BALAS DENDAM ANAK YANG TERBUANG

BALAS DENDAM ANAK YANG TERBUANG
Episode 33


__ADS_3

"Bukankah kakak dulu ingin sekali menjadi designer, bukankah ini adalah cita-cita kakak, kebetulan aku sedang membuka usaha baru Yaitu usaha butik dan fashion baju kekinian, aku ingin nanti kakak yang akan menjadi pemilik usaha tersebut."


"tapi bukankah itu terlalu berlebihan."


"tidak berlebihan sama sekali dan aku ingin kakak mengajak teman-teman kakak untuk ikut dalam usaha yang akan kakak jalani."


akhirnya kakaknya menyetujui yang dikatakan oleh Alex, lalu ayah dan ibunya pamit pulang begitu juga dengan kedua kakaknya.


"apa kalian tidak mau menginap di sini." tawar Alex.


"maaf sayang, kami tidak bisa tinggal disini karena harus menjaga Kakek kamu."


Alex hanya mengangguk, "baiklah dan terimakasih sudah datang ke sini."


"kami yang seharusnya terimakasih sama kamu karena kamu mau mengundang kami kesini, kamu sudah mempunyai rumah sendiri, besok mamah harap kamu bisa datang ke rumah utama keluarga Rudiart."


"iya mah, kalau aku ada waktu saya akan datang ke sana."


"kami semua pamit dulu."


"Alex aku ingin bertanya empat mata denganmu." bisik Anthony.


"apa yang ingin kakak tanyakan."


"Aku masih penasaran saat kamu menelpon aku kemarin, kamu mengatakan bahwa harus hati-hati dengan Sintia, maksudmu apa?"


"menurut saya dia akan melakukan balas dendam kepada kalian, apa kamu tidak merasa curiga kenapa Sintia tiba-tiba menjadi baik."


"karena orang tuanya ditangkap dan dia menyesal berbuat jahat, makannya dia berubah menjadi baik."


"kamu tahu kan sifatnya Sintia, dia orang yang tidak mau kalah dengan orang lain terlebih lagi dia selalu memiliki dendam dengan Kak Sarah, jika kamu ingin mengetahui kejahatan Sintia kamu bisa menaruh benda ini di kamarnya."

__ADS_1


"benda apa ini?" Tanya Anthony.


"ini adalah alat penyadap, kamu akan mendengar apa yang Sintia katakan."


Anthony kemudian mengambil benda tersebut dari tangan Alex, Ayahnya kemudian memanggil Anthony berkali-kali sambil menekan klakson mobil.


"Kak jangan katakan pada ayah dan ibu, cukup kita berdua saja yang tahu." ucapnya.


Anthony hanya mengangguk lalu dia melambaikan tangan kepada Alex. Alex juga membalas lambaian tangan dari kakaknya.


di dalam mobil ibunya mengatakan apa yang dia bicarakan dengan Alex.


"Nak, kenapa kamu lama sekali, apa yang kamu bicarakan dengan Alex."


"dia ingin membuat sebuah butik dan aku disuruh untuk menjadi arsiteknya." ucap Anthony.


"lalu apa kamu menyetujuinya."


Kini mobil melaju menuju ke kediaman keluarga Rudiart.


Andy kembali masuk ke rumah dan merebahkan tubuhnya, Saat dia akan tidur dia melihat dari balik kaca jendela ada seseorang yang mengawasinya.


Andy langsung keluar dari rumahnya dan langsung menyergap orang tersebut. orang tersebut langsung kaget ketika Andy menyergapnya.


"Katakan siapa kamu?" ucapnya.


"kamu tidak perlu tahu siapa aku", orang tersebut malah menyerang Andy tapi Andy bisa mengatasi itu semua.


"sepertinya kamu benar-benar orang yang keras kepala, katakan siapa kamu atau aku akan memotong semua jari tanganmu."


Andy kemudian mengambil pisau yang selalu dia bawa di sakunya, Andy kemudian memilih jari mana yang akan dia potong.

__ADS_1


"Katakan siapa kamu dan aku tidak akan memotong jarimu."


"Cepat katakan siapa kamu."


"jangan, jangan potong jariku aku mohon."


"kalau tidak ingin jarimu aku potong cepat katakan siapa kamu."


"aku anak buah dari Carlo aku disuruh untuk membunuhmu."


"Carlo? apa dia adalah pemimpin dari Mafia Laba-laba Hitam." ucapnya.


"iya dia adalah pemimpin mafia laba-laba hitam, apa kamu takut setelah mendengar namanya." ucap orang tersebut yang percaya diri dengan perkataannya.


Andy kemudian langsung mematahkan tangan Orang tersebut.


"Siapa yang mengatakan kalau aku takut dengannya.", lalu Andy langsung menghabisi orang tersebut.


Saat dia akan memanggil anak buahnya untuk mengurus anak buah Carlo tiba-tiba ponsel milik orang tersebut berbunyi.


Andy langsung menekan tombol hijau dan mendengarkan siapa yang menelfon.


[Halo, apa kamu sudah membunuh Pemimpin Perusahaan W'Z.] ucap Carlo dari balik telfonnya.


[sayang sekali anak buah kamu sudah aku habisi, kalau aku ingin membunuhku seharusnya kamu menyuruh orang yang lebih profesional jangan malah orang yang amatir.] ucap Andy.


[brengsek, siapa kamu dan apa yang telah kamu lakukan pada anak buahku.]


[siapa aku? aku adalah orang yang akan kamu bunuh, nama kamu Carlo kan pemimpin mafia Laba-laba Hitam karena kamu telah berani mengusikku, berhati-hatilah aku akan membalas perbuatan kamu.]


Andy kemudian langsung menutup telfonnya sementara itu Carlo membanting handphonenya dengan perasaan kesal.

__ADS_1


__ADS_2