
Kisah dimulai setelah Rama bermimpi bertemu dengan Tia, awalnya Tia tidak mau mengaku bahwa dirinya merupakan sosok dari dunia lain. Rama yang saat itu tidur di sofa ruang tamu, tanpa disengaja ia di bangunkan oleh ayahnya dan menyuruh pindah kedalam kamar.
Sesampainya di kamar, Rama kembali melanjutkan tidurnya, dan bermimpi yang sama, dalam mimpi itu ia bertemu dengan Tia, namun anehnya, saat Rama melihat ke arah kaki, Tia tidak menelapakkan kakinya ke tanah, melainkan melayang.
Namun, dari kejadian ini Rama masih menganggap ini hanyalah hal biasa, mungkin hanya berhalusinasi.
"Apa mungkin ada orang yang bisa melayang, mungkin aku hanya berhalusinasi saja" ucap Rama.
Saat menyentuh tangan wanita itu, Rama merasa aneh, tiba tiba saja wanita itu tertawa kencang, hingga Rama menutupi telinganya.
"Wahahahaha hahahaha hahahaha" tawa dari Tia (Sosok wanita dari dunia lain).
"Kenapa kamu tertawa, siapa kamu, aku belum mengenalmu" tanya Rama kepadanya.
"Namaku Tia dan aku berasal dari dunia lain" jawab Tia.
"Apa maksudmu, aku masih belum mengerti" tanya Rama.
"Suatu saat kamu pasti mengerti apa yang aku katakan" jawab Tia.
"Namaku Rama" ucap Rama sambil menyodorkan tangannya.
"Iya aku sudah tahu kalau namamu Rama" jawab Cewek itu.
"Darimana kamu tahu, aku saja baru oertama kali bertemu denganmu" ucap Rama terheran heran.
__ADS_1
"Aku hidup sebelum kamu dilahirkan, maka dari itu aku tahu semua apa yang akan terjadi kedepannya" jawab cewek itu.
"Seperti peramal saja kau ini, padahal hanya orang biasa" Rama masih tidak percaya jika Tia sudah hidup sebelum ia di lahirkan.
"Jika tidak oercaya tidak apa apa, suatu saat kamu akan tahu sendiri siapa aku sebenarnya" ucap Tia meyakinkan Rama.
"Sepertinya akan hujan, aku harus segera mencari tempat untuk berteduh" ucap Rama.
"Tenang saja, ini bukan hujan, melainkan siraman rohani dari orangtuamu" ucap Tia.
"Apa maksudmu, aku tidak mengerti apa yang kamu maksud" jawab Rama kebingungan.
"Lihat saja yang terjadi setelah ini" ucap Tia.
"Aku pergi dulu ya, sampai bertemu kembali" lanjut Tia sambil melambaikan tangannya.
Tia setelah mengucapkan kata pergi sambil melambaikan tangan, langsung terbang tinggi jauh meninggalkan Rama di sana sendirian, apakah memang Rama belum sadar jika yang di jumpai itu bukanlah manusia, atau pura pura tidak tahu. Tapi memang Rama belum menyadari bahwa Tia itu merupakan makhluk dari dunia lain, artinya bukan manusia.
"Tunggu aku Tia, aku akan ikut bersamamu" ucap Rama sambil berteriak dan berlari mengejar Tia.
"Tunggu saja besok aku akan datang kembali menjumpai dirimu" ucap Tia dari atas.
Rama terus mengejar Tia hingga ia terjatuh dalam semak semak dan mengalami pendarahan di kakinya.
Prokkkk
__ADS_1
"Aduh kakiku sakit sekali, gimana ini, sudah mau hujan tapi aku tidak kuat untuk berjalan" ucap Rama pelan sambil menahan rasa sakit.
"Rama"
"Rama"
"Rama"
Suara itu terdengar jelas di telinganya, Rama pada saat itu hanya memikirkan bagaimana ia bisa pergi mencari tempat berteduh. Namun sayangnya tidak sempat untuk berjalan, sudah di guyur oleh hujan yang amat dahsyat lebatnya.
"Gimana ini ya, hujannya deras sekali, aku tidak mungkin seperti ini" ucap Rama.
"Tia"
"Tia"
"Tia"
Rama terus memanggil nama Tia yang sudah terbang meninggalkannya, namun Rama selalu terdengar suara laki laki dan perempuan yang terus memanggil namanya berkali kali.
"Siapa kamu, cepat keluar" tanya Rama ketakutan.
"Tia"
"Tia"
__ADS_1
Terus berteriak memanggil nama Tia hingga pada akhirnya Rama tertidur di bawah hujan lebat tadi. Aneh tapi ini kenyataan yang dialami oleh Rama.