Bawah Tanah

Bawah Tanah
Eps.11 Jerit Malam


__ADS_3

Rama dan tuan puteri lelap hingga pada akhirnya terbangun dari tidurnya, tepat pada pukul 1.00 dini hari.


Rasa mengantuk yang masih dalam, dan hawa dingin uang menerjang mereka, kini melakukan penghangatan tubuh, bercumbu untuk pertama kalinya mereka, sampai pada akhirnya pada pukul 3.00 dini hari mereka kembali tertidur lelap, tidak memikirkan apa yang telah terjadi.


Jam 5.00 pagi hari. Rama terbangun dari tidurnya, lalu ia melihat tuan outri yang masih terlelap, melihat kecantikannya, keanggunannya, merasakan memiliki harta paling berharga yang tak ternilai harganya.


"Andai tuan putri menjadi istriku, pasti aku akan bahagia selamanya" ucapnya lirih.


"Aku lebih baik mandi dulu, lalu membangunkan tuan putri, biar ia tertidur lebih dulu, kasihan pasti tuan putri capek" ujarnya.


Rama pergi keluar untuk menimba air yang ada di sumur belakang rumah itu.


Byurrr...


Byur....


Byurrr...


Pada saat mandi, Rama selalu memikirkan tuan outri, ia merasa bersalah telah menidai tuan putri, padahal ia sangat menyayangi tuan putri.


"Apa yang aku lakukan semalam, aku bodoh sekali telah berbuat yang tidak senonoh" ucap Rama menyesali perbuatannya.

__ADS_1


Memang penyesalan selalu datang di akhir dan ia baru merasakan penyesalan itu.


"Mengapa"


"Mengapa aku melakukannya"


Terus berteriak karena perbuatannya itu. Rama kaget ketika menoleh kebelakang.


Tiba tiba tuan puteri datang menghampiri Rama yang saat itu sedang mandi, entah kenapa tuan puteri merasa biasa saja ketika melihat Rama yang sedang mandi, bahkan langsung kembali ke kamarnya lagi. Hal itu membuat Rama semakin memikirkan kejadian semalam suntuk yang telah membuat tuan puteri berteriak semalaman, seperti jerit malam.


"Apa yang telah aku perbuat kepadanya sehingga ia tak mau menyapaku" ucapnya.


Selesai mandi, Rama kaget melihat tuan puteri sedang memasak di dapur, lalu ia menyapanya.


"Aku sedang memasak untuk makan pagi kita" jawab tuan putri.


"Kamu tidak apa apa tuan putri" tanya Rama kembali.


"Memang ada yang salah denganku" balik tanya kepada Rama.


"Tidak ada yang salah, akan tetapi kejadian semalam bagaimana tuan puteri, apakah marah padaku tuan puteri" ucap Rama.

__ADS_1


"Tidak apa apa Ram, sudah terlanjur, malah aku senang bisa bersamamu" jawabnya.


"Serius tuan putri tidak marah oadaku" tanya Rama.


"Serius Ram, jika kamu masih bertanya lagi aku akan marah padamu" ucap tuan putri kesal.


"Baiklah tuan putri, kalau seperti itu, aku ganti baju dulu, kamu segera mandi lalu kita sarapan bersama" ucap Rama sambil berjalan menuju kamar.


"Oke" jawab tuan putri.


Rama di kamar untuk ganti pakaian, sedangkan tuan putri masih di dapur untuk melanjutkan masaknya. Usai memasak, tuan putri langsung ke kamar mandi.


Singkat cerita, mereka sudah selesai semua lalu makan pagi bersama. Sudah seperti sepasang suami istri, kemesraan mereka, canda tawa mereka menggema di dalam rumah itu.


Siang itu tuan puteri bilang kepada Rama.


"Siang ini aku akan mengantarmu pulang Ram, kami sudah terlalu lama disini, kasihan keluargamu dan jenguklah kawan baikmu" ucap tuan putri.


"Tapi, bagaimana dengan tuan putri" aku akan baik baik saja Ram, aku akan terus ada di dekatmu" jawab tuan putri.


"Baiklah kalau seperti itu, aku akan pulang, nanti malam aku kembali lagi bersamamu tuan puteri" ucap Rama.

__ADS_1


"Ayo kita ke kamar, aku akan mengantarkanmu" ucap tuan puteri.


Mereka berjalan ke kamar beriringan, sesampainya di kamar, tuan putri meditasi dan Rama berbaring di tempat tidur, lalu seketika itu Rama tak sadarkan diri, dan ruhnya sudah kembali ke alam nyata.


__ADS_2