni dan juga istrinya tidak bisa mengatakan apapun lagi karena semua bukti yang mengarah padanya adalah benar.
dan akhirnya sidang berakhir, Toni beserta keluarganya di hukum dengan maksimal lima belas tahun penjara atas tuduhan penggelapan dana, pembunuhan berencana dan juga menggunakan senjata untuk menyerang seseorang.
Saat Toni, di bawa oleh Petugas dia melirik ke arah Willy. "Awas, kamu Willy aku pasti akan membalas perbuatan kamu!" ucap Toni sambil tersenyum seperti orang gila.
Sementara itu Istrinya hanya sesekali memberontak dia terus berusaha bisa lepas dari cengkraman petugas.
Andy dan Xavier beserta Zeyhan hendak pergi begitu juga dengan Willy dan juga anggota Keluarganya.
Saat mereka hendak pergi, Tuan Rudiart tiba-tiba memanggil Willy.
"Willy, Tunggu!", ucap Tuan Rudiart.
"Maafkan aku Willy, maafkan aku atas perlakuan buruk diriku terhadap kamu dan juga istri dan anakmu, aku benar-benar menyesal. aku kira Toni adalah orang yang bijaksana tapi dia hanyalah seorang penipu, aku tak menyangka bahwa dia berencana untuk membunuh diriku."
"Aku sudah memaafkan kamu ayah, ini semua juga bukan kesalahan ayah, ayah hanya membela mana yang benar dan mana yang salah."
"Walaupun aku sudah mengusir kamu, kamu masih tetap memanggilku ayah dan kamu juga tetap menghormati diriku, bodohnya aku yang telah membuang kamu begitu saja."
"sudahlah ayah, kita bisa berkumpul bersama-sama lagi dan kita pasti akan menjadi Keluarga yang bahagia seperti dulu lagi."
__ADS_1
Tuan Rudiart hanya mengangguk.
"Willy mulai sekarang, Perusahaan akan berada di tanganmu lagi, aku mohon buat Perusahaan lebih baik lagi."
"Baik ayah, Saya pasti akan menjalankan amanat ayah."
Akhirnya Willy dan keluarga bisa kembali ke mansion utama, Andy yang di ajak untuk ke mansion langsung menolaknya karena dia harus menjaga Ayazha.
Andy dan yang lainnya pergi ke Rumah sakit sementara itu Willy beserta istri dan anaknya pulang ke rumah Tuan Rudiart.
di dalam mobil Andy merasa sangat lega, Karena dirinya bisa menjebloskan Pamannya dan bibinya ke penjara, tapi dia masih Kepikiran dengan Sintia, apakah Wanita tersebut akan membalas dendam atau tidak.
"Saat Toni dan juga istrinya pergi di bawa Polisi apa kamu melihat di mana Sintia berada."
"aku tidak tahu, Tuan!"
"Cepat, Cari di mana Sintia sekarang dan awasi gerak-geriknya."
"Baik, Tuan."
"Apakah Tuan muda merasa sangat khawatir bahwa Wanita itu akan membalas dendam."
"aku merasa yakin, akan hal itu aku melihat dari sifatnya bahwa perempuan itu adalah seorang pendendam.
__ADS_1
"berhati-hatilah karena perempuan tersebut sangat licik seperti orang tuanya."
Kini Sintia baru Keluar dari Apartemen, dia kemudian melajukan mobilnya menuju ke Mansion kakeknya.