Balas Dendam Wanita Baik

Balas Dendam Wanita Baik
Bab 83


__ADS_3

Mendengar ucapan Shalunna yang meminta untuk tidak memiliki hubungan di antara mereka lagi, Wajah Kaif seketika berubah menjadi gelap lagi. Dia yang kini memegang tangan Shalunna dan seketika melemparkannya ke dalam mobil.


"Kamu meminta maaf kepadaku hanya untuk melarikan diri dariku dan pergi dengan Arcano.?"


“Shalunna, demi dia, dan demi anak haram di dalam perutmu, kau benar-benar rela melakukan apa saja.”


Kaif menjadi lebih marah. Dia tak habis pikir, Shalunna bahkan bisa bersedia membungkuk untuk pria lain.


Dalam hal ini, Kaif tidak akan membiarkan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Ketika Shalunna melihat bahwa dia tidak mau mendengarkannya, dia pun tidak berdaya. Tidak peduli apa yang dirinya katakan, Kaif justru mengabaikannya.


Mobil pun segera berhenti.


"Keluar dari mobil." pinta Kaif.


Shalunna awalnya tidak mau turun. Tetapi ketika dia melihat tatapan mengancam pria itu, dia pikir Kaif akan tetap memaksanya untuk turun dengan menggunakan tindakan paksaan, jadi dia pun mau tak mau harus melakukan apa yang pria itu minta.


Ketika Shalunna keluar dari mobil, dia baru menyadari bahwa itu adalah apartemen kelas atas di pusat kota kartanegara. Karena harganya yang mahal, orang yang tinggal di sini adalah orang yang berpenghasilan tinggi.


“Kenapa kamu membawaku ke sini…” Shalunna tidak tahu apa yang akan dilakukan Kaif.


"Mulai hari ini dan seterusnya, kamu akan tinggal di sini." ucap Kaif sambil mengeluarkan kunci dan melemparkannya ke tangannya.


"Jangan biarkan aku melihat siapa pun yang seharusnya tidak berada di sini." sambung Kaif.


Shalunna sebenarnya sama sekali tidak mau mengambil kunci itu. Apakah Kaif akan memantau hidupnya? Namun, mereka tidak ada hubungannya satu sama lain.


Bahkan seorang pasangan pun tidak saling memantau setiap gerakan dari jarak jauh.


“Kaif, ini terlalu…”


“Kamu dapat memilih untuk kembali ke rumah sakit atau kediaman Pratama. Jangan berpikir bahwa saya akan melupakan apa yang telah kamu lakukan, bahkan jika kita bercerai.” ucap Kaif meliriknya dan tidak ada ruang untuk negosiasi.


Shalunna berpikir sejenak. Mungkin lebih baik tinggal di sini dari pada di rumah sakit, jadi dia hanya bisa setuju dengan nada lemah.


"Di mana barang-barangku.?" Setelah memikirkannya, dia mengingat potongan-potongannya lagi.


Kaif menunjuk ke sebuah koper di sudut. Shalunna melihatnya dan tidak berkata apa-apa.


"Jangan lupa untuk pergi ke perusahaan besok." perintah Kaif padanya.


Ketika Kaif melihat bahwa Shalunna tidak menentangnya, sikapnya sedikit melunak. Tapi dia menyuruhnya bekerja di perusahaanya lagi.


Membuat Shalunna yang mendengar pun mengerutkan keningnya. Bukankah dirinya sudah mengundurkan diri?

__ADS_1


Berbicara tentang pekerjaan, dia baru saja menemukan pekerjaan. Namun, itu dikacaukan oleh Kaif. Dia menghilang selama beberapa hari setelah wawancara. Tentu saja tidak ada perusahaan yang menginginkan karyawan seperti dia.


“Kamu bahkan tidak menyerahkan pekerjaanmu dan pergi begitu saja. Menurutmu, tempat seperti apa Pratama Group itu?” ucap Kaif menjepitnya menggunakan alasan serah terima pekerjaan.


Shalunna berpikir sejenak. Yang paling sering dia lakukan adalah melakukan pembersihan. Paling-paling, dia akan membuatkan kopi untuk Kaif dan menjalankan tugas untuk Bayu.


"Nah, kapan saya bisa mengundurkan diri?" tanya Shalunna.


Shalunna tidak ingin berurusan dengan Kaif. Paling buruk, jika dia akan menyerahkannya sebelum pergi.


“Sampai aku puas.” balas Kaif menatapnya.


Setelah Kaif selesai berbicara, Shalunna terdiam.


Apa yang baru saja dia katakan tidak berarti apa-apa. Tampaknya jika dia tidak senang, dia tidak akan bisa meninggalkan Pratama Group.


Namun, karena Kaif tidak memaksanya untuk menggugurkan anaknya, Shalunna tidak peduli lagi.


Dia tidak percaya bahwa Kaif akan menjaganya di sisinya sepanjang waktu. Apakah dia akan membiarkan dirinya mengambil cuti melahirkan dan membayarnya.?


***%***


Hari berikutnya.


Lingkungan tempat tinggalnya berlokasi strategis, yang jauh lebih baik dari pada apartemen kecil dengan satu kamar yang dia sewa sendiri.


Terkadang, dia benar-benar tidak bisa menebak sikap Kaif. Misalnya, dia membiarkannya tinggal di apartemen ini. Dia seharusnya membencinya, tapi dia justru membantunya dengan melakukan itu.


Namun, Shalunna tidak terlalu memikirkannya. Dia menhelus perutnya yang masih rata setelah sarapan di luar. “Mama akan bekerja. kamu harus menjadi anak yang baik dan berhenti main-main.”


Shalunna pun memilih naik bus dan turun tidak jauh dari Pratama Group. Dia yang hendak menggesek kartunya ketika suara datang dari pintu.


"Kamu biarkan aku masuk. Aku kenal bosmu."


“Aku bilang aku mengenalnya. Apakah kamu tidak mengerti apa yang saya katakan? Ketika saya memasuki perusahaan, saya akan berurusan denganmu terlebih dahulu.” teriak seorang wanita.


Wanita itu sangat tidak sopan dan sombong. Shalunna mengerutkan keningnya dan menatap orang yang berbicara keras yang kini sedang berdebat dengan satpam.


Kerutan Shalunna bahkan lebih dalam. Melihat Wanita ini baginya tampak sedikit akrab.


Namun, mengingat dia akan terlambat, jadi Shalunna memilih tidak melihatnya lagi. Dia hanya berpikir dia salah lihat orang.


Alexa yang ada di depan pintu masuk Perusahaan. Seorang gadis yang kini bertengkar dengan beberapa satpam perusahaan Pratama Group. Dia terlihat tidak takut sama sekali.


Dibandingkan dengan citra polosnya sebelumnya, dia sepertinya telah berubah total.

__ADS_1


Pakaian di sekujur tubuhnya adalah merek-merek terkenal yang mahal. Rambutnya yang diwarnai cokelat dan digulung bergelombang besar, yang membuatnya tampak lebih dewasa dan cantik.


Setelah Kaif memberikan uang kepada Alexa terakhir kali, dia merasa bermimpi karena seperti mendapatkan uang dari surga. Dia memercikkan uangnya sebentar, membeli segala macam kemewahan yang sebelumnya tidak berani dia beli. Dan sekarang dengan cepat hanya tersisa setengahnya.


Kecepatan dia menghabiskan uang mengingatkannya pada Kaif. Pikiran yang terlintas di benaknya pun muncul kembali.


Menurutnya Dari pada duduk diam dengan satu juta dolar, lebih baik tetap berpegang pada pria itu. Dia telah melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa pria yang mencarinya hari itu adalah Kaif, pewaris Utama Pratama. Dan wanita di Kota Kartanegara menceburkan diri ke dalam memperebutkan dirinya.


Jika dia bisa menikah dengannya atau menjadi kekasihnya dan memiliki anak, maka dia akan memiliki uang yang tidak ada habisnya di masa depan.


Oleh karena itu, alasan dia berdandan lebih awal dan datang ke sini lebih awal dengan menggunakan taksi adalah untuk mendapatkan pekerjaan di Pratama Group. Dan kemudian dia bisa menjalin ikatan dengan Kaif secara perlahan.


Tapi dia tidak berharap penjaga keamanan memandangnya begitu rendah dan mereka tidak membiarkannya masuk.


Alexa dan satpam berdebat sebentar. Setelah berpikir sejenak, dia mengeluarkan ponselnya. “Kalian tunggu. Ketika Tuan Pratama turun, kalian semua harus minta maaf padaku.” ucap Alexa dengan kekesalannya.


Setelah itu, dia memutar nomor yang diberikan Kaif padanya.


Kaif yang kini sedang menunggu kedatangan Shalunna ketika dia melihat nomor yang tidak dikenalnya tertera di layar ponselnya, dia pun mengerutkan keningnya.


Sangat sedikit orang yang tahu nomor pribadinya.


"Siapa?" gumam Kaif.


Suara dingin pria itu datang dari penerima.


“Ini aku…” kata Alexa dengan suara sedih seolah dia diintimidasi.


Kaif yang bahkan lebih tidak sabar. Dia bertanya lagi, "Siapa kamu?"


Alexa seperti tersambar petir. Dia pikir Kaif terkesan olehnya karena dia begitu lembut padanya hari itu.


Namun, dia bahkan tidak ingat suaranya.


“Saya Alexa. Itu…Itu gadis di Agriya Hotel.” ucap Alexa sedikit takut Kaif akan menutup sambungan teleponnya, jadi dia segera menjelaskannya.


Baru pada saat itulah Kaif ingat siapa dia. Wanita yang pernah tidur dengannya hari itu. Dia memang memberikan nomor teleponnya dan menyuruhnya meneleponnya begitu dia memikirkan apa yang diinginkannya.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya Kaif tanpa basa-basi lagi.


“Saya ingin bekerja di Pratama Group.” pinta Alexa masih takut Kaif akan curiga padanya.


“Sulit sekali mencari pekerjaan sekarang ini. Universitasku kurang terkenal, dan keluarga saya tidak memiliki latar belakang… Tidak ada jalan keluar. Jadi aku memikirkanmu. Apakah itu akan membuatmu kesulitan.?”


...****************...

__ADS_1


__ADS_2