
[lebih baik kamu datang ke tempat yang aku tentukan setelah itu aku akan mengatakan siapa aku sebenarnya.]
Carlo kemudian langsung menutup telfonnya.
Sintia kemudian langsung pergi menuju ke tempat di mana Seseorang misterius tersebut menelponnya.
Sekarang dirinya sudah berada di dalam mobil dia melajukan mobilnya menuju ke tempat yang di tentukan Carlo.
di dalam mobil Sintia sangat penasaran siapa yang menelponnya tadi dan dari mana dia bisa mendapatkan nomornya.
Singkat Cerita Sintia kini sudah sampai, lalu dia melihat seorang laki-laki seperti sedang menunggu seseorang.
Sintia Langsung menemui laki-laki itu.
"apa kamu adalah laki-laki yang ingin aku temui."
"apa kamu wanita yang bernama Sintia."
"iya aku adalah Sintia, lalu siapa kamu dan dari mana kamu bisa mendapatkan nomorku.?" Tanya Sintia.
"tenang lah jangan banyak pertanyaan, perkenalkan saya Carlo dan untuk dari mana aku tahu mendapatkan nomor kamu itu rahasia. aku disini ingin mengajak kerjasama denganmu."
"Kerjasama? apa yang kamu inginkan dariku."
"aku tidak menginginkan apa pun dari mu tapi kerjasama ini bisa saling menguntungkan kita berdua."
"terus, kerjasama apa yang ingin kamu lakukan."
__ADS_1
"bisakah kamu menculik wanita ini, lalu aku akan membantumu membebaskan Orang tuamu dan aku juga akan membantu kamu membalas dendam kepada sepupu kamu itu."
"Apa kamu bisa menepati janjimu." ucapnya.
"tenang saja aku tidak pernah berbohong sama sekali."
"Baiklah."
Sintia kemudian melihat sebuah foto seorang wanita yang akan dia tangkap, dirinya tidak tahu kenapa laki-laki ini menginginkan Wanita yang ada di foto tersebut.
Sintia kemudian pamit pergi, lalu dia langsung melajukan mobilnya. Sementara itu Carlo masih melihat Wanita itu pergi menggunakan mobilnya.
"Mau saja wanita itu dimanfaatkan olehku, tapi ini bagus aku akan menyekap dan memanfaatkan anaknya kemudian ayahnya akan aku perbudak." ucapnya, Carlo menyuruh Sintia untuk menculik Nina kemudian dia akan memanfaatkan anaknya supaya ayahnya mau bekerjasama dengannya.
Carlo kini masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju ke markas.
Sarah dan keluarganya Kemudian langsung ke rumah sakit, Sintia yang baru saja datang bertanya pada Sarah.
"Sarah, ada apa kenapa kamu sangat panik sekali."
"apa kamu tahu wanita yang menemani Tuan Andy di pesta kemarin."
"maksud kamu, Nona Ayazha memangnya ada apa dengannya."
"dia telah meninggal dunia."
"Apa?" Sintia berpura-pura Kaget tapi sebenarnya dia merasa sangat senang akhirnya dia bisa menyingkirkan laki-laki yang dimiliki Tuan Andy mungkin sekarang Tuan Andy akan menjadi gila.
__ADS_1
"apa aku bisa ikut ke rumah sakit."
Sarah hanya mengangguk.
Sarah dan keluarganya sudah masuk ke dalam mobil, sementara itu Sintia menggunakan mobil miliknya sendiri.
Sementara itu Sarah yang berada di dalam mobil sangat cemas sekali, dia tidak tahu apa yang akan terjadi pada Alex.
"Alex, kamu jangan sedih masih ada kakak yang akan menemanimu." gumamnya.
Singkat Cerita Mereka kini sudah sampai di rumah sakit sementara itu mayat Ayazha sudah di pindahkan ke kamar mayat.
Alex hanya melihat wajah terakhir kali Kekasihnya itu, lalu dia langsung meneteskan air matanya.
Sarah yang melihat adiknya menangis langsung memeluknya.
"sudahlah ikhlaskan dia, apa kamu tidak ingin dia merasa sedih ketika kamu menangis."
"mana mungkin aku bisa melupakannya, aku sangat mencintainya Kak, Sangat, Sangat mencintainya aku kira aku bisa bersamanya untuk selamanya tapi ternyata hanya sampai segini saja perjalananku dengannya."
Sarah kemudian ikut meneteskan air matanya lalu dia membisikkan sesuatu pada Adiknya.
"Alex dengarkan kakak, apapun yang terjadi kamu harus bisa tegar dan tetap menjalani hidup seperti biasanya dan hiduplah untuk Ayazha juga."
"makasih Kak, aku pasti akan hidup demi Ayazha sekarang aku mungkin masih belum ikhlas atas kepergian Ayazha. Sementara itu Sintia sedang tersenyum bahagia.
"mampus kamu." gumamnya. Sintia merasa sangat bahagia akhirnya dia bisa membalas dendam kepada Tuan Andy dan sekarang dia memiliki rencana untuk menyingkirkan Sarah.
__ADS_1