Bangkit Dari Trauma Untuk Menemukan Cinta

Bangkit Dari Trauma Untuk Menemukan Cinta
Bab 21. Jawaban


__ADS_3

oke guys yang penasaran jawaban dila di bab ini kalian akan tau. . . and jangan lupa like dan votenya. . .


"hehehee dia nembak gua wik ta, dia nyatain perasaanya kegua" kataku dengan antusiasnya


"trus udah lo terima belom" kata okta sama prtw


* * * * * * * * * * * * * * * * * * *


"belum" kataki cemberut


"kenapa belom" kata prtw


"kaliankan tau kalo gua menjalin hubungan gua mau yang serius" kataku


"trus lo takut gitu" kata okta


"iya, lo tau sendiri dia itu suka becanda ntar gua di maini doang " kataku


"iya si tapi kalo ngak di coba gak akan tau" kata prtw


"trus hati lo gimana" kata okta


"hati gua bilangnya iya tapi fikiran gua masih ragu, gua bingung" kataku


"lo suka gak sama rendi" kata prtw


"gak tau gua" kataku


"gini, lo nyaman gak deket dia" kata prtw


"nyaman" kataku


"reaksilo gimana kalo rendi deket sama cewek laen" kata prtw


"marah gak suka liatnya" kataku


"klo deket rendi deg degankan gak lo" kata okta


"deg degan" kataku


"fixs lo suka sama rendi" kata prtw


"tapi gimana gua takut" kataku


"ikuti kata hati lo karna lo yang ngejalani bukan kita" kata prtw


kamipun ngobrol hingga jam pelajaran di mulai setelah 2jam, bel istirahatpun berbunyi semua siswa keluar kelas menuju kantin untuk mengisi perut mereka tak terkecuali dila squad, mereka menuju ke kantin dan di jalan tiba tiba okta terjatuh karna kakinya di hadang. . .


"lo sengaja" kataku mendorong mustika dengan emosi


" iya emang kenapa" kata mustika


"lo ada masalah apa ke kita" prtw


"gua gak suka sama kalian" kata mustika


"emang kenapa kita" kataku


"kalian sok cantik dan populer di sekolahan ini terutama lo karna ngerebut rendi dari gua" kata mustika


"eit dah bambang kalian bebala aje gak liat temen masih jatoh juga" kata okta


"hehe iya maaf sini sini" kataku bantu okta berdiri


" pantesan kagak keliatan lo dari tadi rupanya masih di bawah" kata prtw senyum


"malah ngobrol eh kita lagi berantem ini" kata okta


"oh iya, untuk lo mustika ratu" kataku


"eh kok kayak merek kosmetik" kata okta

__ADS_1


"emang mukanya tebel kosmetik" kata prtw sambil ketawa


"bener hahahah, kalo rendi suka sama lo ambil gak usah kayak gini tapi kalo lo udah di tolak menta menta tapi lo masih ngejer itu sama aja lo ngerendahi harga diri lo sendiri" kataku ketus


"apa lo bilang" kata mustika


ppplllaaakkkk. . mustikapun nampar pipi gua, ngilu guys di tampar bayangin pipi gua ada tandanya. . .


"wah segini aja kemampuan lo" kataku smbil ngusap pipi gua


"mau lagi" kata mustika melayangkan tangannya mau nampar gua. . dan gua tangkis, gua plitir tangannya kebelakang. . .


"gak usah cari gara gara sama gua, gua diem bukan berarti gua takut sama lo gua bisa ngabisi lo dengan tangan gua, lo gak tau matahin tangan lo hal yang mudah buat gua" kataku serius dan mendorong badan mustika


wajah mustikapun berubah menjadi pucet. .


"dan satu lagi jangan lo libati temen temen gua, kalo lo ada urusan sama gua langsung ke gua" kataku dan kamu berlalu pergi menuju kantin. . .


sesampainya di kantin. . . kami memesan makanan dan menuju ke meja kosong yang berada di kantin. . .


"lo bilang apa tadi ke mustika sampe mukanya berubah pucet" kata okta


"bener sampe kayak ngeri gitu" kata prtw


"ngak gua apa apain" kataku


"idih boong banget lo" kata okta


"nggak gua cuman bilang kalo ada urusan sama gua langsung ke gua jangan melibatkan temen temen gua" kataku


"eh kok sampe pucet pasti lo ancem" kata prtw


"gua cuman bilang untuk matahin tangan lo hal yang mudah bagi gua" kataku


"wedeh serem bener lo mau matahin tangan anak orang" kata okta


"ya gimana gua gak mau temen gua yang gak salah malah jadi sasaran" kataku


"somay apaan makanan" kata prtw


"heheheh soswet maksudnya" kata okta


"hem ta ta otak tarok di dengkul model kayak lo gini ni" kataku


"hehehehe cus makan lavar gua" kata okta


kamipun makan dengan hikmat tiba tiba ada yang nepuk bahu gua, dan keselnya gua keselek **** sakit banget tenggorokan pas gua toleh ternyata. .


"eh ni minum sory sory" kata rendi cengengesan


"lu mau buat gua koid(metong)" kataku sambil minum


"idih sekate kate gua gak sengaja, kan lo belom jawab gua yakali mau koid" kata rendi


"trus kalo udah di jawab trus gua koid gak papa gitu" kataku


"ngak gitu juga kali, yaudah lanjut makan gua tungguin udah makan nanti ikut gua ya" kata rendi


"mau kemana" kataku


"yang semalem" kata rendi sambil senyum


guapun menghabiskan makan setelah habis gua pergi di ajak rendi. . .


"eit bangke bayar dulu ni makan langsung pergi aja" kata prtw


"heheh lupa, ren bayari" kataku


"what gua" kata rendi


"gak mau yaudh gak jadi" kataku

__ADS_1


"iya iya ini" kata rendi memberi uang ke prtw


"ini kita bayarin juga napa" kata okta


"ntar belom resmi"kata rendi


"idih pelit lo" kata okta


"bodok" kata rendi


"gua cabut dulu guys tunggu gua di kelas ya" kataku pergi sambil melambai ke okta dan prtw


Rendipun ngajak gua ke tamam belakang dan duduk di bangku sambil berhadapan. .


"gimana yang semalem" kata rendi


"semalam emang kenapa" kataku pura pura lupa


"lo gak amnesia kan" kata rensi


"apaan ngoming amnesia segala" kataku


"yaudah gua ulang deh, Nadila Wijaya maugak jadi pacar gua" kata rendi dengan serius


"idih gak romantis banget si" kataku


rendipun pergi. . . .


"yah kok pergi, padahal gua mau jawab mau " kataku dalam hati


dan rendipun datang lagi sambil membawa bunga. . . dan berlutut di depan gua


"ok gua ulangi lagi, Nadira Wijaya maukah lo jadi pacar gua" kata rendi


"hem (guapun ekpresi lagi mikir mikir dulu, biar dia deg degan gitu) lo inget dengan prinsio gua" kataku


"iya gua tau gua akan berusaha jaga kepercayaan lo" kata rendi


"hem oke" kataku dengan malu malu


"apaan gua gak denger" kata rendi


"iya gua mau jadi pacar lo" kataku malu malu


"maksih sudah percaya sama gua" kata rendi memegang tangan gua dengan senang


"mulai hari ini kita pacaran oke" sambung rendi


"hem iya, eh lu dapet bunga dari mana" kataku


"hehehehe gua metik di depan kelas tadi" kata rendi


"idih lo gak modal banget bunga kok boleh nyolong" kataku


"hehehh yaudah kita kekelas yok gua anter" kata rendi


"iya" kataku


kamipun pergi menuju kelas . .


di lain tempat ternyata ada yang mendenger percakapan kami, yaiti debi temen satu gangnya mustika. . .


"gua harus kasih tau mustika soal ini" kata debi lalu pergi ke kelas menemui mustika


rendipun nganter gua dulu dan sepanjang jalan kita cerita cerita tentang jalan jalan kemaren sangking serunya sampai tak terasa sudah sampi di kelas gua. .


"gua ke kelas dulu ntar pulang hati hati kalo udah sampe rumah ntar gua chet" kata rendi


"oke lo juga hati hati" kataku


*seeyounextbabguys. . .

__ADS_1


__ADS_2