
Aku mendapat panggilan dari raja.. Sang raja memerintahkan aku datang ke istana sebelum 3 hari... Akupun terpaksa membawa 4 pengawal peribadiku dan menyuruh penasihatku untuk memerintah wilayah utara ini sementara aku tiada... Aku pun bergerak dari wilayah utara pergi ke wilayah kerajaan..
Ketika kami sedang bergerak... Tiba-tiba, kami melihat ada beberapa orang yang sedang diserang oleh bandit... Aku memerintahkan pengawalku untuk menyelamatkan mereka... Lalu para pengawalku maju kedepan untuk melawan para bandit..
info: Nama Pengawal peribadi Khairul (Pasukan Setia Syah)
•Riduan (Kapten)
__ADS_1
•Ali (Wakil kapten)
•Sarah (Anggota)
•Isabel (Anggota)
Kapten pengawal peribadiku, Riduan memimpin pasukannya dengan baik dan berhasil melawan semua bandit... Sang pemimpin bandit yang mempunyai tubuh yang besar mulai merasa terancam dan melirik ke arahku.. Sang pemimpin bandit dengan cepat menuju ke arahku dan mencuba menyanderaku.. Pasukanku terkejut dan menjerit "Tuanku!"... Tetapi seperti yang diketahui.. Aku ini bekas Kesatria...
__ADS_1
Tetapi sebelum pedang itu mengarah kearah aku... Riduan dengan cepat menahan serangan tersebut dan berkata "jangan risau tuanku, biar aku yang menghadapi dia!".. Apakah dia anggap aku lemah?... Lalu Riduan bertarung dengan pemimpin bandit itu dengan hebat... Aku cukup kagum dengan kemampuan berpedangnya riduan.. Tetapi aku dapat melihat kalau sang pemimpin bandit masih mampu melawan... Lalu tiba-tiba sang pemimpin bandit mengeluarkan sebuah jarum yang beracun dan melempar jarum tersebut kearah kakinya Riduan...
Tiba-tiba, Riduan kehilangan keseimbangan tubuhnya, dan dengan cepat sang pemimpin bandit meninju wajah Riduan dengan cepat dan kuat sambil berkata "dalam pertarungan ada pelbagai cara untuk menang!" dan Riduan tersungkur ke tanah dan berkata "racun apa ini, kepalaku pusing!" lalu sang pemimpin bandit berkata "itu ialah racun yang dapat membuat seseorang tewas jika tidak diobati sebelum 10 minit" lalu sang pemimpin bandit mengangkat senjatanya dan mencuba membunuh Riduan, sedangkan anggota yang lain masih kesusahan menghadapi bandit yang lain... Disebabkan yang lain dalam kesusahan... Aku dengan cepat bergerak kearah belakang pemimpin bandit tanpa mengeluarkan aura... Sang pemimpin bandit kelihatan tidak sedar bahawa aku berada di belakang dia.. Dia terus mengayunkan pedangnya kearah Riduan... Lalu aku dengan cepat menangkap tangannya pemimpin bandit...
Dan langsung mematahkannya sehingga ia menjerit kesakitan.. Lalu dia berkata "siapa kau, bagaimana kau dengan mudahnya dapat mematahkan tanganku dengan mudah?" lalu aku menjawab "aku ialah Baron Khairul Syah" lalu sang pemimpin bandit berkata "kau ialah Baron Khairul Syah, seorang bekas Kesatria yang yang berjaya melawan 1,000+ pasukan musuh seorang diri!" lalu aku pun tersenyum dan langsung meninju perutnya dengan kuat dan cepat... Dia langsung pingsan hanya dengan sekali tinjuanku... aku langsung menjerit "wahai para bandit, jika kau tidak ingin mati, lebih baik menyerah dan jatuhkan senjata kamu segera!" para bandit langsung menyerah...
Lalu Riduan berkata "Tuanku, kau sangat hebat, eh..." Riduan kelihatan sangat kesakitan dengan racunnya.. Lalu seorang gadis keluar dari kereta yang diserang bandit tersebut... Sang wanita berkata "Tuan, teman tuan terlihat keracunan, izinkan saya menyembuhkannya!" lalu aku berkata "bagaimana kau boleh menyembuhkannya?"..
__ADS_1
Tiba-tiba gadis itu berkata "wahai penawar yang sihat, berikan aku kekuatanmu untuk menghapus kutukan dan racun kepada orang yang malang" lalu dia berkata "Healing!" lalu tiba-tiba Riduan menjadi pulih dengan segera.. Racunnya menghilang dengan sekejap.. Lalu aku terpukau dengan kemampuan gadis tersebut.. Lalu sang gadis berkata "Izinkan ku perkenalkan diri, namaku ialah Putri Aina, puteri pertama Viscount Amir dan Viscountess Alina"... Lalu aku menjawab "namaku Khairul, Baron di wilayah utara, bekas Kesatria kerajaan"...
Lalu sang putri berkata "jadi tuan ialah Baron muda yang ayah dan ibu katakan!" lalu aku berkata "kamu tiada disana?" dia menjawab "Ketika itu, Aina masih di akademi!" lalu aku bertanya "kamu ingin kemana putri Aina?" lalu sang putri Aina berkata "Ayah dan ibu sedang ada urusan di wilayah utara, jadi saya dihantar sebagai perwakilan ayah dan ibuku" lalu aku bersama putri Aina pergi istana kerajaan bersama-sama...