
Kemudian Andy berbisik pada Xavier lalu Xavier mengangguk apa yang di katakan oleh Tuan mudanya.
Kini Perawat itu datang, kemudian dia menyapa Andy dan juga Xavier.
Kini Perawat tersebut berpura-pura memeriksa Ayazha.
Perawat tersebut langsung masuk ke dalam ruangan Ayazha, dia berpura-pura untuk mengganti Obat biusnya.
Andy dan Xavier mengawasi wanita itu dari belakang, Saat Wanita tersebut hendak menyuntikan sesuatu ke leher Ayazha, Andy langsung mencegahnya.
"apa yang kamu lakukan?"
"aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya ingin mengganti obat biusnya saja."
"Jangan berbohong padaku, aku tahu kamu pasti akan menyuntikan sesuatu pada Wanita ini."
"Xavier, ambil suntikan itu dan suntikan pada wanita ini."
Wanita tersebut langsung memberontak ketika Xavier akan melakukan hal tersebut.
"Jangan kumohon, Jangan suntikan benda itu ke tubuhku."
"Katakan, Siapa yang menyuruh kamu untuk menyuntikkan racun ke Kekasihku."
" Cepat! katakan siapa yang menyuruhmu."
"orang menyuruhku adalah Seorang Wanita."
__ADS_1
"Wanita?"
"Wanita Tersebut memberikan saya uang dan aku di suruh untuk menyuntikkan racun ke tubuh wanita tersebut."
"Apa ini orang yang telah menyuruhmu", Andy kemudian menunjukkan foto seseorang yang tak lain adalah Sintia.
"iya benar, Wanita ini yang menyuruhku untuk menyuntikkan racun."
"bagiamana kalau kamu bekerja untukku, aku akan memberikan uang yang banyak padamu tapi kamu harus ikuti perintahku."
"jika Tuan bisa memberiku uang yang lebih banyak dari wanita ini, aku akan menjadi milik Tuan."
"Baguslah, Aku suka sekali dengan semangatmu. Aku ingin kamu mengatakan pada Wanita itu bahwa kamu telah berhasil, meracuni Wanita milik seseorang yang bernama Andy."
"Baik Tuan."
"Tuan muda, apa dia bisa di percaya."
"wanita itu haus akan uang dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan uang, jadi kita hanya memanfaatkan wanita itu untuk membuat Sintia terjebak ke dalam permainan kita."
Kemudian Wanita tersebut menghubungi Sintia dia mengatakan bahwa dia berhasil menyuntikkan racunnya.
Sintia yang mendengar hal tersebut merasa sangat senang sekali, dia akhirnya bisa menyingkirkan orang yang di sayangi oleh Andy.
"lihat saja Tuan Andy, setelah ini aku akan menyingkirkan yang lainnya gara-gara kamu dan Sarah ayahku harus masuk penjara."
"Sepertinya wanita itu hebat juga aku harus lebih memanfaatkannya."
__ADS_1
Sementara itu di rumah sakit, Andy menghubungi Zeyhan apakah sudah berhasil memindahkan Vito ke markas.
Zeyhan pun menjawab bahwa dia sudah memindahkan Tuan Vito ke dalam Markas. disana Andy juga menyuruh yang lainnya untuk berjaga-jaga di rumah milik Vito, dia ingin menjebak Carlo dan yang lainnya.
Sementara itu di Markas Laba-laba Hitam, Carlo menemukan seorang wanita yang bisa dia manfaatkan, wanita tersebut adalah Sintia.
dia melihat Sintia ketika ayah dan ibunya dibawa ke kantor polisi kebetulan Carlo saat itu juga datang ke Acara Tuan Rudiart.
Carlo kemudian menghubungi Wanita tersebut.
Sementara itu Sintia sedang menyusun rencana untuk melukai Orang-orang di sekitar Andy dan Sarah dia kemudian mendapatkan sebuah Telfon dari Seseorang.
"Siapa yang menelfonku" gumamnya.
Sintia kemudian menekan tombol hijau.
[Halo ini dengan siapa?] Tanya Sintia.
[kamu tidak perlu tahu siapa aku, tapi aku tahu siapa Kamu. aku hanya ingin menawarkan kerjasama untukmu.]
[Kerjasama?]
[bagaimana kalau nanti kita bertemu di tempat yang aku tentukan]
[Katakan dulu siapa kamu?]
[lebih baik kamu datang ke tempat yang aku tentukan setelah itu aku akan mengatakan siapa aku sebenarnya.]
__ADS_1
Carlo kemudian langsung menutup telfonnya.