
“Di masa depan, Kakek tidak akan peduli dengan urusan mereka. Kakek yakin kamu bisa menangani mereka dengan baik, Kaif.” ucap Tuan Pratama sambil menggelengkan kepalanya, lalu laki-laki paruh baya itu duduk di kursi yang berada di dekat jendela, dan pandangan matanya melihat ke luar jendela sambil menghela nafas.
"Jangan khawatir kek. Saya tidak akan melakukan apapun pada mereka. Selama mereka berperilaku baik, Kaif tidak akan terlalu mempedulikan mereka.” ucap Kaif yang kini menatap kakeknya dengan sendu, Kaif tau bahwa kakeknya tidak menginginkan keluarganya saling bermusuhan, maka dari itu Kaif mencoba menenangkan Kakeknya agar tidak terlalu mengkhawahirkannya.
Tuan Besar Pratama mendengus, dia berbalik dan menatap Kaif, kemudian dia berkata “Ngomong-ngomong, bahwa Sari, yang melakukan hal semacam itu, biarkan dia keluar dari sini. Demi merawatmu sebelumnya, tidak perlu bersikap keras padanya. ”
Kaif menjanjikan semuanya. Dia tidak akan mempertahankan seorang pelayan yang telah mengkhianatinya.
“Baik kek, Sesuai apa yang pernah Kaif katakan sebelumnya, Siapa yang menghianati keluarga kita, maka mereka harus angkat kaki dari kediaman ini.”
Setelah mengatakan ini, Kaif yang tidak ingin mengganggu Kakeknya lagi, jadi dia memilih untuk meninggalkan ruang kerja dan kembali ke kamarnya.
Namun, dia punya rencana di benaknya untuk berurusan dengan Paman Kedua. Pertama, dia harus pergi ke luar negeri untuk mendapatkan kembali saham Pratama Group di luar negeri. Seharusnya, dia membutuhkan setidaknya satu bulan untuk pergi ke luar negeri kali ini untuk mengurusnya.
Memikirkan hal ini, pria itu mau tidak mau memikirkan apa yang terjadi ketika dia berada di luar negeri. Dia tidak bisa membantunya tetapi dia ingin melihat Shalunna. Setidaknya, dia harus mengatakan sesuatu padanya.
Hari ini adalah hari libur. Shalunna seharusnya ada di sana.
Memikirkannya, Kaif memiliki perasaan yang rumit. Kemarin malam, dia tidur dengan wanita lain yang tak dikenalnya. Meskipun dia didorong oleh obat bius, dia merasa bersalah.
Meskipun pernikahan mereka sangat tidak istimewa, dan Shalunna tidak berhak ikut campur dengan apa yang dirinya lakukan, Namun tetap saja Kaif merasa bersalah.
Memikirkannya, Kaif yang kini sedang berdiri dengan perasaan ragu sejenak di depan pintu. Dia menarik nafas dan membuangnya secara perlahan Dan kemudian dia mendorong pintu lalu kaki jenjangnya perlahan melangkah masuk kekamar pribadinya, tetapi yang mengejutkan dirinya, dia tidak mendapatkan ada seorang pun di ruangan itu.
“Shalunna tidak ada di sini.? Dimana wanita itu.” batin Kaif sambil matanya menulusuri setiap sudut ruangan.
Kaif pun memutuskan keluar dan bertanya kepada salah satu seorang pelayan di kediamannya.
“Rasti Apa kau tahu dimana Shalunna berada.?” tanya Kaif pada pelayannya.
“Maaf tuan muda, sejak kepergiannya kemarin, semalam sepertinya Nona Shalunna tidak pulang sampai sekarang, karna sejak tadi saya tidak melihatnya.” jawab Rasti apa adanya, dia yang tadi sedang membereskan meja makan, setelah memberitahu pada Kaif dia pun melanjutkan pekerjaannya setelah mendapatkan anggukan pada Kaif.
Mendengar penjelasan pelayannya, Kaif yang tahu Shalunna tidak ada di sini tadi malam, dan saat dia pulang pagi ini. wanita itu tidak sarapan, dan sekarang wanita itu seharusnya masih tinggal di kamarnya, tidak tahu apa yang sedang wanita itu lakukan.
Kaif yang merasa tidak beres dengan Shalunna pun dia mengerutkan keningnya dan kembali melangkahkan kakinya kekamar pribadinya.
Saat Dia melihat lagi Sekitar kamar mencari keberadaan Shalunna dan menemukan bahwa lampu kamar mandi menyala, tetapi tidak ada suara air. Kamar mandi Itu sangat sunyi, sepinya itu membuat Kaif merasa sangat aneh.
Selain itu, saat dia melihat ke pintu. Tidak ada uap di dalamnya dan terlihatSeth\= Rafkha Fatan bersih.
__ADS_1
Hal ini menimbulkan kecurigaan Kaif. Dia pun mengetuk pintu kamar mandi itu sambil memanggil dan bertanya.
“Shalunna, Shalunna.? Apakah kamu di sana?”
Namun Tidak ada jawaban, kecuali kesunyian yang mematikan.
Perasaan aneh di hati Kaif menjadi semakin kuat. Pada saat ini, dia tidak terlalu peduli dan langsung menendang pintu.
Pintu kamar mandi ditendang terbuka oleh Kaif.
Mendengar suara keras benturan pintu yang terbuka dengan keras itu, Shalunna yang tadi tertidur di dalam bak mandi itu pun tiba-tiba terbangun. Air di bak mandi sudah dingin. Dia baru saja tertidur.
Saat pertama kali sampai di rumah, dia hanya merasakan bau pria itu di kulitnya, seolah akan menyerang seluruh tubuhnya, jadi dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Tak disangka, dia tertidur di dalam bak mandi karena terlalu lelah.
Kaif yang kini masuk, tak percaya apa yang dia lihat, "Shalunna, kamu ..."
Kata-kata pria itu tiba-tiba berhenti di tengah-tengah. Matanya tertuju pada tubuh wanita itu tanpa penutup sehelai benang pun dan menemukan kulitnya yang putih penuh dengan tanda merah dan banyak tempat yang memar. Jelas, bahwa wanita dihadapannya ini telah melalui hubungan badan yang sangat sengit.
Kaif tiba-tiba merasa dirinya adalah orang bodoh yang baru saja merasa bersalah. Dia tidak di rumah hanya satu malam, dan Shalunna berani pergi dengan pria lain dan pulang dengan semua tanda di tubuhnya.
Apakah Shalunna pikir dirinya sudah mati.? “Shalunna… sungguh kau wanita yang penuh nafsu.! kamu tidak sabar untuk menemukan seorang pria untuk memuaskan dirimu selama saya tidak di rumah hanya untuk satu malam.?” ucap Kaif dengan dingin.
Melihat Shalunna ingin mengenakan pakaian untuk menutupi tubuhnya, Kaif hanya merasa kesal dan dia menjadi lebih marah.
Dia menarik Shalunna yang masih belum sempat memakai jubahnya dengan baik, namun sudah di seret Kaif keluar dari kamar mandi dan menekannya ke cermin.
“Aku buta untuk berpikir bahwa kamu mungkin bukan wanita jahat, tapi sekarang sepertinya pria mana pun dengan sedikit uang bisa berhubungan badan denganmu, kan.? Lalu mengapa kamu berpura-pura suci di depanku.? Apakah kamu mencoba menipu saya, atau kamu ingin mendapatkan harga yang fantastis sebelum tidur dengan saya.?” ucap sarkas Kaif membuat mata Shalunna seketika merah menahan tangis karna penghinaan dari mulut Kaif yang mampu membuatnya benar-benar terhina.
"Kaif, lepaskan aku.!" pinta Shaunna dengan nanar. Shalunna kini hanya merasakan kulit kepalanya sakit karena tarikannya, tetapi rasa sakitnya jauh lebih sedikit dari pada rasa sakit di hatinya.
Dia dipaksa dan dia tidak ingin berhubungan badan dengan pria itu. Namun Mengapa Kaif mempermalukannya seperti ini.?
“Melepaskan kamu.? Jadi kamu bisa terus tidur dengan kekasihmu dan berselingkuh dariku.?”
Kaif menyaksikan Shalunna yang berusaha berjuang terlepas darinya. Dia menjadi lebih marah ketika dia menemukan perlawanan darinya.
Hari-hari ini, Kaif mengira dirinya telah memperlakukan Shalunna dengan baik, tetapi apa yang dia lakukan sebagai balasannya.?
__ADS_1
Wanita itu mengkhianatinya.!
Kaif yang belum pernah mengalami pengkhianatan terang-terangan seperti ini sebelumnya, dia hanya ingin menghancurkan wanita sialan ini saat ini juga.
"Tidak, tidak... aku dipaksa olehnya." ucap Shaluna menjelaskan pada Kaif, Shalunna melihat dirinya di cermin dan tidak bisa menahan air matanya.
Kaif melepaskan tangannya saat mendengar ini. Saat ini, Ponsel milik Shalunna tiba-tiba berdering. Pria itu langsung mengambilnya dan menekan tombol jawab. "Mari kita lihat apakah kekasih yang tidur denganmu tadi malam meneleponmu.?"
Namun Suara Eva datang dari penerima. “Bagaimana, kakakku? Apakah kamu bersenang-senang dengan Direktur Steven tadi malam?”
Eva memikirkan apa yang terjadi pada Shalunna begitu dia membuka matanya, jadi dia menelepon untuk membuatnya kesal.
Dia ingin melihat apakah Kaif akan melindunginya setelah dia tidur dengan Direktur Steven dan kehilangan keperawanannya.
"Apa yang sedang kamu bicarakan.?" Wajah Kaif menjadi semakin cemberut dan dia mengepalkan posel milik Shalunna dengan erat.
“Kakakku juga ingin menjadi seorang bintang, jadi aku, sebagai adiknya, secara kesepakatan menciptakan kesempatan untuknya.” ucap Eva dikejutkan oleh suara berat pria di seberangnya. Setelah memikirkannya, dia memutuskan untuk terus menabur perselisihan.
Selama ini Kaif benar-benar muak dengan Shalunna, tidak ada yang akan mengganggunya jika dia menyiksa Shalunna.
Kaif langsung menutup sambungan telepon.
Pria itu tidak bisa menahan amarahnya dan melemparkan ponsel ke arah Shalunna yang tidak bisa mengelak dan mengenai dahinya. Jejak darah mengalir di dahi dan wajah pucatnya, tetapi dia tidak merasakan rasa sakitnya.
"Ini yang kamu sebut 'dipaksa'?, iya?!" teriak Kaif menggelegar di setiap sudut ruangan, Kaif merasa keragu-raguannya untuk penjelasannya barusan adalah sindiran.
Dia benar-benar meremehkan Shalunna yang kemampuan aktingnya mungkin jauh lebih baik dari saudara perempuannya, yang merupakan seorang aktris.
Kaif benar-benar terpesona oleh keluhan dan kepolosannya yang dia pura-pura tunjukkan. Dia tenggelam dalam pemikiran bahwa Shalunna tidak seburuk yang dia kira. Dia bahkan lupa bahwa wanita inilah yang menyebabkan dirinya berbaring di tempat tidur seperti sampah selama tiga tahun.!
“Tidak, saya ingin merekam video Eva dan Sutradara Steven pada hari itu, tetapi dia mengetahuinya dan saya…”
Suara Shalunna menjadi semakin rendah saat dia berkata, karena dia melihat senyum dingin dan kejam di wajah Kaif. pria dihadapannya itu tidak percaya padanya. Dia tidak akan pernah mempercayainya lagi.
"Shalunna, apakah menurutmu kamu akan percaya cerita-cerita yang kamu buat ini jika kamu jadi aku?" tanya Kaif, dia berdiri dan mengangkat dagunya dengan ujung sepatunya, dan memandangnya dengan jijik.
Pandangan Shalunna pun menjadi kosong. Ya, hal-hal ini terdengar tidak masuk akal seperti fantasi. Bahkan jika hal-hal ini benar, siapa yang akan mempercayainya.?
Bahkan dia sendiri tidak percaya bahwa apa yang terjadi kemarin itu nyata.
__ADS_1
Kaif menatapnya dengan dingin, kemudian dia berkata. "Shalunna, kamu benar-benar membuatku muak."
...****************...