Bawah Tanah

Bawah Tanah
Eps.3 Mimpi dalam Mimpi


__ADS_3

Pagi hari telah tiba, Rama turun dari lantai atas menuju ke ruang makan, seperti biasa, ritual keluarga mereka, makan bersama setiap pagi dan malam.


Disaat mereka sedang makan bersama, tiba tiba ada foto tertempel di pojok dinding atap rumah.


Tak lain itu foto wanita yang mereka cari selama ini, bertanyalah kepada ayah.


" Yah, itu foto siapa? " tanya Rama kepada ayahnya dengan menunjuk ke arah foto pojok dinding.


" Itu foto ayah beli bersama lukisan yang ada dalam kamarmu itu " jawab ayah.


" Itu foto yang disana wanita itu yang aku cari selama ini yah " ujar Rama.


" Hust ngaco kalo ngomong " sahut ibu.


"Beneran bu, itu memang wanita yang ada dalam mimpiku" jawab dari Rama.


"Yang bener aja kamu Ram, pasi tadi malam mimpi yang ngga ngga kan" sahut ayah kembali.


"Iya tadi malam Rama mimpi bertemu dengan sosok itu, foto itu wanita itu seperti seorang putri dari kerajaan masalalu yah" penjelasan Rama dengan serius.


"Sudah gausah ngaco, memang pelukisnya bilang ini tuan puteri dan sampai kini katanya masih hidup " jawab ayah.


"Berarti benar kan yah, kalau ini memang wanita yang aku cari?" ucap Rama.


"Bisa jadi, jika menemukan wanita itu, coba bawa pulang ke rumah, ayah pengen tahu seperti apa asli parasnya " pinta ayah.


"Siap ayah, tapi direstui kan yah jika suatu saat aku menikah dengannya? " tanya Rama kepada ayahnya.


"Ngga boleh, harus menikah dengan wanita sewajarnya! titik ngga pake koma" sahut ibu kesal.


"Ayah saja ngebolehin, masak ibu ngga?" Jawab Rama.


"Coba bawa saja dulu kemari, ayah kasih waktu dua minggu, jika tidak bisa membawa pulang, ayah tidak merestui" ujar ayah.


"Nah cocok kalau seperti itu ibu setuju, kalian pasti tidak bisa membawanya" sahut ibu dengan wajah tersenyum.


"Oke, akan Rama buktikan kalau wanita itu masih ada" ujar Rama.

__ADS_1


"Rama akan tidur kembali biar ketemu dalam mimpi, wakakak kakakka kakaka" canda dari Rama biar mencairkan suasana.


Seketika dalam ruangan itu pecah dengan suara tertawa mereka, semua yang ada disana juga ikut tertawa.


Namun ada satu suara tertawa yang tiba tiba muncul, seketika kaget dan mencari dari mana asal tertawa itu.


"Foto itu kok bisa berpindah tempat" ujar ibu sambil menunjuk kearah foto di pojokan dinding.


"Iya itu fotonya kok bisa berubah posisinya ya" sahut ayah.


"Sudah, mungkin memang karena terkena kipas angin terus pindah tempat" ucap ibu dengan santai sambil menikmati sisa makanannya.


"Benar juga kata ibu, tak usah di hiraukan, kita lanjut makan dulu biar badan tambah gemuk, hehe" ujar Rama.


Usai makan, kembali Rama masuk ke dalam kamar, baru pagi hari sekitar pukul 9.00 pagi Rama sudah merasakan hawa dingin bagaikan malam hari, padahal AC sudah dimatikan dan jendela di tutup, penghangat ruangan sudah dinyalakan, namun tetap saja merasa kedinginan.


Sesuatu yang aneh, semakin lama semakin dingin dan menyebabkan mereka mengantuk, apalagi tadi habis makan banyak.


" Hoaaahhhh, ngantuk aku" ucap Rama sambil menguap.


"Jangan lupa berdoa dulu biar ngga mimpi seperti buruk" lanjut Rama.


Mungkin Rama memang sudah bersemangat untuk bertemu dengan Tia, yang ia impikan untuk menjadi pendamping hidupnya, meskipun belum ada kenyataannya.


Terus bersemangat untuk mencari keberadaan sesungguhnya dimana Tia berada, tak lama terbaring dari tidurnya, Rama kembali bermimpi melanjutkan mimpi yang semalam di alaminya.


...----------------...


"Kenapa aku masih di sini, padahal aku kemarin sudah pulang ke rumah bersama keluarga" ucap Rama kebingungan saat terbangun dari tidurnya.


"Apakah kemarin aku bermimpi, lantas bajuku basah kuyup begini dengan apa aku ganti pakaian" tanya Rama kepada dirinya sendiri.


"Semoga saja aku bisa menemukan Tia dan bisa meminta pertolongan agar di carikan baju untuk ganti" lanjut Rama.


Tak lama setelah bicara seperti itu, datang segerombol pasukan kerajaan membawakan pakaian untuk Rama, di sana Rama semakin kebingungan apa yang di butuhkan selalu tersedia.


"Tuan ini ada baju untukmu" ucap salah seorang prajurit itu.

__ADS_1


"Dari mana ini, siapa yang memberi tahumu" tanya Rama kepada prajurit itu.


"Sudah tidak perlu di pertanyakan, cepat ganti biar tidak sakit" jawab prajurit.


"Terimakasih, aku akan segera ganti pakaian ini" ucap Rama.


Rama pergi ke belakang pohon besar yang di kelilingi semak semak untuk ganti pakaian, namun terkejut saat setelah memakainya, ia menjadi sangat di hormati oleh kehidupan disana, termasuk hewan yang ada di sana.


Usai memakainya, Rama kembali ke tempat tadi dan bertemu ular raksasa, ia sudah ketakutan melihat ular itu dan berfikir akan memakannya.


"Ular, kenapa ada ular sebesar ini, pasti aku dimakan oleh ular ini" ucapnya dalam hati.


Penuh dengan rasa takut, Rama mengusir ular tersebut, namun ular itu terus mengelilinginya hingga pada akhirnya setelah melihat wajah Rama, ulat itu ketakutan dan pergi dengan cepat.


"Aneh, kenapa bisa seperti itu, padahal aku tidak ngapa ngapain, kok ularnya lergi begitu saja" ucap Rama.


"Apa karena baju ini" tanya Rama sambil melihat baju yang di kenakannya.


Masih dalam keadaan gelap gulita hanya di sinari oleh rembulan yang kebetulan sedang bulan purnama, Rama melanjutkan perjalanan je arah dimana Tia pergi meninggalkannya.


Lagi dan lagi Rama bertemu dengan harimau yang amat sangat besar, Rama menggigil ketakutan dan hampir berlari, namu ia tidak bisa lari karena di kepung oleh tiga harimau dari sisi yang berbeda. Ketika ia mengangkat tangannya, tiba tiba harimau itu lari semua dengan rasa takut dibuat olehnya.


"Kok bisa seperti ini ya, apakah ini keajaiban dari baju yang aku pakai" tanya Rama kepada dirinya.


Lagi lagi Rama di bingungkan oleh keadaan, namun ia tak menghiraukan apa yang telah terjadi. Fokusnya sekarang hanyalah mencari kemana perginya Tia.


Waktu sudah larut malam, menunjukkan pukul 00.00 tengah malam, ia belum juga bertemu dengan Tia. disana Rama sendirian berjalan menuju arah kemana Tia pergi, dan Rama menjumpai gubuk kecil di dalam hutan, ia langsung masuk untuk beristirahat sejenak agar keesokan harinya bisa melanjutkan perjalanannya.


"Ada gubuk kecil di depan sana, bisa aku buat istirahat dulu supaya besok ada tenaga untuk melanjutkan perjalananku" ucapnya.


Sesampainya di gubuk itu, Rama masuk dan tidur didalamnya, disana ia tertidur lelap hingga bermimpi bahwa ia masih tertidur dalam kamarnya sendiri.


"Woahhhh, bangun nih sudah pagi ternyata" Rama terbangun dari tidurnya, namun ini masih dalam keadaan mimpi yang ada dalam gubuk itu.


"Kok aku merasakan aneh, seperti mimpi yang ada dalam mimpi" Rama merasakan keanehan dan merasa kebingungan.


"Sudahlah biarkan saja" ujar Rama.

__ADS_1


Rama mengabaikan apa yang terjadi, namun ketika ia hendak keluar rumah, tiba tiba pinsan di depan pintu, dan ia kembali terbangun dari tidurnya saat di gubuk itu, lalu berusaha untuk tidur kembali, namun sayangnya tidak bisa tertidur hingga waktu menunjukkan pukul 5.00 pagi hari.


__ADS_2