Balas Dendam Wanita Baik

Balas Dendam Wanita Baik
Bab 67


__ADS_3

Shalunna tinggal di kamar untuk sementara waktu. Tidak lama kemudian, Alexa kembali dan memberikannya satu set pakaian yang dipesannya.


Shalunna pun langsung berganti pakaian bersih itu dan berkata kepada Alexa, "Kamu harus merahasiakannya."


Shalunna saat ini sudah menerima nasibnya. Sekarang dia tidak memiliki kemampuan untuk membalas dendam pada pria itu, dia hanya bisa mengubur masalah ini di dalam hatinya dan menunggu waktu untuk menyembuhkannya.


"Tentu saja." ucap Alexa menganggukkan kepalanya. Meminjam pakaian bisa menjadi masalah besar atau tidak, dan dia tidak sebodoh itu untuk diajak bicara.


Shalunna mendengus dan berbalik untuk pergi, tetapi Alexa tiba-tiba melihat kemeja pria yang ditinggalkannya. "Apakah kamu tidak membawa baju itu bersamamu?"


Shalunna menggelengkan kepalanya. Dia tidak ingin melihat apa pun yang berhubungan dengan pria yang sudah mengrenggut kehormatannya. Baginya Malam kemarin telah menjadi mimpi buruknya. Dia hanya berharap bisa bangun dari mimpi buruk itu secepat mungkin.


Di kamar Hotel mewah Seorang pria yang setengah tubuh tertutup selimut terganggu oleh sinar cahaya yang menyinari wajahnya, ya... Dia adalah Kaif, Dia terbangun oleh cahaya matahari pagi. Dia menggerakkan lengannya dan menyadari bahwa tidak ada orang yang berbaring di sampingnya.


“Di mana wanita itu tadi malam?” tanya Kaif dalam hatinya.


Kaif tiba-tiba teringat kegilaannya tadi malam bersama wanita. Wanita itu menangis di bawah kukungannya, mengerang dengan suara rendah, mempesona seperti peri.


Pemikiran itu kembali membangkitkan hasrat Kaif. Dia tidak menyangka bahwa dia merasa terpesona oleh tubuh wanita tadi malam.


Kaif selalu meremehkan orang yang membiarkan tubuh bagian bawahnya mengendalikan otaknya, Namun wanita tadi malam mampu melumpuhkannya.


Kaif yang tersadar dari pikirannya dia pun memasang wajah dingin dan akan mandi air dingin di kamar mandi untuk membangunkan dirinya. Baru pada saat itulah dia melihat tag name yang tertinggal di lantai.


“Alexa.?” Kaif menggumamkan nama itu, seketika matanya pun terminat, dan kejadian semalam pun terlintas di benaknya, Tadi malam, apa yang wanita itu katakan? Bahwa dirinya telah memperkosanya, dan dirinya telah melakukan kejahatan padanya.?


Kaif yang sibuk dengan pikirannya tiba-tiba dia Melihat darah merah gelap yang sudah kering di atas lantai, mata pria itu seketika menjadi gelap. Mungkin dia harus bertemu dengan wanita tadi malam yang sudah dia rampas kehormatannya.


Memikirkannya, Kaif pun memanggil Bayu untuk membawakannya beberapa pakaian bersih, dan memintanya untuk memeriksa wanita yang bernama Alexa itu.


Segera, setelah Bayu tiba di kamar hotel. Begitu dia membuka pintu, dia melihat Kaif sedang minum anggur merah dari gelas tinggi. Kaif hanya mengenakan jubah mandi longgar, memperlihatkan dadanya yang putih nan kokoh, yang kini penuh dengan goresan.


Bayu pun dengan cepat memalingkan mukanya dan berpikir bahwa bosnya tampaknya mengalami malam yang sangat menyenangkan. Dia telah menjadi asisten Kaif begitu lama, dan ini adalah pertama kalinya dia melihat sisi bosnya yang begitu memanjakan.


Bayu tidak tahu wanita mana yang sudahl meninggalkan bekas itu.


"Pergilah dan periksa wanita ini." pinta Kaif, mengambil pakaian yang dibawa untuk diserahkan ke Asistennya Bayu dan menyerahkan lencana kerja yang diambilnya.


“Dia seharusnya menjadi salah satu staf hotel. Aku ingin bertemu dengannya sebelum aku pulang kerja hari ini.”

__ADS_1


Bayu menatap tag Name yang ada di baju yang di serahkan Kaif padanya, dia yang mengerti perintah dari atasannya pun mengangguk dan segera keluar untuk memeriksa gadis itu.


Kaif mengganti pakaiannya dengan santai dan mencibir dirinya sendiri di cermin. Tadi malam benar-benar kecelakaan, tapi pria yang berani membiusnya pasti sudah lelah hidup.


Memikirkan hal itu, Kaif meluruskan kerah bajunya dan melangkah keluar dengan senyum dingin di wajahnya.


Di rumah keluarga Pratama.


Tuan Besar Pratama duduk di kursi meja makan besar, di seberang meja ada Indra dan istrinya, dan juga Rafkha, yang baru saja kembali kemarin.


“Paman, Kaif tiba-tiba meninggalkan pesta kemarin, dan sekarang aku tidak tahu kemana dia pergi. Saya sangat khawatir.!"


"Ya, padahal saya ingin memperkenalkan beberapa wanita muda kepadanya, tetapi dia menghilang begitu saja."


Indra dan Bellia dengan cepat memberi tahu Tuan Besar Pratama tentang apa yang telah dilakukan Kaif tadi malam.


“Baiklah, berhenti bicara. Kaif bukan anak kecil. Bisakah dia masih bisa tersesat.?” Tanya Tuan Besar Pratama


Tuan Pratama memandang Indra dan Rafkha serta istrinya, yang hanya tahu bagaimana menimbulkan konflik dalam keluarga, dan kini ekspresinya menjadi muram.


Mereka berdua gagal mendapatkan Tuan Besar Pratama di sisi mereka, merasa malu, berpikir bahwa lelaki tua itu memang mendukung cucunya sendiri. Namun, mereka ingin melihat bagaimana reaksi lelaki tua itu setelah dia tahu Kaif telah tidur dengan salah satu wanita dari para pelayannya.


Indra menatap sepupunya, yang paling disukai, dengan seringai di bibirnya.


Sedangkan Kaif mendongak dan menatap matanya. Tapi mata Kaif bahkan terlihat lebih dingin. Setidaknya, tatapan dingin Kaif mampu membuat Indra yang tadinya percaya diri sedikit ketakutan.


Kaif berjalan mendekat dan mengangguk ke arah Tuan Besar Pratama tanpa memandang keluarga Paman Kedua.


"Kakek, aku kembali." ucap Kaif menghampiri Tuan Besar Pratama.


“Kaif, kamu tiba-tiba meninggalkan pesta kemarin malam. Apa yang kamu lakukan.? Dan juga Mengapa saya mendengar ada beberapa rumor buruk.?” ucap Bellia dengan niat rencananya.


Bellia melihat betapa sombongnya Kaif dan dia segera mulai membuatnya kesulitan.


"Oh.?" Kaif tersenyum, tetapi matanya masih sangat dingin, Sehingga terlihat tanpa senyuman sama sekali.


Kaif bermaksud untuk mencari tahu siapa di balik kejadian semalam itu semua, tetapi dia tidak melakukannya karena Bellia yang begitu bodoh dan melompat sendiri keluar untuk mengatakan hal itu.


"Aku ingin tahu rumor buruk apa yang anda dengar itu.?" tanya Kaif menatap Bellia.

__ADS_1


Sambil menunggu jawaban dari istri paman keduanya Kaif pun memilih duduk dengan tenang, kakinya menyilang dengan anggun, dan tidak ada sedikit pun kepanikan di ekspresinya.


“Aku dengar kamu tidur dengan seorang pelayan kemarin. Saya khawatir Anda akan malu jika orang lain mengetahuinya, bukan.?” jawab Bellia.


Kaif yakin kejadian tadi malam disebabkan oleh keluarga Paman Kedua dan Sari pelayan di kediaman keluarganya.


"Maka kamu mungkin memintanya untuk menghadapiku." Kaif berkata dengan tenang, membuat Paman Kedua dan istrinya merasa sedikit ragu, Namun mereka memanggil Sari si pelayan yang sudah mereka suruh untuk menjebak Kaif.


Sari pun kemudian dipanggil, dan ketika dia melihat mereka, Wanita itu menjadi panik.


"Bibi Kedua, apakah dia yang kamu bicarakan?" tanya Kaif sambil tersenyum.


"Apakah itu kamu.? Apa yang terjadi antara kau dan aku kemarin.?”


Begitu dia melihat mata dingin Kaif tertuju padanya, Sari gemetar dan ingatan saat dicekik kemarin malam muncul di benaknya.


Namun, dia tidak berani mengatakan yang sebenarnya ketika dia kembali. Dia hanya berbohong kepada Indra dan yang lainnya dia mengatakan bahwa dia telah berhasil melakukan rencananya dengan baik.


Tetapi Sari tidak menyangka bahwa Indra sama sekali tidak ingin membantunya menjadi nyonya muda Pratama. Dia hanya ingin menggunakannya untuk membuat skandal.


“Saya salah, Tuan Muda. Itu karena saya disuruh oleh Tuan Kedua dan yang lainnya untuk melakukan hal seperti itu. Tolong, Tuan Muda dan Tuan Besar Pratama, tolong selamatkan saya. ”


Setelah mendengarkan ini, Tuan Besar Pratama mengerti segalanya. Indra dan Bellia-lah yang bersekongkol untuk menghancurkan Sang PENERUS-nya yang paling berharga.


"Kamu bajingan, keluar dari sini.!" teriak Tuan Besar Pratama, kemurkaan Pratama seketika itu juga ia tunjukkan pada Indra dan Bellia.


Tuan Besar Pratama mengambil kruk di tangannya dan langsung melemparkannya ke arah mereka. Indra yang melihatnya pun terkejut. “Gadis sialan ini lah yang menjebak kita. Dia ingin menjadi Nyonya Muda Pratama. Tapi Mengapa Anda justru menyalahkan kami.?” ucap Indra, berusaha mencari posisi aman untuk dirinya dan istrinya, saat melihat keadaan justru di luar rencananya.


Untuk sesaat, ruang tamu menjadi kacau, dan pada akhirnya, Tuan Besar Pratama memukul meja dengan keras untuk menenangkan mereka.


“Kamu keluar dari sini.! Kaif, Ikuti kakek ke ruang kerja.” pinta Tuan Besar Pratama,


Mendengar permintaan Kakeknya, Kaif pun mengangguk dan mengikuti Tuan Pratama ke ruang kerja Kakeknya yang berada di atas. Hanya satu hari dia merasakan punggung kakeknya sedikit lebih bengkok.


"Ini adalah kesalahanku. Kakek yang semakin tua dan menjadi kurang tegas. Kakek hanya ingin bergaul dengan keluarga Kakek sendiri, tetapi Kakek tidak menyangka mereka melakukan sesuatu yang buruk kepadamu Kaif.” ucap Pratama memandang Kaif yang kini Sedang duduk menghadap padanya.


Tuan Besar Pratama menggelengkan kepalanya. Sejujurnya, dia tidak memperlakukan buruk pada Indra dan keluarganya. Meskipun tidak mungkin untuk memberikan Perusahaan Kerajaan Pratama Group, bisnis lain yang sudah diberikan kepada mereka bagi Pratama akan cukup bagi mereka untuk hidup kaya selama sisa hidup mereka, jika mereka menjaga bisnisnya dengan baik. Namun Sayangnya, mereka terlihat tidak puas.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2