
Shalunna membeku di tempat. Dia melihat kalimat itu seolah-olah dia telah melihat sesuatu yang mengerikan.
Tidak ada orang lain yang tahu tentang itu kecuali Arcano dan pria yang ada di sana malam itu.
Jadi, apakah pria itu mengirim pesan ini?
Tubuh Shalunna gemetar memikirkan apa yang telah terjadi di ruangan gelap itu. Semua darahnya sepertinya mengalir deras ke otaknya, membuatnya mustahil untuk berpikir jernih.
“Apa yang akan dia lakukan?” gumam Shalunna dalam hati.
Telepon tidak berdering lagi, tetapi Shalunna melihatnya seolah-olah dia melihat bom waktu.
Haruskah dia pergi dan melihat pria itu dan mengeluarkan semua unek-unek yang ada di pikirannya, atau ... haruskah dia berpura-pura tidak melihat pesan itu? Pikiran Shalunna kini berantakan.
Tidak Lama kemudian, saat Shalunna merasa kepalanya akan meledak karena kesialan yang tiba-tiba ini, pesan teks lain datang diponselnya.
“Meja di sudut paling kiri kedai kopi di lantai bawah perusahaan Anda. Datang sendiri. Aku akan menunggumu setelah pulang kerja.”
Shalunna membaca pesan darinya dengan sangat terkejut. Pria ini tidak hanya mengetahui nomor teleponnya tetapi juga tahu di mana dia bekerja. Hari-hari ini, di mana tepatnya pria ini? Apakah dia diam-diam mengawasinya? Itulah yang saat ini menjadi pertanyaan di dalam isi kepala Shalunna.
Hal itu membuat Shalunna bergidik. Perasaan diamati oleh seseorang dalam kegelapan membuat Shalunna menjadi gemetar ketakutan.
Setelah mengirim SMS, Alexa di dorong masuk kedalam mobil.
"Tuan Hernando, bisakah kamu membiarkanku pergi sekarang.?” pinta Alexa memohon di bebaskan dari jeratan Hernando.
Begitu dia keluar dari rumah sakit hari itu, dia diculik oleh sekelompok orang-orang ini. Setelah berbicara dengan mereka, dia tahu bahwa mereka memiliki dendam terhadap Kaif. Karena Alexa pernah membual bahwa dia adalah wanitanya Kaif di luar sana, jadi dia menjadi sasaran mereka.
Alexa hampir digunakan oleh mereka untuk mengancam Kaif, tapi dia yang cerdik. Dia tiba-tiba memikirkan Shalunna dan mengakui bahwa Shalunna sedang mengandung anak milik Kaif. Dengan cara ini, dia bisa menyelamatkan dirinya sendiri.
"Tunggu sampai kita mendapatkannya."ucap Tuan Hernando.
Sesuai rencana untuk menjebak Shalunna mereka pun membawa Alexa ke kedai coffe dekat perusahaan milik Kaif, Setelah sampai Tuan Hernando dan pengawalnya akan mengamati Alexa dari kejauhan, melihat dan menunggu kedatangan Shalunna.
Alexa pun masuk ke kedai kopi dengan enggan dan duduk di kursi meja sudut paling kiri sesuai yang ia janjikan pada Shalunna, disana Alexa menunggu Shalunna datang.
**********
Sedangkan Shalunna yang baru saja mendapatkan pesan yang ternyata dari Alexa namun Shalunna masih belum tahu bahwa itu Alexa yang mengirim peasan, Dia pun merasa ragu-ragu untuk waktu yang lama di perusahaan. Melihat waktu hampir habis, dia mengertakkan gigi dan memutuskan untuk pergi.
Jika dia melewatkan kesempatan ini, siapa yang tahu apa yang akan dilakukan pria itu di masa depan?
__ADS_1
Namun, Shalunna juga khawatir orang ini akan membuat rencana jahat untuknya, jadi dia mencari seorang rekan untuk menemaninya.
Mengingat fakta bahwa orang itu memintanya pergi sendiri, Shalunna meminta rekannya untuk menunggu di luar. Jika dia tidak keluar, seseorang bisa memanggil polisi.
Ketika dia sudah siap, Shalunna berjalan menuruni tangga dan melihat nomor di lift semakin kecil. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Pada akhirnya, hal itu hampir membuatnya terengah-engah.
"Aku akan pergi, ingat jika aku tidak keluar tolong aku." ucap Shalunna tersenyum pada rekannya, dijawab anggukan olehnya dan Shalunna pun berjalan ke kedai kopi.
Menurut pesan teks tersebut, Shalunna melihat sekeliling dan menemukan sudut paling kiri kedai kopi. Itu hampir merupakan titik buta.
Hanya dengan duduk dia bisa melihat siapa orang itu.
Shalunna pun menarik napas dalam-dalam dan berjalan mendekatinya. Ketika dia melihat orang yang duduk di sana, dia tertegun.
Alexa yang duduk di kursi, yang sedang mengutak-atik sendok kopi. Dia terlihat Seperti sedang menunggu seseorang.
"Alexa, kenapa kamu di sini?" tanya Shalunna sedikit terkejut.
"Apa, kamu terkejut?"
Alexa tidak menjawab pertanyaan Shalunna, dia justru malah balik bertanya dengan wajah tak ramahnya.
Alexa pun tersenyum kecut. Dia kemudian bertanya lagi "Apakah kamu belum menebaknya?"
Agriya Hotel, pakaian Alexa dan identitas yang mereka tukar malam itu.
"Apakah Pria itu pergi mencarimu.?" tanya Shalunna segera memahami sesuatu.
Dia sangat panik pada hari itu. Pakaiannya robek oleh orang itu, dan dia lupa mengembalikannya. Jadi, ketika orang itu melihat apa yang ditinggalkannya, dia pasti salah paham tentang identitasnya.
"Siapa pria itu.? Siapa orang itu sebenarnya.?” Shalunna terus mencecar beberapa pertanyaan untuk Alexa dengan raut wajah tak bersahabat, Namun Alexa tidak menjawab pertanyaannya, tapi Shalunna sudah memiliki jawaban di benaknya bahwa pria yang mengambil kehormatannya adalah Kaif, suaminya sendiri.
Pada perjamuan Pratama hari itu, dia juga ada di Agriya Hotel karena dia adalah tuan rumahnya. Dengan statusnya, dia pasti akan tinggal di kamar presidensial suit. Dan… Ini juga menjelaskan mengapa Kaif tiba-tiba membuat keputusan yang tidak biasa untuk membawa Alexa bekerja di Perusahaan Pratama Group.
Itu karena dia salah mengira identitasnya sebagai orang lain dan mengira wanita yang ditidurinya adalah Alexa. Jadi, dia ingin menebusnya.
Kebenaran tiba-tiba terungkap di depan matanya, dan Shalunna sedikit terkejut. Tepat ketika dia membuka bibirnya dan ingin menanyakan sesuatu yang lain, sebuah tangan terulur dari belakang dan tiba-tiba menutup mulut dan hidungnya.
Tak lama kemudian, pusing melanda otaknya. Sebelum Shalunna pingsan, hal terakhir yang dilihatnya adalah senyum puas Alexa.
******
__ADS_1
Di perusahaan Pratama Group, Kaif yang baru saja kembali ke perusahaan ketika dia melihat seseorang berjalan dengan cemas di pintu masuk lantai atas.
Tidak lain adalah rekan kerja yang baru saja setuju untuk membantu Shalunna untuk menjaganya di luar kedai kopi. Namun, tidak lama setelah Shalunna masuk, dia menerima pesan bahwa ada rencana mendesak untuk diserahkan.
Dia pikir tidak apa-apa baginya untuk pergi sebentar. Dia tidak menyangka ketika dia kembali lagi, Shalunna menghilang. Setelah bertanya-tanya, tidak ada yang melihatnya.
"Apa ada masalah.?" tanya Kaif pada karyawan tersebut.
"Pratama, maaf.... Maksud saya Tuan Pratama, saya mencari Nona Shalunna."
Mendengar jawabannya Kaif mengerutkan kening. Dia kemudian bertanya, "Kenapa kamu tidak meneleponnya?"
“Saya sudah mencoba menghubungi nomor teleponnya Namun Tidak ada yang menjawab teleponnya.” jawab karyawan tersebut.
“Apakah... dia dalam bahaya.?” gumam Rekan Shalunna itu dengan nada lirih namun masih terdengar oleh Kaif. Dia merasa sangat gelisah. Jika sesuatu terjadi pada Shalunna karena dirinya, dia tidak dapat memikul tanggung jawab.
Mendengar ucapan Karyawannya itu, Kaif seketika terdiam Suasana di sekitar Kaif menjadi jauh lebih sunyi. Dia mengeluarkan ponselnya dan mencoba menelepon nomor ponsel Shalunna, tetapi tidak ada yang jawaban.
Shalunna seharusnya jam-jam sekarang masih bekerja di perusahaan.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Kaif, dia tiba-tiba punya firasat bahwa orang di depannya ini mungkin tahu sesuatu.
Ditatap oleh mata tajam Bosnya itu, rekan Shalunna tidak berani bersembunyi lagi dan menceritakan keseluruhan cerita kejadian yang sebenarnya.
“Sialan, kamu menjanjikan sesuatu pada seseorang. Bagaimana kamu bisa mengatakan itu tanpa melakukannya dengan baik.?” Bentak Kaif dengan ekspresi sangat marah.
Kaif pun pergi terburu-buru setelah mendengar apa yang dikatakan rekannya.
Pasti ada alasan mengapa Shalunna mengatakan itu. Dia berlari ke bawah dan melihat sekeliling kedai kopi. Dia tidak melihat Shalunna. Kemudian, dia bertanya kepada para pelayan, tetapi mereka tidak tahu.
Mata gelap pria itu kini berubah menjadi dingin dan memperlihatkan kemarahannya yang begitu menyeramkan. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang terjadi pada Shalunna sekarang? itulah yang hanya ada di dalam benak Kaif.
Kemudian, Kaif pun menelepon Bayu, Asistennya untuk menyiapkan mobilnya. Setelah menunggu beberapa menit mobilnya yang di kendarai Bayupun datang, Kaif pun langsung masuk ke dalam mobil dan memintanya untuk mencari tahu di mana Shalunna berada dan siapa yang dia hubungi sebelum dia menghilang.
Bayu yang dengan tiba-tiba mendapatkan tugas sulit itu menjadi sangat gugup karena nada serius Kaif dan dia tidak berani mengabaikannya. Dia dengan cepat menemukan nomor yang dihubungi Shalunna dan itu membuatnya merasa sedikit akrab.
Apakah nomor telepon ini milik bos perusahaan real estate yang dibeli Pratama Group beberapa waktu lalu.?
Perusahaan tersebut tidak dikelola dengan baik dan tidak dapat bersaing dengan divisi real estate Pratama Group. Sekarang menjadi bangkrut. Saat itu, Kaif menyukai sebidang tanah yang dibeli perusahaan dan dia memperolehnya.
Bos yang selama ini selalu menganggap Kaif sebagai musuh yang menyebabkan kebangkrutannya, membuat banyak panggilan telepon yang mengganggu.
__ADS_1
"Bos, saya curiga Nona Novalendra diculik!"
...****************...