
Rama dan Roi yang sedang berusaha untuk memejamkan matanya, entah kenapa tiba tiba saja terpikirkan oleh Raja Nois yang mereka temui di dalam mimpi siang tadi.
"Aku kok tidak bisa tidur ya Roi" ucap Rama kepada Roi.
"Sama Ram, tiba tiba saja terlintas dalam benakku bayangan Raja Nois" jawab Roi.
"Kamu juga seperti itu" tanya Rama kepadanya.
"Iya, bahkan selalu memikirkan, apakah kita akan bertemu dengan Raja Nois dan kita akan mendapatkan kemarahan Raja Nois" jawab Roi.
"Entahlah, seertinya begitu Roi, kita lanjut saja, apapun yang terjadi nanti tak usah kita pikirkan sekarang" ucap Rama.
"Baiklah, ayo kita tidur, keburu larut malam" ucap Roi.
"Tidur bener ya ini, jangan menghalu terus" jawab Rama.
"Beneran, ayo cepat" ucap Roi.
Mereka kembali mencoba untuk memejamkan mata dan hingga akhirnya mereka bisa untuk tertidur lelap. Keadaan semakin hening ketika mereka mencoba untuk masuk kedalam mimpi, melanjutkan mimpinya siang tadi saat di rumah Roi.
"Waduh waduh, kok ga bisa mimpi ya" ucap Rama.
"Aku juga sama ini tidak bisa masuk ke dalam mimpi kita tadi siang" jawab Roi.
"Lantas apa yang harus kita lakukan" tanya Rama kepada Roi.
"Entahlah, coba saja kita memejamkan mata sejenak" jawab Roi.
Mereka belum menyadari bahwa Rama dan Roi sudah masuk kedalam mimpi, ketika itu pula mereka memejamkan matanya dan seketika setelah membuka mata ternyata sudah berada dalam hutan yang rindang tanpa sinar matahari.
"Apa yang terjadi, kita bermimpi atau kenyataan, kok seperti nyata namun sepertinya tidak mungkin" ucap Rama kebingungan.
__ADS_1
"Kita seperti dalam halusinasi, ini hanya bayangan bukan kenyataan" ucap Roi.
Sesaat setelah berbincang, tiba tiba datang seseorang yang gagah, besar, di kawal oleh oasukan kerajaan, tak lain orang itu adalah Raja Nois.
"Siapa itu, seperti tidak asing dengan orang itu" ucap Roi.
"Itu sepertinya Raja Nois " jawab Rama.
"Benar, itu adalah Raja Nois, mampuslah kita Ram" ujar Roi ketakutan.
"Tenang saja, biar aku yang menghadapi Raja Nois" jawab Rama tenang, meskipun dalam hatinya ketakutan.
Semakin mendekat Raja Nois dan semakin bergetar tubuh mereka, seketika lemas seluruh tubuhnya.
"Bagaimana, apa kalian sudah mendapatkan jawaban dari apa permintaan saya kemarin" ucap Raja Nois penuh wibawa.
"Sudah Raja, kami sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaan baginda kemarin" ucap Rama.
"Jawaban apa Ram, aku tidak tahu jawabannya" tanya Roi kepada Rama.
"Lantas bagaimana dengan tawaranku, apakah setuju atau bahkan kalian tidak setuju" tanya baginda Raja kepada Rama dan Roi.
"Saya sudah memikirkan matang matang, dan jawaban saya yaitu..."
Belum sempat menjawab, Baginda Raja sudah memotong pembicaraannya.
"Sudah, aku sudah tahu jawabanmu, pasti kamu setuju dengan persyaratan yang saya berikan" ucap baginda Raja.
"Benar baginda, aku setuju, jika memang Roi harus di korbankan silahkan bawa saja dia" ucap Rama.
"Gila kau Ram, tidak memikirkan matang matang" ucap Roi dengan kesal.
__ADS_1
"Sudahlah, kamu ingat kan apa yang di katakan oleh ayah dan ibu semalam" ucap Rama.
"Aku ingat, baiklah jika memang itu harus aku lakukan demi sahabatku siap melakukan pengorbanan" ucap Roi.
"Roi, silahkan ikut denganku, jika memang setuju ayo cepat ikut bersama ku jika tidak silahkan kalian pergi dan jangan berharap bisa bertemu anakku" ucap Raja Nois dengan nada keras seperti marah.
"Baik baginda saya akan ikut dengan baginda Raja " jawab Roi ketakutan.
"Bagus, pengawal cepat bawa Roi ikut bersama kita" ucap Raja Nois.
setelah Raja Nois membawa pergi Roi, tak lama setelahnya datang seorang perempuan yang berpakaian kebangsaan, perempuan itu adalah Ratu sahabat Raja Nois.
"Rama" sapa Ratu.
"Siapa kamu" tanya Rama kepada Ratu.
"Aku sahabat baik Raja Nois" uccap sang Ratu.
"Apakah kamu juga seorang Ratu" tanya Rama kepadanya.
"Benar, aku seorang Ratu, dan aku juga sahabat dekat Raja Nois" jawab Ratu.
"Apa maumu, apakah in& ingin membawaku juga" tanya Rama.
"Tenang dulu, aku akan membantumu untuk menyelamatkan sahabatmu, Raja Nois tidak mungkin berbuat macam macam, aku tahu betul bagaimana wataknya" ucap Ratu.
"Lantas apa yang akan terjadi dengan sahabatku Ratu" tanya Rama.
"Tidak usah banyak tanya, aku akan sedikit bercerita tentang Raja Nois" ujar Ratu.
"Maaf Ratu, silahkan cerita terlebih dahulu, aku akan mendengarkan" ucap Rama.
__ADS_1
"Dengarkan..."
Ratu bercerita tentang Raja Nois, dari mulai kehidupan masa mudanya hingga menjadi seorang Raja.