
Tidur, kata yang bikin semua orang untuk beristirahat, saatnya melakukan ritual menenangkan badan pikiran dan sebagainya.
Namun berbeda dengan mereka, yang mana menggambarkan tidur sebaliknya, yaitu untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi, untuk berpikir bagaimana kedepannya, untuk bekerja keras menemukannya.
benar sekali, semua tidak akan sia sia dan semua berjalan sesuai rencana, mereka yang tertidur pulas tiba tiba terbangun.
Bukan artian terbangun dari tidur ya...
Namun artian bangun dari mimpinya, artinya mereka tiba- tiba bermimpi dan dalam mimpinya bertemu dengan seorang pria dengan mahkota mewah di kepalanya.
Tak lain pria itu adalah Raja Nois, ayahanda dari puteri yang Rama cintai dan mereka cari.
Raja itu berkata dari kejauhan
"Kalian tidak usah khawatir, keselamatan dan kenyamanan akan selalu kami jaga”
Usai berkata demikian, sang Raja semakin mendekat hingga tepat di hadapan mereka.
Siapa yang tidak gemetar jika di hadapkan dengan raja dan di kawal oleh puluhan pengawal.
Namun dari sana mereka bertanya dan hasilnya tidak sia sia, hanya saja satu yang belum terjawab.
"Wahai hamba, bagaimana kehidupan kalian, pasti kalian kesini untuk menanyakan sesuatu bukan" ucap baginda raja.
" Benar baginda raja, kami kesini memang berniat untuk mencari tuan puteri dan akan mengajaknya pulang bersamaku " jawab Rama
" Tidak semudah itu untuk menemukan anakku, tidak semudah itu untuk membawa pulang anakku " ucap baginda raja.
" Saya tahu akan hal itu baginda, namun saya ingin bertemu dengannya " mohon Rama kepada baginda raja.
" Baik, saya bisa membantu kalian, asalkan ada imbalan bagiku " jawab sang raja.
" Apapun akan saya lakukan baginda, asalkan saya bertemu dengan tuan puteri " jawab Rama.
" Syaratnya begitu berat, jika tidak bisa kamu akan kehilangan tuan puteri " ucap baginda.
" Apapun itu pasti saya akan mengusahakannya baginda " jawab Rama.
" Syaratnya satu, yaitu kamu harus memberikan temanmu itu kepadaku sebagai tumbal " pinta sang raja.
__ADS_1
" Tunggu dulu baginda, apakah saya tidak salah mendengarkan hal ini? " ucap Rama.
" Kamu bisa melakukan apa tidak, jika bisa melakukan satu syarat ini saja makan silahkan bawa pulang anakku " ucap baginda raja.
Usai berbincang bincang, mereka berdiskusi dan Rama bertanya kepada Roi, apakah Roi mau membantu Rama, dan apakah Rama ikhlas untuk mengirbankan sahabat baiknya hanya demi seorang perempuan.
" Gila lu kalo mau mengorbankan aku, kamu tidak ingat berapa lama kita bersama, sudah berapa kali kita hidup susah senang " ucap Roi kepada Rama.
"Sabar dulu tak usah marah marah, jika memang kamu tidak ku korbankan aku tidak akan bertemu dengan Puteri, namun jika kamu aku korbankan aku akan kehilangan sahabat baik " jawab Rama.
"Syukurlah jika memang kamu sadar akan hal itu, jadi gimana, apa masih mau mengorbankan nyawa ku demi seorang perempuan" tanya Roi.
"Tenang aku tetap mengorbankanmu tetapi aku akan menolongmu " ucap Rama.
"Maksudnya gimana" tanya Roi.
"Gini, pertama aku akan mengorbankanmu, akan menyerahkan kamu kepada raja" ucap Rama
"Jika aku sudah bertemu Puteri aku akan menyelamatkan kamu dari genggaman sang raja” Lanjutnya.
"Jika tuan puteri mau, namun jika tidak kamu akan kehilangan aku selama lamanya” jawab Roi.
"Percaya padaku, aku akan segera menyelamatkanmu, silahkan ikut dengan raja, tidak lama aku akan membantumu " ucap Rama.
“Kalau seperti ini kita cari jalan lain saja, biar aku yang bicara sama Raja Nois” ucap Rama.
“Baginda, apakah tidak ada syarat lain” tanya Rama kepada baginda Raja.
“Tidak ada, aku pergi dulu, jika setuju temui aku di danau, jika tidak silahkan kembali pulang” ucap sang Raja.
Ucapan Raja Nois hanyalah gertakan bagi Rama, apakah ia mau mengorbankan hal yang paling berharga demi tuan puteri Tia atau bahkan sebaliknya, itu hanyalah sebuha gertakan.
Mereka kembali dan terbangun dari tidurnya, lalu Roi saat itu berkata.
“Gila mimpinya membuat jantungku berdebar kencang hampir copot, apaan ini tidak bertemu wanita itu malah bertemu Raja Nois yang kejam” ucap Roi.
“Sabar dulu Roi, ini mungkin belum saatnya kita bertemu” ucap Rama.
“Kapan kita akan bertemu dengan sosok wanita itu Ram” tanya Roi kepada Rama.
“Ayo ikut bersamaku kerumahku, biar kita bisa bercerita lebih panjang dan bisa menemukan jawabannya” jawab Rama.
__ADS_1
“Aku akan ikut denganmu tapi hanya sehari saja, jika memang bertemu aku akan ikut selama tiga hari” jawab Roi.
“Ijin dulu dengan orang tuamu biar tidak di cari” ucap Rama.
“Oke, sebentar aku ijin dulu, setelah ini kita bisa lanjut ke rumahmu” Jawab Roi.
Roi bergegas menemui ibunya yang sedang membersihkan ruang tamu, masih berjalan Roi sudah meminta ijin kepada orangtuanya.
“Mah aku ijin mau ke rumah Rama ya, mungkin untuk beberapa hari ini” ucap Rai kepada ibunya.
“Iya, hati hati di jalan, jangan lama lama, cepat kembali lulang” jawab ibunya.
“Baik mah, aku berangkat sekarang ya mah” ucap Roi.
“Iya sana gapapa” jawab ibunya.
Mereka bersiap siap untuk pergi ke rumah Rama, singkat cerita mereka langsung menuju ke dalam mobil guna melakukan lerjalanan ke rumah Rama, saat itu sudah menunjukkan pukul 5.00 sore hari, dan di perkirakan akan sampai sekitar pukul 6.00.
Tidak berlama lama, langsung tancap gas menuju rumah Rama.
Di dalam mobil, mereka kembali menceritakan kejadian aneh dalam mimpi tersebut dan berusaha mencari jawabannya, karena itu merupakan mimpi yang membuat Roi merasa takut jika kejadian ini memang akan terjadi.
Namun, Rama sesalu meyakinkan Roi bahwa semua akan baik baik saja, dan tidak akan terjadi apa apa.
"Tenang saja, lupakan mimpi tadi, kita mulai mimpi yang baru dan mimpi yang indah, tadi sepertinya kita lupa untuk berdoa sebelum tidur" ucap Rama.
"Benar juga, sepertinya tadi kita tidak berdoa sebelum tidur, makanya kita bermimpi buruk seperti itu" ucap Roi.
"Tapi aku masih merasa takut jika ini memang akan terjadi, dan nyawaku yang menjadi taruhannya" lanjut Roi.
"Bisa saja itu mimpi yang berbeda, kita lanjutkan saja nanti di rumahku, jika sudah ada petunjuk lain kita akan langsung segera mencarinya" jawab Rama.
"Semoga saja Ram, soalnya baru pertama ini bermimpi seperti ini" ucap Roi.
"Nanti saat akan tidur kita berdoa dulu biar langsung dipertemukan oleh wanita itu" jawab Rama.
"Makanya jangan terlalu bersemangat sampai lupa dengan keharusan yang ditinggalkan" nasehat Roi kepada Rama.
"Sok bijak lu Roi, padahal setiao hari kamu yang seperti itu, haha haha" ucap Rama sambil tertawa.
"Bisa aja loe ya membalikkan fakta, padahal loe juga yang sering seperti ini" jawab Roi sambil senyum.
__ADS_1
Tak terasa mereka sudah sampai di rumah Rama, dan di sambut oleh ayah dan ibunya, masuklah mereka ke dalam rumah Rama, terus ke kamar Rama untuk ganti baju, dan bersiao siao makan malam bersama.