Bawah Tanah

Bawah Tanah
Eps.6 Canda Keluarga Bahagia


__ADS_3

Dalam kamar Rama, mereka bergantian mandi, dan setelah itu langsung menuju ke meja makan guna melakukan makan malam bersama.


Berbeda dengan biasanya, kini makan malam mereka terasa sangat sepesial karena bertambahnya satu anggota bukan keluarga, yaitu Roi.


"Ayo silahkan makan Roi, anggap saja ini rumah sendiri sehingga bisa menikmati makanannya dengan nyaman" ucap ayah kepada Roi.


"Terimakasih yah, tapi kalo aku anggao runah sendiri boleh dong aku sewakan, hehe hehe" jawab Roi sambil tertawa.


"Waduh kau ini Roi, mau makan saja bisa bisanya bercanda" Ucap Rama.


"Biarin aja biar tidak kaku" jawab Roi.


"Tiap hari saja bercanda seperti ini biar awet muda" ucap ibu Rama.


"Ibu malah ikut ikutan, ga ada yang belain aku nih, padahal anak sendiri loh" jawab Rama.


"Kita semua belain kamu, asal kamu ijut bercanda, hehe hehe" ucap ayah.


Seketika dalam ruang makan itu buyar dengan suara candaan mereka. Rama yang saat itu posisi masih memikirkan cara agar bertemu kembali dengan Tia ikut merasakan bahagia meskipun hanya sesaat itu juga.


"Aku merasa senang punya sahabat gokil seperti ini" ucap Rama.


"Jelas dong, jika tidak gokil mana mungkin kamu berteman denganku, kita kan sering berdebat" jawab Roi.


"Mau makan saja kalian berantem, kalo mau berantem nanti saja saat di kamar setelah makan, oke" ujar ayah.


"Benar itu kata ayahmu, dengarkan baik baik, jangan sering berantem" lanjut ibu.


"Oke kita lanjut saja nanti di kamar, siapa yang menang dan siapa yang kalah kita lihat saja" ucap Rama.


ret


"Kalian ini ya udah dewasa masih seperti anak anak sikapnya" ucap ayah.


"Pasti aku yang akan menang yah" gemam Rama.


"Kalian ngga ada yang menang dan ngga ada yang kalah, apa lagi mengalah, kalian pasti berdamai, ibu sering melihat kalian seperti itu.


Mereka berdebat tiada habisnya, dari awal bertemu dan sering main di rumah Rama, makanya ibu bsa tahu semua dan hafal tingkah laku mereka.


Sambil menikmati hidangan yang telah di sajikan oleh ibu, Rama sedikit bercerita tentang mimpi yang di alami oleh Rama dan Roi ketika di rumah Roi tadi siang.


Ayah yang awalnya asik makan tiba tiba berhenti ketika Rama bercerita mengenai pengorbanan sahabatnya demi sosok itu (Tia).


Rama menceritakan detail kejadian dan percakapan dalam mimpi itu.

__ADS_1


Raja itu berkata dari kejauhan


"Kalian tidak usah khawatir, keselamatan dan kenyamanan akan selalu kami jaga”


Usai berkata demikian, sang Raja semakin mendekat hingga tepat di hadapan mereka.


Siapa yang tidak gemetar jika di hadapkan dengan raja dan di kawal oleh puluhan pengawal.


 


Namun dari sana mereka bertanya dan hasilnya tidak sia sia, hanya saja satu yang belum terjawab.


"Wahai hamba, bagaimana kehidupan kalian, pasti kalian kesini untuk menanyakan sesuatu bukan" ucap baginda raja.


" Benar baginda raja, kami kesini memang berniat untuk mencari tuan puteri dan akan mengajaknya pulang bersamaku " jawab Rama


" Tidak semudah itu untuk menemukan anakku, tidak semudah itu untuk membawa pulang anakku " ucap baginda raja.


" Saya tahu akan hal itu baginda, namun saya ingin bertemu dengannya " mohon Rama kepada baginda raja.


" Baik, saya bisa membantu kalian, asalkan ada imbalan bagiku " jawab sang raja.


" Apapun akan saya lakukan baginda, asalkan saya bertemu dengan tuan puteri " jawab Rama.


" Apapun itu pasti saya akan mengusahakannya baginda " jawab Rama.


" Syaratnya satu, yaitu kamu harus memberikan temanmu itu kepadaku sebagai tumbal " pinta sang raja.


Cerita belum selesai, ayah sudah menyuruhnya untuk berhenti, karena ia pernah bermimpi seperti itu, lantas ayah Rama memberikan nasehat.


"Nak, jika kamu memang cinta dan yakin silahkan lakukan yang terbaik, ayah yakin raja itu hanya menggertak kamu, lanjutkan saja perjalananmu, niat baik akan berujung baik dan niat baik tidak akan mengorbankan siapapun" nasehat dari ayah.


"Baik ayah, terimakasih atas nasehatnya yah, Rama berjanji akan baik baik saja dan bisa mengambil keputusan yang terbaik yah" gemam Rama.


"Syukurlah, berarti kamu sudah beranjak dewasa nak, lanjutkan perjuanganmu, jalanmu masih panjang" ucap ibu.


"Baik bu, akan Rama lakukan yang terbaik" jawab Rama.


"Dengarkan ayah dan ibu, ingat nasehatnya, jangan membuat penyesalan di akhir nanti Ram" sahut Roi.


"Kamu itu kok ikut ikutan saja Roi" ujar Rama.


"Biarin saja lah, salah siapa mengajakku kemari" jawab Roi.


"Ujung ujungnya aku juga yang kena semprot kan, senjata makan tuan ini namanya" ucap Rama.

__ADS_1


"Aku mendukungmu seratus lima puluh persen" ujar Roi.


"Kok kelebihan lima puluh Roi" jawab ibu.


"Yang lima puluh buat cadangan bu, siapa tahu nanti niat Rama di pertengahan tinggal lima puluh persen" canda dari Roi.


"ooohhhh iya iya, ayah setuju kalo gitu" jawab ayah.


"Ayah sama ibu setuju setuju mulu dari tadi" ungkap Rama kesal.


"Sudah mari kita selesaikan dulu makannya terus kembali ke kamar" ucap ayah.


Melanjutkan makan malam mereka sampai habis tak tersisa, usai makan malam, mereka kembali ke kamar, dan Rama di sini mengajak Roi untuk segera tidur. Waktu menunjukkan pukul sembilan malam, yang mana biasanya mereka belum tidur, lantas tujuan Rama mengajak Roi untuk tidur lebih awal yaitu supaya bisa cepat bertemu dengan sosok wanita misterius itu (Tia).


"Roi, kita tidur lebih awal saja ya" pinta Rama.


"Aku belum ngantuk Ram, silahkan tidur duluan" jawab Rama.


"Kamu harus ikut tidur sekarang biar tahu bagaimana sosok itu, dan harus membantuku Roi" ujar Rama.


"Baiklah aku akan ikut tidur, tapi sebentar lagi, ini masih asik nonton film" jawab Roi.


"Maksimal jam sepuluh ya Roi, aku tunggu harus segera tidur" ucap Rama.


"Iya santai" jawab Roi.


Rama menunggu Roi nonton film horror, dan anehnya dalam film itu ceritanya hampir mirip dengan mimpi Rama saat awal berjumpa dengan sosok misterius pertama kali.


"Kok seperti kisahku kemarin filmnya Roi" ujar Rama terheran -heran.


"Apa iya Ram, ini film udah lama loh, sepuluh tahun yang lalu" jawab Roi.


"Benar Roi, sama persis malahan" ujar Rama.


"Sudah ayo kita tidur saja, dari oada berdepat karena film, jika memang ini mirip dengan mimpimu, maka aku harus ikut dalam mimpimu untuk membuktikan" ucap Roi.


"Mari kita tidur, biar kamu oercaya bahwa itu mirip seperti kisahku" ucap Rama.


"Tapi apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkan aku sendiri" pinta Roi.


"Aku akan bersamamu terus Roi, janji kepadamu" ucap Rama.


"Aku pegang janjimu, ayo kita tidur, biar segera bertemu dengannya" ucap Roi.


Mereka menarik selimutnya masing masing dan berusaha memejamkan matanya, tak lama setelahnya Rama dan Roi tertidur dan akhirnya bermimpi bertemu dengan sosok wanita misterius itu.

__ADS_1


__ADS_2