Balas Dendam Wanita Baik

Balas Dendam Wanita Baik
Bab 49


__ADS_3

Arcano kini membawa Shalunna ke apartemen miliknya yang tidak ditinggali siapa pun dan kemudian memberinya kunci apartemennya.


“Sekarang videonya ada di mana-mana, kamu tidak boleh keluar dan menelepon keluargamu. Apartemen ini kosong dan tidak banyak orang di sekitar. Paparazzi tidak dapat menemukan tempat ini. Kamu bisa tinggal di sini untuk saat ini terlebih dulu.”


Shalunna awalnya merasa enak hati pada Arcano karna sudah merepotkan, dia juga agak malu padanya, tetapi setelah memikirkannya, dia menyadari bahwa akan lebih buruk baginya jika dia berada di luar dan ditemukan oleh salah satu paparazzi.


Adapun keluarganya, dia percaya bahwa orang-orang Pratama itu tidak akan mau terlibat dalam masalah seperti itu. Adapun para Novalendra… Mereka harus disalahkan atas semua itu dan mereka bahkan berharap dirinya bisa mati di luar.


"Terima kasih. Saya tidak tahu bagaimana mengungkapkan rasa terima kasih saya padamu, tetapi jika kamu membutuhkan bantuan saya di masa depan, saya tidak akan ragu untuk selalu ada untukmu.” ucap Shalunna.


Shalunna memandang Arcano dengan rasa terima kasih dan berkata dengan sungguh-sungguh.


Namun, apa yang dia katakan membuat Arcano memasang wajah masam. Dia mengatakannya seolah-olah dia ingin menjadi saudara angkatnya, tetapi dia membawanya kembali bukan untuk memperlakukannya sebagai teman baiknya.


"Betulkah.? Kalau begitu beri aku ciuman sebagai hadiah.” ucap Arcano bercanda dengan menggoda Shalunna sambil tersenyum.


Mendengar ucapannya Shalunna terkejut dan seketika menatap Arcano. Dia tidak percaya apa yang dia dengar barusan dan tanpa sadar dia mundur selangkah.


Melihat reaksi darinya, Arcano hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia berkata “Itu hanya lelucon. Jangan terlalu gugup.”


Shalunna mengangguk, tetapi dia masih sedikit defensif sampai Arcano mengangkat tangannya,


“Maaf, saya hanya berbicara omong kosong. Saya punya mulut besar, tapi saya tidak punya nyali.” jelas Arcano.


Melihat wajahnya yang dengan ekspresi pahit, Shalunna tidak bisa menahan senyum. Kemudian dia memikirkan sesuatu, dan berkata dengan malu-malu, “Aku… aku ingin mandi dulu.”


Baru saja Shalunna tidak merasa tidak nyaman, tetapi pada saat ini dia merasa jijik memikirkan disentuh oleh orang-orang buruk hari ini.


Terutama ketika dia memikirkan pria paruh baya yang menyeramkan itu menyentuh pakaiannya dengan tangannya yang berminyak, dia merasa sangat jijik.


“Kamu bisa mandi dulu. Saya akan pergi ke ruangan lain untuk memeriksa videonya. Ngomong-ngomong, berikan ponselmu. Saya akan mengurus panggilan telepon untukmu.” ujar Arcano.


Arcano menganggukkan kepalanya, memberi tahu bahwa Shalunna bisa pergi mandi. Kemudian dia mengambil teleponnya, mengatur ponselnya ke mode yang hanya menerima panggilan dan pesan teks dari kontak. Segera, setelah ponselnya, yang bergetar sepanjang waktu, menjadi lebih tenang.


Kemudian, dia membuka postingan itu lagi dan mulai memeriksa komentar dengan hati-hati, mencoba menemukan beberapa petunjuk.


Tiba-tiba, ponsel Shalunna berdering.

__ADS_1


Arcano ingin memberikan ponsel milik Shalunna padanya. Tapi dia berfikir tidak nyaman baginya untuk memberikan ponselnya pada Shalunna untuk menjawab panggila telepon karena wanita itu sedang mandi.


Jadi dia memilih meninggalkannya begitu saja, tetapi sang penelepon itu sangat gigih dan terus menelepon ponsel milik Shalunna. Akhirnya dia hanya bisa mengangkatnya dan mencoba menjelaskannya kepada si penelepon.


"Halo.?" Suara Arcano datang dari penerima. Seketika Wajah Kaif langsung menggelap.


Dia baru saja menelepon Pratama untuk memberi tahu mereka bahwa dia baik-baik saja, Namun ketika kakeknya memintanya untuk tinggal di luar negeri selama beberapa hari lagi, hal itu membuat Kaif bertanya-tanya apa yang sebenarnya telah terjadi pada keluarganya, Saat Kaif meminta penjelasan pada kakeknya ataupun keluarganya, tetapi dari salah satu pun dari keluarganya justru menolak untuk menceritakan apa yang telah terjadi.


Kaif tanpa sadar mengira itu mungkin ada hubungannya dengan Shalunna, jadi dia pun segera menghubungi ponselnya. Tetapi dia tidak menyangka bahwa orang yang menjawab telepon itu bukanlah wanita itu, melainkan seorang pria.


“Mengapa ponselnya dipegang oleh seorang pria?” gumam Kaif dalam hatinya


"Siapa kamu.?" tanya Kaif dengan nada dingin yang terdengar tidak bersahabat.


“Ini teman Shalunna. Tidak nyaman baginya untuk menjawab telepon sekarang.” jawab Arcano sedikit tak enak, dia berusaha menghindari si penelepon takut salah paham.


Suaranya agak familiar, tapi Arcano tidak bisa mengingat suara milik siapa, untuk sesaat.


“Aku mencari Shalunna. Sambungkan pada dia ke teleponnya.” ujar Kaif.


“Aaaaaaa......!”


Adapun suara yang tidak akan salah di dengar, itu adalah suara Shalunna.


"Apa terjadi sesuatu.? Apa Kau baik-baik saja.?" tanya Arcano saat mendengar suara itu dan buru-buru berlari, mengabaikan panggilan telepon dari Kaif.


“Lampu di kamar mandi baru saja padam.” ucap Shalunna merasa takut.


Suara ketakutan Shalunna datang dari kamar mandi, dan pada saat yang sama, Arcano mendengar suara gemerisik dari pakaiannya.


Ketika Kaif mendengarnya, wajahnya yang tampan langsung berubah menjadi merah padam seperti dasar panci yang yang berada di atas api membara. Kata “kamar mandi” dan suara samar air yang baru saja dia dengar semuanya menjelaskan satu hal… Shalunna sedang bersama seorang pria, dan wanita itu sedang mandi.


"Sial." umpat Kaif seketika menutup teleponnya dengan cepat dan melirik Milana , yang sedang berbelanja di dekatnya. Tiba-tiba, dia benar-benar kehilangan minat.


Yang ingin dia lakukan sekarang adalah kembali ke Kota Kartanegara dan menemukan wanita pemberani itu dan memberi tahu dia bagaimana dia harus bersikap sebagai istrinya.


Milana membeli sepasang cincin Couple di toko besar dan akan membiarkan Kaif memakainya nanti atas nama taruhan. Namun, ketika dia kembali ke tempat pria itu berdiri barusan, dia sudah pergi.

__ADS_1


Tepat ketika dia hendak mencarinya, Kaif mengirim pesan teks, “Maaf, ada sesuatu yang mendesak di rumah. Aku harus segera kembali.” Senyum Milana pun seketika membeku di wajahnya, dan dia membuang cincin di tangannya, lalu duduk di bangku yang tidak jauh darinya, dia hampir menangis karena kesal.


kaif tidak akan pernah melakukan ini padanya di masa lalu. Kaif sangat mencintainya sehingga apa pun yang terjadi, itu tidak sepenting dirinya. Tapi sekarang semuanya telah berubah.


Kesenjangan besar antara ingatannya dan kenyataan membuat Milana merasa sangat tidak seimbang. Butuh waktu lama baginya untuk menenangkan diri.


Dia tidak percaya bahwa hubungan jangka panjang mereka semakin lemah. Dia harus membiarkan Kaif jatuh cinta padanya lagi.


*******


Shalunna keluar dengan malu-malu dengan jubah mandinya yang menutupi tubuhnya.


Wajahnya merah karena air panas yang mengepul, dan dia jauh lebih manis dari biasanya. Rambutnya yang masih basah, membuat tetesan air jatuh dari ujung rambutnya dan meluncur di sepanjang tulang selangkanya yang halus ke dalam pakaian yang sedikit lebih besar untuk tubuh rampingnya.


Arcano hanya meliriknya dan dengan cepat mengalihkan pandangannya. Terkadang, gerakan tak sadar semacam ini lebih menarik orang dari pada godaan yang disengaja.


“Sirkuitnya pasti sudah tua karena apartemennya sudah lama kosong. Maaf, saya lupa sudah berapa lama sejak apartemen diperiksa dengan benar, tetapi saya akan meminta seseorang untuk memperbaikinya nanti.” ucap Arcano memecahkan kecanggungan dirinya.


Shalunna mendengus dan menarik jubah mandinya, merasa sedikit tidak nyaman,


"Aku butuh baju untuk ku pakai." ucap Shalunna dengan malu-malu.


Pakaiannya kotor dan sekarang terlalu gelap, jadi Shalunna hanya bisa memakai jubah mandi yang ada di dalam terlebih dahulu. Namun, itu jelas bukan ukuran yang tepat untuk seorang wanita. Dia harus mengikat ikat pinggangnya dengan kencang agar kerahnya tidak tiba-tiba terbuka lebar.


Arcano mengangguk cepat dan keluar untuk menelepon. Di balkon, dia melihat melalui kaca betapa malunya Shalunna dan merasa sedikit terlihat kering dan tertarik.


Oleh karena itu, dia memberi tahu asistennya untuk segera menyiapkan beberapa setelan pakaian konservatif agar Shalunna tidak berjalan di depannya seperti ini, yang juga merupakan ujian besar atas kemauannya.


"Aku sudah mengirim seseorang untuk melakukannya." ucap Arcano setelah kembali dari menyelesaikan panggilan teleponnya.


Dia melihat Shalunna menatap postingan video itu dengan bingung, “Kamu mengatakan bahwa video yang di postingan itu tidak nyata. Saya baru saja menontonnya. Orang yang membuatnya sangat berhati-hati, dan saya tidak dapat menemukan apa pun untuk saat ini.” jelas Arcano pada Shalunna.


Ketika Shalunna mendengar ucapannya itu, dia sedikit kecewa dan melihat kembali video yang hanya berlangsung sebentar tetapi sangat mempengaruhinya.


Saat dia melihat, dia tiba-tiba menekan tombol pause, "Tunggu, ini..."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2