
Ternyata yang semalam Rama lakukan bukanlah mimpi, kini ia kembali ke kamarnya, dan saat itu pula ia menyadarinya bahwa semalam bukanlah mimpi namun kenyataan. Ditandai dengan sahabatnya yang masih tertidur pulas saat di bangunkan merasa badannya sakit dan sangat lelah, serta tubuh Rama juga merasakan kelelahan.
"Yang aku lakukan semalam ternyata bukanlah mimpi, ini kenyataan, aku pergi di alam bawah sadar" ucap Rama.
"Benar Rama, tubuhku sangat capek sekali, butuh banyak waktu untuk beristirahat" ucap Roi sahabatnya.
"Kamu istirahat dulu Roi, nanti saatnya makan pagi aku bangunkan" jawab Rama.
"Jangan lupa di bangunkan Roi, tubuhku benar benar tidak berdaya" ucap Roi.
Pukul 7.00 pagi hari, Rama kembali ke kamar dan membangunkan sahabatnya untuk sarapan bersama keluarga sebelum ayah dan ibu Rama pergi bekerja.
"Roi, bangun dulu, ayo sarapan, nanti kita lanjut istirahatnya Roi" ucap Rama.
"Lima menit lagi Ram, aku masih ngantuk" jawab Roi.
"Ayo Roi, ga usah nunggu nanti nanti, atau aku siram pakai air es" ucap Rama.
"Iya iya, sebentar aku akan ke bawah, tunggu di bawah saja" ucap Roi.
"Oke aku tunggu di bawah, tapi cepat gausah lama lama, udah laper ini" ucap Rama.
"Iya bawel mulu kaya cewe lo Ram" jawab Roi.
Rama turun ke bawah sedangkan Roi sedang di kamar mandi untuk cuci muka, sesaat kemudian Roi turun ke bawah, lantas di bawah sudah bersiap siap untuk makan malam.
"Ayo Roi, kami sudah menunggumu ini" ucap Ayah.
"Baik yah, maaf jika kelamaan nunggunya" jawab Roi.
"Tak apa Roi, tidak lama kok kami nunggunya" jawab Ibu.
"Ngapain aja Roi, lama banget, ber jam jam kami nunggu" sahut Rama.
"Iya maaf Ram, tadi BAB dulu, mules banget soalnya" ucap Roi.
"Udah di bahas nanti saja, kita makan dulu, kalian pasti sudah lapar" ucap Ayah.
"Ayah tahu saja kalo kami memang sudah sangat lapar dari tadi siang" jawab Rama.
"Sudah ayo makan, yang banyak biar gemuk, anak mamah masa seperti sapu lidi, yang kurus banget" canda dari ibu Rama.
"Ibu ngomongnya seperti itu, gini gini kan anak ibu" jawab Rama.
__ADS_1
"Iya ibu minta maaf, yasudah mari makan dulu, keburu basi makanannya di anggurin" ucap Ayah.
Mereka menikmati makanan yang sudah di hidangkan, lalu setelah makan Rama sedikit menyinggung tentang mimpi yang dialami oleh Rama, ayah semakin penasaran dan berharap bahwa Rama tidak melanjutkan mimpinya untuk mencari tahu wanita itu. Namun sayangnya, ayah sudah terlambat, Rama sudah mengetahui bahkan sudah jatuh cinta kepada sosok wanita itu.
"Rama mau sedikit cerita dari mimpi Rama sama Roi tadi yah" ucap Rama.
"Apa Ram, kamu kok mimpi terus, ayah harap kamu sudahi mimpimu itu, dia tidak nyata Rama" jawab ayah.
"Dia nyata ayah, besok jika sudah waktunya akan ku bawa dia pulang kemari biar kalian percaya" ucap Rama.
"Coba ceritakan apa yang sebenarnya terjadi, apa yang kamu alami di dalam mimpi" ucap ayah.
"Gini yah, aku sedikit menceritakan apa yang aku alami yah" ucap Rama.
Rama menceritakan semua termasuk percakapan dengan tuan puteri dan Ratu.
"Aku dan tuan puteri erus berjalan menelusuri hutan, hingga pada akhirnya mereka menjumpai kakeh berpakaian serba putih seperti tabib kerajaan" ucap Rama.
"Siapa kamu, mau apa menghalangi jalan kami" tanya Rama ketakutan.
"Tenang saja nak, aku akan menolong kalian, tuan puteri... silahkan duduk dulu, biar aku menyembuhkan luka itu" ucap kakeh tadi.
"Baik kek" jawab tuan puteri.
"Sebenarnya kakek ini siapa" tanya Rama kepada kakek.
"Aku seorang tabib dari kerajaan, yang nantinya kalian tahu sendiri" jawab kakek itu.
"Apa kamu dari kerajaan ayahku" tanya tuan puteri.
"Tidak, tapi aku sering datang ke istana ayahmu" jawab kakek.
"Berarti kamu tahu siapa aku" lanjut tanya tuan puteri kepada kakek.
"Benar, aku memang tahu siapa kamu, jika kamu ingat, aku pernah menyelamatkanmu dari kematian karena di racun oleh musuh ayahmu" ucap kakek itu.
"Iya aku ingat sekarang, tapi aku belum pernah menemuimu setelah kejadian itu" ucap tuan puteri.
"Aku menetap si suatu kerajaan yang di pimpin oleh Ratu cantik dan baik hati" jawab kakek.
"Apa aku mengenal Ratu itu" tanya tuan puteri.
"Kalian akan mengetahui sendiri kelak, aku tidak bisa berlama lama, harus segera pulang ke kerajaan" ucap kakek.
__ADS_1
"tuan puteri, anda sudah bisa berjalan dan luka anda segera sembuh, silahkan lanjutkan perjalanan, di depan ada rumah kosong peninggalan kerajaan kami, di tempati saja rumah itu" lanjut kakek dengan menoleh ke arah mereka.
"Lalu aku juga bertemu dengan sosok bayangan putih, masih oenasaran siapa sosok bayangan itu, menurutku itu adalah Ratu yang membantu kami yah" ucap Rama.
" Kami berjalan ke arah yang sudah di tunjukkan oleh kakek tadi, mereka terus berjalan, namun di tengah oerjalanan tiba tiba muncul lagi sosok bayangan putih di depan kami" ucap Rama.
"Astaga, ada sosok itu lagi" ucap tuan puteri.
"Tenang saja tuan puteri, aku akan melindungimu" jawab Rama.
"Kalian tidak usah takut denganku, aku orang baik, dan aku akan selalu melindungi kalian dimanapun itu" ucap sosok asap putih.
"Tolong jangan ganggu kami, jika memang kamu akan melindungi kami maka pergilah, jangan membuat kami takut" ucap Rama.
"Saya akan pergi, kalian hati hati di jalan, hantu muka rata memang sudah ku singkirkan, akan tetapi masih bisa mengganggu kalian" ucap sosok itu.
"Terimakasih banyak sudah memperingatkan kami akan adanya bahaya mengancam" ucap tuan puteri.
"Tak lama setelahnya, sosok itu pergi meninggalkan kami, dan lanjut untuk berjalan menuju rumah kosong sesuai petunjuk kakek tadi" lanjut Rama.
"Kurang kebihnya seperti itu yah, aku berharap bisa kembali menemui tuan puteri" ucap Rama.
"Jika itu memang sudah menjadi pilihan kamu, lanjutkan, ayah tidak bisa menghalangi" ucap ayah.
"Terima kasih ayah, aku harap ibu juga demikian" ucap Rama.
"Yaaa gimana ya, terserah anak ibu saja lah mau bagaimana ibu juga tidak bisa melarangmu Ram" jawab ibu.
Akhirnya mereka lega mendapatkan restu dari orang tua Rama, kembalinya ke dalam kamar, Rama bercerita kepada Roi apa yang telah ia lakukan kepada tuan puteri semalaman di rumah itu, Roi seketika kaget setelah mendengarkan cerita dari Rama, lalu Roi punya oermintaan kepada Rama.
"Aku ingin ikut bersamamu ketemu dengan tuan puteri Ram " ucap Roi.
"Kamu harus pulang Roi, jika mau minggu depan aku akan ke rumah kamu untuk mengajakmu kembali" jawab Rama.
"Baiklah Ram, aku tunggu minggu depan Ram" jawab Roi.
"Nanti aku mengantarkanmu pulang Roi" ucap Rama.
"Oke Ram, makasih banyak ya Ram" jawab Roi.
"Sama sama Roi" jawab Rama.
Roi bersiap siap untuk pulang dan begitu dengan Rama sudah bersiap mengantarkan Roi pulang ke rumahnya, mereka berdua melaju dengan kecepatan tinggi biar cepat sampai di rumah Roi.
__ADS_1