
“Aku hanya salah kamar. Saya yakin. Anda telah melakukan kejahatan ... " ucap Shalunna putus asa.
Perbedaan ukuran tubuh dan kekuatan antara pria dan wanita membuatnya tidak memiliki ruang untuk melawan. Kaif menerkamnya dengan ganas dan tanpa memberinya jeda.
Setelah Hasratnya telah tersalurkan Kaif merasa dirinya merasa tubuhnya begitu lebih baik dari keadaan sebelumnya.
“Sudah terlambat untuk menyesal sekarang ini.” ucap Kaif.
Setelah semuanya lebih tenang, Kaif segera tertidur, lengannya bertumpu pada wanita yang saat ini berada di pelukannya, Kaif dengan cepat tidur dengan nyenyak.
Shalunna yang kini dalam keadaan linglung. Dia yang merasa sangat lelah, bahkan merasa seluruh tubuh dan tulangnya bagaikan remuk tak karuan, kesakitan yang dirasakannya seolah bahwa tubuhnya habus terguling dari atas tebing yang sangat tinggi. Namun, dia masih berpegangan pada tubuhnya yang kelelahan dan kesakitan, Shalunna melepaskan diri dari lengan pria itu, dan berjalan dengan terhuyung-huyung.
Dia tidak bisa tinggal di kamar presiden itu lebih lama lagi. Baginya Pria yang sudah merenggut kehormatannya yang selama ini dirinya jaga dan banggakan begitu sangat gila dan tidak waras. Tentu saja Shalunna mengatakannya gila, Pria itu telah mengambil kehormatannya dengan cara paksa, tetapi Shalunna sendiri bahkan tidak berani melihat siapa pria yang dengan paksa mengambil kehormatannya.
Yang Shalunna tahu hanyalah bahwa di ruangan gelap ini, dia bukan lagi Shalunna yang dulu yang masih Suci.
Shalunna berusaha berlari dengan rasa kesakitan yang tak tertahankan, dia kembali ke kamarnya, dan hal pertama yang dia lakukan adalah berlari ke satu tempat yang ingin dia tuju yaitu kamar mandi, untuk menyalakan air panas, dan terus membasuh tubuhnya karna merasa tubuhnya kotor.
Shalunna mengubah suhu air menjadi sangat tinggi, dan air panas yang mendidih jatuh ke tubuhnya, dengan cepat membakar kulitnya menjadi merah.
Dia menggosok tempat yang disentuh pria itu dengan tangannya. Memikirkan apa yang baru saja terjadi, dia hanya bisa berjongkok dan menangis dengan keras.
“Kenapa ini bisa terjadi...!” teriak Shalunna dengan pilu dibawah air panas Shower yang berjatuhan membasahi tubuhnya, kedua bahu Shalunna bahkan bergetar karna tangisnya.
__ADS_1
Dia seharusnya tidak datang ke tempat itu. Jika dia tidak ada di sana, mungkin Eva akan terus bangga dan menggunakan cara curang itu untuk melawannya, tapi setidaknya dia masih bersih.
Beberapa menit kemudian Setelah mandi yang melelahkan, Shalunna juga merasa lelah karena menangis yang tak ada ujungnya, karna baginya Nasi sudah menjadi bubur, mau menyesal juga percuma.
Dia berjalan dengan terhuyung-huyung saat kembali ke tempat tidurnya. Dengan setiap langkah, bagian pribadi tubuhnya itu akan tetap terasa sakit.
Shalunna yang sangat lelah sehingga dia tidak ingin melakukan apa pun dan tidak ingin mengatakan apa pun, dia hanya ingin tidur di tempat tidur yang sudah dia bayar pada mahasiswi itu.
Keesokan paginya, Shalunna dibangunkan oleh ketukan di pintu.
Alexa, mahasiswi yang berganti pakaian dengannya, memanggilnya dengan suara rendah. Shalunna dengan sekuat tenaga berusaha menyeret tubuhnya yang terasa remuk dan sangat lelah dia pun membuka pintu.
Saat pintu terbuka Alexa kaget melihat keadaannya saat ini.
Rambut Shalunna yang berantakan, seperti tumpukan jerami. Matanya yang indah sekarang terlihat sangat cekung, dan lingkaran hitam dibawah matanya yang tebal terlihat jelas. Seolah-olah dia telah menderita pukulan hebat, perasaan dekadensi dan keputusasaan yang tak terhapuskan mengelilinginya.
Shalunna menggelengkan kepalanya.
“Jika kamu baik baik saja. Kalau begitu Saya akan pergi bekerja. Jadi Di mana pakaianku?” tanya Alexa, menanyakan Seragam kerjanya yang di pinjamkan untuk Shalunna.
Baru saat itulah Shalunna menyadari apa yang telah terjadi. Kemarin, setelan kejadian itu bajunya sudah dirobek oleh pria ganas itu, dan dia kembali hanya dengan mengenakan kemeja pria itu.
“Maaf, aku kehilangan pakaianmu. Aku akan menggantikannya dengan membayarmu kembali." Shalunna berkata dengan nada letih. Sekarang, dia tidak tertarik pada apapun dan hanya ingin tidur yang akan membuatnya lebih baik dan menjauh dari kenyataan yang mengerikan seperti kejadian tadi malam.
__ADS_1
Alexa awalnya sedikit tidak senang, tetapi melihat kondisi Shalunna yang menurutnya sangat mengenaskan, dia takut menyebabkan beberapa masalah mental untuknya jika dirinya berbicara terlalu banyak, jadi dia hanya bisa menahan diri, dia kemudian berkata, “Kalau begitu kamu harus membayarku sedikit lagi karena aku sudah membayar. deposit untuk setelan ini. Kamu benar-benar membuat masalah untukku. ”
Mendengar ucapannya Shalunna pun mengangguk, dia kemudian mengeluarkan semua uang di tasnya, dan menjejalkannya ke tangannya. “Tolong belikan aku satu set pakaian lagi.”
Melihat tumpukan uang yang lebih dari gaji bulanannya.
“Wah...! Ini banyak sekali, kau memberikan ku uang lebih dari harga baju yang kamu rusak, Tapi Baiklah aku akan dengan senenang hati menerimanya dan akan membelikan satu stel baju untukmu.” Ucap Alexa,
Alexa mengangguk puas dan pergi untuk membelikan Shalunna satu stel pakaian.
Setelah kepergian Alexa, Baru saat itulah Shalunna kembali ke tempat tidur. Dia melihat kemeja pria tadi malam yang sudah merenggut kehormatannya secara paksa dan dia pun merobeknya dengan sekuat tenaga seolah dirinya sedang merobek pria sialan itu.
Shalunna berfikir Haruskah dia menelepon polisi.?
Namun, karena mengingat pria itu tinggal di kamar presidensial suit, Shalunna pun mengurungkan niatnya dan dia dengan cepat begitu putus asa karna tidak bisa berbuat apa-apa bahkan untuk meminta tanggung jawabnya saja tidak bisa.
Bahkan orang yang kaya dan memiliki banyak koneksi seperti Direktur Steven hanya bisa tinggal di Kamar VIP, bagaimana mungkin pria yang tinggal di kamar kepresidenan itu memiliki latar belakang yang sederhana.?
Jadi Bagaimana dirinya bisa melawannya.? Melihat statusnya saja sudah membuatnya tak bisa apa-apa.
Memikirkannya, Shalunna dengan sedih menemukan bahwa dia tidak dapat melakukan apa pun. Karena kekuatan Kaif itulah dia bisa tetap bangga di depan Eva di beberapa saat yang lalu.
Hati Shalunna tenggelam saat memikirkan Kaif. Apa yang akan dikatakan pria itu jika dia tahu bahwa dirinya telah kehilangan keperawanannya dengan pria lain? Mungkin, Kaif akan membencinya. Dia benar-benar akan menjadi wanita kotor di mulutnya.
__ADS_1
Memikirkan hal itu Shalunna merasakan rasa pahit yang tak ada ujungnya. Dia menyeka wajahnya dengan punggung tangannya dan berusaha menenangkan dirinya. Dia berkata pada dirinya sediri, "Tidak masalah. Bahkan jika tidak ada hal seperti itu, Kaif tetap tidak memiliki hubungan denganku. Anggap saja bahwa aku seperti sedang digigit anjing. Shalunna, kamu pasti bisa bertahan dengan kehidupan yang seperti neraka ini.”
...****************...